Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Di Acara Wisuda Rena


__ADS_3

Nayna sudah berdandan cantik. Hari ini adalah hari paling berbahagia bagi Rena, adiknya Rizki. Hari dimana Rena diwisuda sebagai seorang sarjana. Dan akan terjun ke dunia kerja, untuk mengaplikasikan ilmunya selama masa kuliah, mempraktekkannya kembali di dunia kerja yang nyata.


Rizki sudah menghubunginya sejak kemarin, bahkan meminta izin pada bunda dan juga ayah Nayna. Hari ini selain keluarga ini Rizki yaitu dad, mom, Rizki dan Roby si bungsu. Naynalah satu-satunya diluar keluarga inti yang diajak menghadiri acara wisuda.


Dan Nayna tidak akan bisa menolak, jika itu adalah permintaan mom. Ibu Rizki tersebut menelpon langsung Nayna dan kedua orang tuanya. Mom ingin semua ikut hadir di acara wisuda Rena. Termasuk Nayna, calon menantu anak tertuanya itu.


Dan di sinilah Nayna akhirnya berada. Di tengah kemegahan dan keriuhan sebuah gedung di acara wisuda Rena. Nayna tampil cantik dengan kebaya berwarna maroon selaras dengan momnya Rizki. Dad, Rizki bahkan Robypun memakai batik dan kemeja dengan warna senada. Saat menelpon Nayna kemarin, mom sudah mengatakan permintaannya agar Nayna juga memakai kebaya berwarna maroon. Mom ingin semua keluarganya memakai warna senada di acara wisuda Rena.


"Nay cantik sekali sayang," puji mom pada calon menantunya itu.


"Ahh...mom bisa aja deh. Mom itu yang cantik banget. Kayak seumuran deh sama Nay," puji Nayna pada ibunya Rizki yang masih terlihat sangat cantik dan awet muda.


"Nay bisa aja deh muji buat nyenengin hati mom," jawab mom tergelak.


"Bener deh mom. Nay nggak boong. Nay malah berharap bisa tetap cantik dan awet muda kayak mom," balas Nayna tersenyum dan dibalas mom pula dengan tersenyum tak kalah manisnya.


Melihat Nayna tersenyum yang memperlihatkan kedua lesung pipinya, hati Rizki seakan melayang. Ditatapnya lekat wajah cantik Nayna yang tengah tersenyum itu. Dinikmatinya saja wajah cantik sang terkasih. Apalagi saat melihat interaksi antara Nayna dan mom, membuat hati Rizki semakin menghangat. Berapa lama dan lambatnya acara wisuda inipun tidak terasa bagi Rizki karena kehadiran Nayna di sisinya.


Seketika rasa sakit mendera hati Rizki, saat teringat kesalahan yang telah dilakukannya. Betapa dingin dan kejam sikapnya pada Nayna sejak kecelakaan yang menyebabkannya amnesia itu. Betapa jahatnya Rizki sebagai seorang laki-laki, memutuskan dengan tega tunangannya, dengan alasan keadilan agar mereka berdua sama-sama bisa bersama orang lain. Agar Rizki bisa melenggang bebas bersama wanita lain, maka dia membebaskan Nay pula bersama laki-laki lain.


Rizki menatap Nayna kembali. Menyesali keputusan yang telah diambilnya. Mengutuk dirinya sendiri yang akhirnya mendorong Nayna bersama laki-laki itu. Laki-laki cinta pertama Nayna yang sama sekali tidak bisa Rizki remehkan. Karena walaupun Nayna nyata-nyata juga mencintai Rizki. Tapi kisah cinta pertama itu belum sepenuhnya pergi dari hati Nayna. Kisah cinta masa lalu itu sepertinya memang belum selesai. Dan Rizki sendirilah yang menyebabkan kisah cinta masa lalu itu mengusik hati Nayna kembali.


Kalau saja keputusan untuk melepaskan Nayna kala itu tidak pernah diambilnya. Tidak mungkin laki-laki itu, bisa masuk kembali dalam kehidupan Nayna. Tidak mungkin laki-laki itu akan menjadi duri bagi hubungan mereka berdua saat ini.


Tiba-tiba Nay tersenyum menatap Rizki. Entah apa yang membuatnya tersenyum begitu. Tapi Rizki sangat menyukainya. Rizki menyukai senyum lesung pipi di wajah cantiknya Nay. Begitu manis, semanis bibir tipis sexy berpoles lipstik nude lembut alami milik Nayna. Rizki ingin segera memilikinya, semua yang ada pada diri Nayna. Rizki tidak ingin membaginya dengan siapaun, pun hanya sekedar memandang Nayna sajapun Rizki tidak rela.


Dan hari wisuda yang biasa selalu lama dan membosankan menjadi tidak terasa bagi Rizki. Ada Nayna yang kini duduk cantik di sampingnya.


"Cari apa Nay?" tanya Rizki ketika Nay sibuk sendiri.

__ADS_1


"Air minum bang Ki. Nay haus....," ucap Nay lembut tapi terdengar sangat manja di telinga Rizki.


"Kayaknya di mobil deh. Tunggu biar abang ambil," ujar Rizki yang ternyata melupakan semua persiapan yang di bawa mom untuk mereka semua ketiaka acara wisuda ini.


"Nay ikut bang. Sekalian cari udara segar," pinta Nayna.


"Yakin, nggak pegel ntar kakinya," tanya Rizki lembut.


"Nay nggak pake hells kok bang. Jadi santai aja," uajr Nayna sedikit memperlihatkan sepatunya pada Rizki.


Setelah pamit sebentar pada dad dan mom. Rizki dan Naynapun melenggang keluar tempat acara menuju areal parkir mobil. Tapi seperti yang Rizki prediksi, seperti biasanya, areal parkir pasti akan membludak. Akan susah jika harus kembali ke mobil dengan mengajak Nayna bersama.


"Kayaknya penuh sesak deh Nay. Lebih baik kita cari tempat minum di sekitar areal wisuda saja," ajak Rizki pada Nayna.


"Tadi kalau abang sendiri mungkin lebih gampang menuju mobil kita yang terparkir. Tapi lihatlah, tidak mungkin abang mengajak Nay berjalan dengan dandanan begini jauh menuju ke areal parkir mobil," jelas Rizki kembali saat dilihatnya Nayna meragu.


Naynapun akhirnya menganggukkan kepala dan menyetujui usul Rizki. Lagipula Nay benar-benar haus saat ini, tenggorolannya terasa sangat kering.


HiiπŸ–πŸ–


Views Tercintahh🀩😍


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


πŸ‘‡


Vote

__ADS_1


Like πŸ‘


Favorit ❀


Coment πŸ’¬


Baca juga Novel Author Lainnya


β˜† Mengejar Cinta Ustad


β˜† Cinta 90


Mohon juga Dukungan


πŸ‘‡


Vote


Like πŸ‘


Favorit ❀


Comentnya dongπŸ™πŸ»πŸ€—


Lebih suka Nayna bersama siapa?πŸ€”


Rizki?πŸ€”


Ataukah Rend?πŸ€”

__ADS_1


Kasih alasannya yah viewsπŸ™πŸ»βœŒ


__ADS_2