
"Kau dengar bukan Nay. Tidak ada seorang wanitapun yang bisa membuat detak jantungku seperti ini selain dirimu," Rey masih menggegam tangan Nayna dan meletakkannya di dadanya.
Nay merasakam detak jantung Rey seperti tidak beraturan, kencàng dan memburu.
Nay menatap Rey, dia sudah menaikkan satu kakinya di sofa seperti bersila, satu kakinya lagi masih menggantung di sofa. Dengan duduk begitu kemejanya semakin terangkat ke atas, dan mau tidak mau memperlihatkan paha muluanya itu.
Rey menatap paha mulus dengan perasaan berdesir. Ahhh, gadis ini apakah tìdak mengerti yang barusan kukatakan, Rey kesal
Berdekatan begini saja, jantungku seperti mau meloncat keluar. Di tambah lagi pemandangan seperti ini. Apa dia benar-benar berniat menggodaku, maki Rey lagi.
Nay tahu. Nay mengerti, bagaimana Rey sedari tadi menahan diri. Tapi inilah satu-satunya cara agar Rey mengerti, Nay melakukan ini agar Rey merasa bahwa Nay juga sudah mulai membuka hatinya. Agar Rey merasa dicintai, nyaman, sehingga akan membuang jauh perasaan kecewanya yang dulu. Nay tidak ingin lagi Rey memendam saja amarahnya. Karena Nay tidak akan membuat Rey marah. Nay janji dia akan mengganti semua luka itu dengan rasa bahagia.
__ADS_1
Nay makin mendekatkan tubuhnya. Memutar tubuh Rey agar menghadapnya. Kini Rey sudah menyilangkan kakinya di sofa untuk mempermudah Nay bisa menatapnya, gadis itu sedari tadi sudah juga menyila dengan satu kakinya. Rey diam saja, dia tidak ingin memulai mendekati Nayna, dia tidak mau sampai gadisnya kembali terluka
Nay tahu, Rey tidak akan berani melakukan apapun padanya. Karena laki-laki itu memang sudah berjanji tidak akan menyentuhnya. Rey akan selalu melindunginya, bukan hanya dari laki-laki lain, tapi juga dari nafsunya sendiri. Itulah kenapa Nay sangat yakin bertindak seperti ini. Karena Nay sangat yakin, Rey tidak mungkin mengingkari janjinya.
Nay sudah melingkarkan tangannya di leher Rey, dia berniat memprovokasi Rey.
"Bukankah begini yang Karin lakukan saat itu," ucap Nayna memandang ke mata Rey
Rey menatap Nay dengan rasa tidak suka. Bukankah sudah sering ku katakan padamu, aku tidak akan tergoda pada gadis itu, gumam Rey menahan diri.
Sementara tangan Nay sudah membelai rambut belakang Rey, menuruni lehernya, lalu mengusapnya dengan lembut di sana.
__ADS_1
Tapi Rey terlihat masih dengan benteng pertahanannya. Dia memendam sajá rasa geli bercampur nikmat atas sentuhan Nay barusan.
Nay kemudian mengeratkan pelukan tangannya pada leher Rey, karena posisi kepalanya yang lebih tinggi dari Nay. Rey sempat melirik dua bukit kembar Nay yang menyembul di balik baju kebesaran yang sudah sedikit melorot itu.
Rey terlihat kembali menelan salivanya. Nafasnya sudah semakin memburu. Ahhhh, gadis ini bisa membuatmu mati terduduk di sini, keluh Rey.
Jangan salahkan aku jika tergoda mencumbumu, kau yang mengundangnya Nay. Tapi aku janji tidak akan mungkin menyakitimu, ucap Rey pasti.
Rey menundukkan wajahnya pada Nayna yang berada di depan lehernya. Hidungnya yang mancung sudah menempel pada hidung Nay yang mungil. Rey melihat bibir mungil berwarna pink itu. Ahhh, hanya melihat bibirnya saja, darahku langsung berdesir begini, keluh Rey kembali.
Dan lalu yang terjadi adalah benar-benar seperti yang mereka berdua inginkan.
__ADS_1