
Hari ini, adalah hari yang yang paling bersejarah dalam hidup Nayna dan Rizki. Hari bahagia itu akhirnya tiba juga. Hari di mana keduanya akan dipersatukan dalam ikatan suci sebuah cinta, sebuah ikatan pernikahan yang mengakun indah dalam sebuah prosesi ijab qabul.
Di mana pada hari ini, saat telah dilafazkan ijab qabul. Tanggung jawab itu telah berpindah, dari tangan ayah Nayna ke tangan Rizki, sang suami.
Ijab Qabul yang berbunyi "Saya terima nikahnya si fulana binti fulan dengan Mas Kawinnya dst.......,"
sebenarnya bukan sekedar ucapan saja.
Makna dari ijab qabul adalah "Maka aku tanggung dosa-dosanya si fulana dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yang telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si fulana, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku".
Ketika ijab kabul itu diucapkan maka tanggung jawab suami adalah terhadap istrinya. Segala yang dilakukan istri, suami wajib mengetahui.
Bahkan ketika sang istri tidak melaksanakan shalat maka suami yang ikut dimintai pertanggungjawaban.
Beda halnya ketika suami, jika tidak shalat maka sang istri tidak ikut bertanggung jawab kelak di pengadilan sang Khalik.
Dalam hal ini bukanlah karena dosa istri ditanggung oleh suami namun suami bertanggung jawab akan akhlak istrinya. Wajib mendidiknya menjadi wanita yang taat pada aturan Allah. Suami wajib mengingatkan istri ketika istri melakukan kesalahan dalam syariat atau kesalahan yang merugikan orang lain. Jadi dosa suami adalah ketika ia lalai mengingatkan istri dalam menjalankan perintah Allah.
Sedari subuh, rumah Nayna sudah ramai dengan beebagai persiapan dan kesibukan. Nayna dan Rizki sepakat akan melaksanakan ijab qabul di rumah orang tua Nayna agar lebih terasa khikmat dan lebih pribadi. Karena memang saat ijab qabul sebagian besar yang datang dan berkumpul adalah keluarga dekat dari kedua pihak calon pengantin saja.
Karena undangan resepsi yang rencananya akan dilangsungkan pada hari minggu nanti di salah satu tempat resepsi ternama di kota tempat tinggal mereka memang disediakan untuk undangan yang sangat lumayan besar. Disamping kedua orang tua Rizki yang juga seorang pengusaha ternama. Rizkipun seorang dokter terkenal yang juga memiliki usaha. Belum lagi dari sebelah keluarga Nayna dan juga rekan bisnis Nayna sendiri. Maka bisa dipastikan resepsi mereka sangatlah meriah.
Keluarga Rizki telah tiba di rumah Nayna jauh sebelum waktu ijab tiba. Karena Rizki dan keluarga ingin cepat tiba dan tidak di buru waktu, sehingga Rizki sendiri bisa sedikit lebih tenang sambil menghafalkan ucapan ijabnya nanti. Mereka tidak ingin jika di tunggu-tunggu kedatangannya dari pihak besan dwngan harap-harap cemas dikarenakan bapak penghulu sudah hadir terlebih dahulu untuk memenuhi tanggung jawabnya.
"Abang gugup ya....," tanya Roby si bungsu pada Rizki.
Roby bisa melihat wajah abangnya itu menjadi begitu tegang, keriangatpun sudah mulai memenuhi pelipis dan dahinya menunjukkan betapa rasa gugupnya kini menjadi berlipat. Sementara mulut Rizki komat-kamit seperti membaca mantra. Mengingat dan belajar melafaskan ijab kabulnya nanti.
"Abang kayak baca matra, dari tadi komat kamit," ejek Rena tersenyum.
__ADS_1
"Ini lebih dari mantra Ren. Kalau abang salah saat mengucapkannya hingga tiga kali, abang akan dimandikan dan di guyur air," keluh Rizki akhirnya gundah.
"Nggak begitu bang. Yang benar itu jika sampai tiga kali salah mengucapkan ijab kabul, akan di suruh mengambil wudhu, dan mengulang satu kali lagi," sahut dady.
"Trus kalau udah mebgulang satu kali lagi masih salah, gimana dad?" tanya Rena penasaran.
"Maka akat nikah dinyatakan gagal dan tidak mengulang lagi. Akad nikah dilakukan pada hari lain, mengulang dari pertama lagi," jelas dady.
"Gagal nikah dong bang Ki dad," ujar Rena spontan.
"Doain yang baik-baik dong dek. Masak harapannya abangnya gagal nikah," protes Rizki pada Rena.
"Hehehehhhh.....Nggak mungkinlah bang, Rena ngedoain yang jelek buat abang sama mbak Nay,' ujar Rena tertawa.
"Rena berharap semua berjalan lancar dan khikmat. Abang dan mbak Nay resmi menjadi pasangan suami istri, berbahagia hingga akhir hayat," ucap Rena tulus menatap abang sulung tercintanya itu.
Bukan hanya mom dan dad yang berbahagia atas pernikahan putra mereka. Renapun sangat berbahagia menyaksikan akhirnya abangnya ini akan menikah. Melupakan kisah cinta kelam masa lalunya. Apalagi mendapatkan istri yang sebaik mbak Nayna. Mbak Nay itu tidak hanya cantik fisiknya, hatinyapun secantik wajahnya. Mbak Nay itu baik, lembut, keibuan dan penyayang. Sejak awal Rena sudah sangat menyukainya. Rena bahkan merasa seperti memiliki seorang kakak perempuan yang tidak pernah dimilikinya. Mbak Nay sudah seperti kakak kandung Rena saja.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Karena kesibukan Author✌
Mohon maaf jika baru bisa update🙏🏻
Author akan berusaha untuk selalu bisa up per harinya🙏🏻✌
Akhirnya hari bahagia Nayna dan Rizkipun tiba. Akhirnya cinta itu akan menyatu indah dalam proses sakral ijab kabul.
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
__ADS_1
Karena Author juga meski membagi untuk up novel Author yang satu lg.
Novel "Mengejar Cinta Ustad" yang saat ini mengikuti Kontes Menulis Novel "You Are A Writer S4"
Mohon baca dan dukungannya juga🙏🏻🤩😍
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Rate 5
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
__ADS_1
👇
Vote, Like, Favorit, Coment & Rate 5 🙏🏻