
"Mom, pulang aja biar Roby yang nungguin abang malem ini," ujar Roby pada mommy.
"Tapi maleman dikit Rob. Mbak Nay masih mau di sini sebentar," pinta Nayna.
"Ikut mom ke kantin aja dulu, biar mbak Nay sama bang Ki ngobrol dulu," ujar mom pada ketiganya.
Rena, Roby, dan Kaylapun menyerujui keputusan mom.
"Mbak mau nitip apa, biar sekalian dibawain?" tawar Rena pada Nayna.
"Nggak usah dek, mbak Nay nggak mau apa-apa kok," jawab Nayna tersenyum.
"Mbak Nay deket bang Ki aja udah kenyang aja mbak Ren," sindir Kayla menjulurkan lidahnya tertawa.
Membuat mom, Rena dan Robypun jadi ikut menertawakan Nayna.
"Pesenin mbak Nay teh anget sama nasi soto aja Ren. Biar makan dulu sebelum pulang," Rizki yang menjawab.
"Teh anget ajalah dek, mbak Nay nggak laper," tawar Nayna.
Mom, Rena, Roby dan Kaylapun keluar ruang perawatan Rizki menuju kantin, memberikan ruang bagi Nayna dan Rizki untuk berbicara berdua.
Nayna masih terdiam, wajahnya tertunduk, Nay berdiri berjarak di samping tempat tidur Rizki, membuat Rizki jadi tidak sabar melihatnya.
"Sayang, kenapa berdiri aja di situ," ujar Rizki pada Nayna.
Nayna yang seakan tidak mempercayai pendengarannya cuma memandang Rizki bingung.
Tidak seperti Rizki yang terkena amnesia sebelumnya, saat Nay berada di sini, di ruang yang sama, tanpa diperdulikan.
Kali ini Rizki sudah benar-benar kembali. Rizki kembali menjadi tunangannya yang lembut dan penuh cinta. Tapi Nayna masih saja meragu.
Tiba-tiba saja Rizki sudah meraih tangan Nayna, menariknya dengan cepat. Sontak membuat Nayna kaget karena terjatuh tepat di atas badan Rizki.
Nay mengangkat kepalanya, wajah Rizki kini sudah sangat dekat. Untuk sesaat Nayna menikmati wajah tampan di hadapannya ini.
__ADS_1
Bang Ki memang ganteng banget, mata teduh dan tajamnya. Hidung mancing dengan alis tegas laksana pedang. Bibirnya yang sexy. Dan rahangnya yang kuat ini yang membuat bang Ki benar-benar terlihat macho. Bang Ki laki-laki banget di mata Nayna.
Pantas saja jika dokter Melia dan wanita-wanita lain sangat ngotot untuk bisa berada di samping bang Ki.
"Udah puas ngelitin abang. Baru sadar kalau ternyata tunangannya ini sangatlah tampan," ujar Rizki menatap lekat manik hitam lentik yang sangat dekat di hadapannya ini.
Nayna tersadar, wajahnya bersemu merah lalu mengalihkan pandangannya dari tatapan Rizki.
"Abang yang narik tangan Nay, kenapa malah Nay yang diledek," sungut Nayna pada Rizki.
Rizki tersenyum menatap Nayna, tunangannya ini makin terlihat imut dengan wajah memerah karena malu.
Nayna memegang dada Rizki dengan kedua telapak tangannya, berusaha untuk bangun dari atas tubuh Rizki. Tapi Rizki malah mengeratkan pelukannya pada Nayna, membuat gadis itu jadi tidak bisa bergerak.
"Bang Ki.....lepasin, malu ntar dilihat orang," bujuk Nayna pada Rizki.
"Sebentar aja Nay. Biarikan abang memeluk Nay seperti ini sesaat. Entah mengapa abang merasa sudah lama sekali tidak bisa sedekat ini. Abang merasa sudah lama tidak bisa memeluk Nay seerat ini, " ujar Rizki lembut memohon.
Nay terdiam. Akhirnya membiarkan saja Rizki memeluknya. Menikmati saja kehangatan tubuh yang dialirkan tunangannya ini. Nay merasa menyetujui omongan Rizki. Bahwa sesungguhnya selama ini, mereka berdua dekat tapi merasa jauh.
Sementara Rizki makin mengencangkan pelukannya, membuat tubuh mereka menjadi sangat rapat. Satu tangannya membelai lembut rambut Nayna. Kemudian menundukkan sedikit wajahnya, memcium puncak kepala. Menyesap harumnya aroma rambut kekasihnya ini.
Membuat Nayna merasa malu, wajahnya kembali memerah.
"Abang merasa hati abang sangat bahagia hari ini. Seolah abang baru saja mendapatkan sebuah kemenangan," bisik Rizki kembali.
Entahlah, Rizki belum mengerti apa yang sebebarnya terjadi. Tapi hatinya tidak bisa membohongi raganya, bahwa bunga-bunga seakan tengah mekar di dadanya.
"Udah bang. Malu kalau nanti dilihat mom dan adik-adik," ujar Nay melepaskan dirinya dari Rizki, bergegas berdiri dan duduk di samping tempat tidur Rumah Sakit.
Rizki menggenggam tangan kekasihnya itu, kembali mencium punggung tangan Nayna. Mengungkapkan kerinduan hatinya yang seakan tidak terbendungkan.
"Hadeehhh, asyik banget dah yang lagi beduan," sindir Rena begitu masuk ruangan Rizki dan diikuti oleh mom, Kayla dan Roby.
Nayna segera menarik tangannya merasa malu. Padahal mommy, Rena, Roby dan Kayla sudah melihat kelakuan keduanya sedari tadi, tapi tidak berani masuk hingga mengintip saja di balik pintu yang setengah terbuka.
__ADS_1
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hiii views tercintaaahh🤩😍
Selanjutnya kisah cinta akan banyak diwarnai kisah antara Nayna dan Rizki🤩😍😘
Tentu saja diselipi kisah cinta lain sebagai pemanis🤗✌
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
__ADS_1
Like 👍
Favo