Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Bertemu Rendi


__ADS_3

Selesai makan siang dan sholat Nayna sudah kembali berdandan cantik. Masih mengenakan pakaian kerjanya, Nay menuju lokasi janjian untuk bertemu Rendi siang ini di cafe biasa favoritnya. Nay sudah melajukan mobilnya dengan perlahan dan santai. Meskipun jantungnya sudah dag dig dug tidak karuan, Nayna tetap saja berusaha tenang.


Nayna sudah memarkirkan mobilnya. Lalu berjalan memasuki cafe yang berada di pinggiran kota. Di cafe ini dulu Nay dan Winda sahabatnya sering sekali menghabiskan waktu sepulang kerja, sekadar menghilangkan penat dan berbincang-bincang santai.


Saat ini sahabat tercintanya itu sudah bahagia.


Winda akhirnya ternyata berjodoh dengan Bayu, adik bang Rendi yang sempat dijodohkan mami dengan Nayna. Cinta puluhan tahun Winda bersama Davidpun akhirnya ternyata berakhir. Puluhan tahun bersama tidak menjamin akan langgeng hingga ke pelaminan. Jodoh memang misteri. Bukan seberapa lama kita bersama. Bukan pula hanya bertemu sebentar. Bukan tentang siapa yang hadir lebih dahulu, atau yang hadir belakangan. Tapi tentang siapa yang mampu bertahan dan akhirnya tidak bisa pergi.


Semoga akupun kelak bisa merasakan kebahagiaan seperti kamu Win, gumam Nayna dalam hati.


"Mbak Nay, udah lama banget nggak kemari. Sendirian aja, nggak sama mbak Win," sapa seseorang setelah Nay memilih tempat duduknya.


"Iya nih, lagi nunggu temen," jawab Nayna sumringah.


"Mbak Nay mau pesen apa?" tanyanya lagi.


"Orange juice ajalah Ngi," jawab Nayna pada pelayam cafe yang bernama Anggi ramah.


Anggi jadi sangat mengenal Nay dan Winda karena mereka berdua sudah menjadi langganan cafe tempat Anggi bekerja ini. Bahkan pemilik cafepun sudah sangat akrab dengan Nay dan juga Winda. Nay dan Winda sudah sangat dikenal di sini.


"Asiiapp mbak Nay, di tunggu yah," jawab Anggi membuat Nayna tersenyum.



Nay melambaikan tangannya ketika dilihatnya Rendi memasuki cafe. Ahhhh....bang Ren gagah banget dengan jaket policenya itu, batin Nayna menatap Rendi yang berjalan ke arahnya tanpa berkedip.


Ternyata bukan hanya Nay, beberapa pasang mata yang berada di cafe itu bahkan ikut memelot menatap sosok Rendi yang tampak dengan gagahnya menghampiri meja Nayna.


Kenapa mesti tersenyum sih bang. Bang Ren tahu nggak, senyum abang itu bisa menghipnotis cewek-cewek yang berada di sini. Abang nggak liat bagaimana mereka ikutan tersenyum, seakan membalas senyum yang bang Rendi berikan. Padahal senyum itu buat Nay kan bang, gumam Nayna kembali tidak rela.


"Ya ampun, ganteng banget. Adek mau bang di godain," ujar seorang cewek yang berada tidak jauh dari meja Nayna


"Jangan sama dia bang. Pilih adek aja nih yang jelas-jelas jauh lebih cantik," sahut temannya lagi.

__ADS_1


Cuiihhhh......dasar ganjen, Nayna menoleh, menatap jutek wajah kedua gadis itu.


Hellooo.....kalian jangan sok kepedean deh, ujar Nayna dalam hati masih menatap keduanya dengan rasa tidak suka.


"Nay....udah lama? Maaf abang agak telat," sapa Rendi begitu sampai di meja Nayna.


Nayna tersenyum manis menatap Rendi, seakan mau menunjukkan pada dua orang cewek tadi, juga pada beberapa pasang mata lainnya yang sedari tadi menatap dengan kagum pada Rendi, bahwa laki-laki ini berada di sini karena dirinya.


"Nggak kok bang. Nay juga baru nyampe, duduk bang," tawar Nayna lembut.


Tidak berapa lama Anggi sudah datang kembali dengan segelas orange juice pesanan Nayna.


"Selamat menikmati mbak Nay," ujar Anggi meletakkan juicenya di hadapan Nayna.


"Pacar mbak Nay yang baru yah? Cakep masnya" tanya Anggi spontan menatap Rendi malu.


"Siapa bilang saya pacar baru Nay?" jawab Rendi sebelum Nay sempat membuka suaranya.


"Lah trus masnya siap dong," jawab spontan Anggi kembali.


Nayna tampak tersedak mendengar omongan Rendi barusan. Sedangkan Anggi menatap Nayna meminta jawaban.


"Masnya sama mbak Nay serasi banget deh. Masnya ganteng, mbak Nay cantik," puji Anggi kemudian.


"Terimakasih....," jawab Rendi tersenyum menatap Nayna yang hanya bisa terdiam sedari tadi.


"Jadi ada pesanan tambahan mbak Nay?" tanya Anggi kemudian mengalihkan pertanyaan, karena tidak mau dianggap terlalu kepo sama pengunjung cafe.


"Teh anget aja Nggi. Sama cake coklat dan beberapa makanan ringan cafe aja," jawab Nayna yang segera dicatat Anggi pada note yang dipegangnya.


"Baik. Di tunggu yah mbak Nay, mas Rendi," pamit Anggi ramah dan segera berlalu menuju dapur.


Tidak berapa lama kemudian, tibalah semua pesanan Nayna. Nay menyeruput juicenya dan menikmati cake coklat favoritnya yang tertata cantik di sebuah piring kecil mungil. Dan Rendipun ikut menghirup teh hangat beserta cemilan ringan yang tersaji di meja mereka. Untuk beberapa saat keduanya menikmati saja hidangan dan minuman yang tersaji dalam keheningan. Mereka hanya saling tatap menakar hati masing-masing. Entah apa yang saat ini ada di fikiran mereka berdua.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hii🖐🖐


Views Tercintahh🤩😍


Perjuangan pertama bagi hati Nayna. Bertemu bang Rendi Wijaya. Seorang jenderal muda tampan kepolisian. Cinta pertama yang tidak pernah bisa pergi dari hati Nayna.


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote

__ADS_1


Like 👍


Favorit ❤


__ADS_2