
Mami berdiri di samping pintu, menatap lekat putra sulungnya yang tengah duduk termenung sendiri di ujung kursi taman samping. Mami dapat merasakan duka yang dialami putra tersayangnya itu. Walaupun Rendi sudah terlihat biasa-biasa saja, tapi mami tahu bahwa Rendi masih menyimpan luka itu.
Mami tidak bisa menyalahkan Nayna atas pilihannya. Nayna punya hak untuk mementukan siapa yang dianggapnya pantas untuk berada di sisinya. Menemani hari-harinya berdua selamanya. Mami juga faham bang Rendi telah di beri beberapa kali kesempatan, tapi dia menyia-nyiakan kesempatan itu dan malah melakukan kesalahan yang fatal. Pengkhianatan begitu menyakitkan bagi wanita, apalagi saat hampir mengalami peristiwa pemerkosaan yang Nay alami. Ditambah kesalahan yang sama yang pernah hampir Rendi lakukan pada Nayna, yang membuat Nayna menjadi trauma yang begitu mendalam.
Mami juga tidak menyalahkan Rendi. Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Berubah dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang sama itu yang terbaik. Dan Rendi telah melakukannya, setelah bercerai dari istri yang tidak pernah disentuhnya itu. Rendi telah menutup diri untuk dekat dengan wanita manapun. Mami fikir kesempatan yang dibetikan Tuhan kembali hingga Rendi bisa dekat kembali dengan Nayna bisa mengulang kembali kisah cinta keduanya. Mami fikir ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan pada dua orang yang masih sangat saling mencintai. Mami fikir ini hanyalah ujian dari cinta mereka agar bisa bersatu kembali selamanya.
Ternyata bukan hanya mami yang berfikir demikian. Bunda Nayna, sahabat mami itu juga mempunyai pendapat yang sama. Kedua sahabat itu akhirnya berdamai dengan kesalahan masa lalu. Kedekatan kedua anak mereka kembali sejak pernikahan Bayu dan Winda seperti memberikan angin segar untuk saling memaafkan dan dekat kembali seperti sebelumnya. Keduanya sepakat untuk memyetujui kembali hubungan Rendi dan Nayna, dengan catatan memang mereka yang menginginkan untuk kembali bersama dalam hubungan cinta yang indah.
Sekali lagi Tuhan membuktikan. Bagaimanapun indahnya rencana manusia, rencana Tuhan memang jauh lebih indah. Nayna lebih memilih Rizki, dokter tampan anak sahabat ayah Nayna yang memang sudah resmi menjadi tunangannya. Ketimbang Rendi, anak dari sahabat bundanya. Nayna punya keputusan dan pertimbangannya sendiri. Bagaimanapun Nayna juga punya cinta lain di hatinya selain cinta Rendi putranya sulungnya itu.
Dan tadi bunda Nayna, sahabtnya itu sudah menceritakan rencana pernikahan Nayna dan Rizki yang akan berlangsung sekitar tiga bulan lagi. Bunda Nayna juga berkata pada mami, mengharapkan mami dan keluarganya datangn pada saat hari bahagia Nayna itu tiba. Bunda ingin persahabatannya dengan mami Rendi tidak terputus oleh karena anak-anaak mereka nyatanya tidak berjodoh. Bunda juga mendoakan harapan yang terbaik untuk Rendi. Semiga Rendi mendapatkan jodoh wanit baik yang sama-sama saling mencintai. Bunda yakin, waktu akan memupus perasaan sedih dan kecewa di hati Rendi. Karena bunda yakin, Tuhan punya rencana indah nantinya untuk Rendi. Tuhan akan memgganti seseorang yang baik dengan orang lain yang lebih baik lagi bagi Rendi.
Dan mamipun sangat ingin Rendipun bisa bahagia seperti Bayu adiknya, menikah dengan seseorang yang sama-sama saling mencintai. Bayu dan Windapun awalnya bukanlah sepasang kekasih, bahkan Winda punya laki-laki yang dipacarinya selama bertahun-tahun. Keduanyapun awalnya bahkan seperti musuh saja. Tapi jodoh tidak akan ada yang tahu. Allah sudah menulisnya di Lauhul mahfudz, bahkan jauh sebelum kita dilahirkan.
Jodoh itu kayak 'Alif Lam Mim' ayat pertama surat Al-Baqarah, artinya yaitu hanya Allah yang tahu.
Mami ingin berbicara pada Rendi tentang undangan pernikahan Nayna. Walau bagaimanapun Rendi harus berlapang dada melepaskan cintanya. Ikut mendoakan dan datangn sebagai seseorang yang akan selalu mendoakan kebahagian bagi gadis dicintainya itu.
"Bang......," panggil mami pada Rendi.
"Mi.......duduk sini," Rendi memggeser duduknya.
Untuk beberapa saat mami dan Rendi hanya diam menikmati udara taman samping rumah yang diwarnai aroma aneka bunga-bunga kesayangan mami yang tengah bermekaran.
"Bang, Nay akan menikah sekitar tiga bulan lagi," mami membuka percakapan.
__ADS_1
"Benarkah mi.....," tanya Rendi sedikit sendu.
"Iya nak. Tadi tante Meli menelepon mami, dan memceritakan semuanya," jawab mami lagi menjelaskan pada Rendi.
"Rendi akan datang mi. Rendi akan berjiwa besar sebagai seorang laki-laki," tegas Rendi pada mami.
"Benarkah bang?" tanya mami memastikan kembali keputusan Rendi.
Karena jikapun Rendi memutuskan untuk tidak datang, mami sangat memakluminya.
"Iya mi. Abang harus belajar menerima kenyataan, bahwa Nay ternyata bukanlah jodoh Rendi. Rendi akan ikhlas melepaskan cinta Rendi pada Nay yang sudah tidak bisa Rendi miliki," jelas Rendi tanpa menatap mami.
"Selama ini abang masih mengira kalau Nay dan abang akan berjodoh mi. Abang fikir Allah telah mengatur jalan kami untuk lebih dulu melewati ujian. Tapi akhirnya abang sadar mi. Seberapa kuatnyapun abang berusaha menarik Nay lebih dekat, kalau memang bukan jodoh, nyatanya dia akan pergi juga, begitupun sebaliknya," ujar Rendi pelan mirip sebuah keluhan.
Mami terdiam, ditatapnya putra sulungnya yang tampan itu. Kau putraku yang tampan, akupun memdidikmu dengan akhlak yang baik. Kau punya kualitas diri dan pekerjaan yang bagus. Kau juga seorang yang bertanggung jawab. Terus memperbaiki dan mantaskanan diri saja bang, karena Allah pasti sudah menyiapkan yang lebih baik lagi sebagai gantinya nanti, ujar mami dalam hati.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Kisah akan berlanjut tentang segala yang berhubungan dengan pernikahan Rendi dan Nayna.
Dan tentu saja akan ada bagian cerita dari orang-orang istimewa yang pernah hadir hidup Nayna dan Rizki. Yang hadir dalam kisah cinta keduanya. Kisah mereka akan diselipi sebagai pemanis cerita🤗✌
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
Karena Author juga meski membagi untuk up novel Author yang satu lg.
__ADS_1
Novel "Mengejar Cinta Ustad" yang saat ini mengikuti Kontes Menulis Novel "You Are A Writer S4"
Mohon baca dan dukungannya juga🙏🏻🤩😍
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
__ADS_1
👇
Vote