
"Ayooo Nay......," Rizki menarik lembut tangan Nayna menuju gazebo samping rumah.
Gazebo itu sangat besar, mirip sebuah ruangan yang bisa menampung sekeluarga besar untuk sekedar mengadakan acara makan bersama. Di depan nya terhampar jalan setapak berbatu alam yang dihiasi hamparan kebun bunga di sisi kanan dan kiri jalan. Tempat ini sangat indah, tidak perlulah harus pergi ke tempat wisata untuk sekedar merasakan lembut dan sejuknya aroma alam. Rizki membimbing Nayna untuk duduk pada sebuah meja yang telah ditutupi payung besar.
Nayna tersenyum. Menatap tidak percaya pada pandangan di depannya. Kemudian menatap Rizki haru. Dokter tampan ini sudah menyiapkan makan siang romantis untuk mereka berdua. Nayna menutup mulutnya dengan tangan. Di pandangnya meja yang terhidang dengan menu makan siang lezat yang sudah ditata dengan begitu cantiknya. Warna-warna pastel yang lembut mulai dari taplak meja, bunga, dan hiasan-hiasan lainnya membuat Nayna makin terbuai.
Rizki menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Nayna untuk duduk. Lalu Rizkipun menarik kursinya sendiri dan duduk tepat berhadapan dengan Nayna.
Diraihnya tangan Nayna, dikecuplah lembut punggung tangan kekasihnya itu.
"Nay sayang. Mungkin awaknya kita memang di jodohkan oleh kedua orang tua kita. Walau awalnya aku memàng menolak mentah-mentah perjodohan ini.
Tapi hatiku tidak dapat berbohong, aku selalu menolak kasar dan bersikap ketus hanya ingin menutupi hatiku yang sudah merasakan berbeda sejak kedua orang tua kita mempertemukan kita Nay. Aku sama sekali tidak menduga, kalau gadis yang di jodohkan mommy dan papi adalah gadis yang sangat cantik dan lembut. Dan aku juga yakin, kalau Nay pasti sudah sejak awal memgakui, kalau jodohnya ini adalah seorang dokter yang sangat tampan dan sempura bukan," ujar Rizki tulus, dan tetap menyombongkan diri.
"Cihhhh.....aku sudah sangat terharu mendengar kata-kata romantis kekasihku ini. Tapi ternyata, dokter di hadapanku ini masih saja tetap narsis memuji dirinya sendiri," jawab Nayna menanggapi dengan tersenyum.
Rizki tampak tergelak sendiri mendengar jawaban Nayna.
__ADS_1
"Gimana sih bang Ki. Bukannya memuji mbak Nay dan berkata romantis, malah narsis memuji dirinya sendiri," ujar Rena sang adik yang sudah mengintip sedari tadi .
Hussttt, jangan berisik, Rido menutup mulut Rena takut ketahuan dan menghancurkan semua rencana abangnya itu.
Rizki lalu berdiri dari duduknya. Mendekati Nayna lalu berjongkok. Naynapun sedikit memutar tubuhnya menghadap Rizki. Wajahnya masih diliputi tanya dan rasa bingung pada kekasihnya itu. Disamping rasa bingung, sebenarnya lebih banyak rasa takut yang menggelayuti hati Nayna. Kejadian demi kejadian yang dialaminya Nayna dalam hidupnya karena cinta. Membuatnya sangat takut jika ini adalah sebuah akhir yang sudah dipersiapkan Rizki untuk meminta maaf. Memberi kenangan terakhir sebelum laki-laki yang sudah mulai dicintainya itu mengakhiri hubungan mereka. Meminta maaf karena tidak dapat melanjutkan hubungan ini. Mengatakan kebenarannya, kalau selama ini pak dokter hanya berpura-pura saja bahagia, menerima perjodohan ini, dan mencoba menjalaninya hanya demi mommy dan papinya. Berusaha membahagiakan kedua orang tuanya yang sangat ini dia melupakan masa lalu. Dan memulai kehidupan yang baru dengan melangkah maju bersama cinta yang baru pula. Dan hari ini, Rizki akhirnya menyerah. Dia akan mengatakan kebenarannya semua. Dia sudah lelah berbohong menjadi kekasih pura-puranya. Dia sudah lelah berbohong agar terlihat bahagia dengan hubungan yang mereka jalani saat ini, Nayna terus saja mengarang drama korea di dalam kepalanya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Favorit ❤
__ADS_1
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Favorit ❤
Coment 💬
__ADS_1