Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Rizki & Nayna


__ADS_3

Flash Back Off


"Ayolah bang, udah hampir tiga tahun, bagaimana bisa masih hidup dalam bayang-bayang masa lalu itu," mommy masih mengusik Rizki di sela-sela waktu makan mereka.


"Jangan bilang kalau abang masih mencintai mbak Selena dan belum bisa melupakannya," tanya Rena adik ceweknya itu menyelidik.


"Ayolah bang. Bagaimana bisa selevel dokter Rizki belum juga bisa move on," kali ini Roby si bungsu ikut mengejeknya.


Triiinggg.....terdengar suara sendok dan garpu yang sengaja di jatuhkan dengan keras di atas piring. Rizki menyeret kursinya hendak pergi.


"Maaf, saya sudah kenyang.....," ucap Rizki permisi.


"Bang Ki. Jangan kayak gitu, nggak enak sama Nayna," ujar mommy mencegah putranya itu.


Rizki membalikkan tubuhnya, menatap Nayna yang tepat dihadapannya.


"Maaf......," ucapnya.


Lalu pergi melangkahkan kakinya menjauh dari meja makan.


"Bang.....," Angel tampak berniat berdiri.


"Angel duduk....," perintah mommy.


"Tapi mom. Angel mau.....,"


"Biarkan Nayna yang menyusul Rizki," potong mommy sebelum Angel menyelesaikan bicaranya.


"Paling Rizki di ruang kerjanya Nay. Ruang kerjanya ada di atas, persis di sebelah kamarnya," ucap mommy menatap Nayna. Tatapannya seperti memohon.


"Baik mom. Biar Nay yang menyusul Rizki....," jawab Nay berlalu.

__ADS_1


Nay membuka satu pintu, ungtunglah tidak terkunci.


Kamar dengan cat Abu itu tertata apik. Nay melihat foto wisuda seorang dokter. Ternyata ini kakar Rizki, pantas aja aromanya laki-laki, bisik Nayna.


Berarti di sebelah sini ruang kerjanya Rizki, Nay menatap pintu persis di sebelah kanan kamar Rizki. Nay tidak mungkin salah, karena cuma ada dua kamar ini di sini, dua kamar lagi Nay lihat ada di ujung sebelah sana. Tapi kan tidak mungkin ruang kerjanya di ujung sana, karena mommy tadi mengatakan ruang kerja Rey persis di sebelah kamar Rizki. Nayna mendorong pintu perlahan, lalu perlahan masuk ke dalam ruangan. Nayna memgedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, tapi laki-laki es balok itu malah tidak terlihat. Hingga matanya tertuju pada pintu teras menuju balkon. Tampak seseorang sedang berdiri bersadar di sudut balkon. Nayna berjalan menuju tempat yang di tujunya. Langkahnya sangat hati-hati seolah takut membangunkan bayi yang sedang tertidur. Rizki yang berdiri membelakanginnyapun tidak menyadari kehadiran Nayna.


"Haii......," sapa Nayna mengagetkan.


Rizki yang tampak terkejut menoleh menatap Nayna, tapi kemudian memalingkan wajahnya kembali.


"Ngapain ke sini," ujar Rizki ketus setelah beberapa saat saling terdiam.


"Mommy yang menyuruhku melihat keadaanmu," jawab Nayna berusaha tenang.


"Tidak perlu sok perhatian," balas Rizki.


"Saya juga tidak berniat perhatian. Karena saya menghormati dan menghargai mommy jadi saya menuruti saja permintaannya untuk melihat keadaanmu," jelas Nayna tidak kalah ketus.


"Kamu sudah melihat kalau saya baik-baik saja. Sudah kembali saja lagi ke meja makan," usir Rizki.


"Bagaimana bisa saya meninggalkan kamu sendiri. Kalau mommy bertanya, memangnya harus saya jawab kalau kamu mengusir saya," lagi-lagi Nayna membalas.


Rizki melihat Nayna kembali. Di tatapnya Nayna. Dia ingin menyelidiki wanita di hadapannya ini. Tapi dia terlalu pandai menutupi emosinya. Atau memang Nayna murni baik dan tulus, tanya Rizki dalam hati.


"Punya masalah itu lebih baik dibicarakan, sharing. Walaupun mungkin orang yang diajak bicara belum tentu punya solusi, tapi setidaknya beban di dada udah dikeluarin. Walaupun tidak mungkin hilang, sedikitnya pasti berkurang," ujar Nayna lagi sudah ikut berdiri di samping Rizki.


Lagi-lagi Rizki kabali menatap Nayna. Seakan tidak mempercayai pendengarannya barusan. Gadis ini terlihat terlalu sempurna. Cantik, baik, lembut dan pengertian.


Aachhh, semua wanita awalnya memang baik. Mereka terlalu pandai menggunakan topeng menutupi wajah mereka, Rizki masih berusaha membantah hatinya.


Aku tidak akan mudah percaya. Suatu saat gadis ini pasti akan memperlihatkan wujud aslinya, aku hanya perlu memancingnya saja," batin Rizki.

__ADS_1


"Ayoo kembali ke bawah," ajak Rizki langsung melangkah meninggalkan Nayna yang hanya bisa melongo saja.


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤

__ADS_1


Coment 💬


__ADS_2