Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Permintaan Rendi


__ADS_3

"Nay tunggu........," teriak Rendi begitu Nay sudah pergi menjauh.


"Nay.......Nayna.......," Rendi mengejar langkah Nay yang tergesa.


Karena Nay sudah berlari keluar gedung, Rendi menarik tangan Nay keras, menyentaknya, hingga gadis itu kembali terjerembab, oleng dan jatuh ke dalam pelukan Rendi kembali.


Nayna bergegas menarik diri. Tapi belum sempat melangkah, Rendi sudah mencekal tangan Nayna.


"Nay......please......abang hanya ingin bicara, sebentar saja.....," Rendi tampak memelas.


Nay menghentikan langkahnya. Suara Rendi terdengar begitu sedih di telinga Nay, hatinya terenyuh, terasa sedikit sakit. Rendi belum melepaskan cekalan tangannya pada tangan Nayna.


Kemudian Nay berbalik, menatap Rendi, dan berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Rendi.


"Jangan kayak gini bang Ren.....," keluh Nayna sedih.


"Tolong Nay. Tolong bicara dengan abang, sekali ini aja....," pinta Rendi kembali.


Nay akhirnya meluluskan permintaan Rendi. Mereka sudah di sini, di tempat agak jauh dan tidak terjangkau keramaian. Mereka sudah duduk berdua di sini, di sebuah ujung taman dari gedung resepsi ini. Dan kemudian, hanya ada kebisuan lama membelenggu diantara mereka. Sebelum akhirnya Rendipun mengumpulkan hatinya untuk memulai bìcara.


"Beri abang satu kesempatan Nay. Hanya satu kesempatan saja," pinta Rendi memohon.


"Tapi bang. Bagaimana bisa....," elak Nayna.


"Sejak perpisahan kita. Sejak semua masalah yang mendera. Abang akhirnya sangat yakin, Naylah satu-satunya wanita di hati abang. Nay bukan cuma sekedar cinta pertama bagi abang, tapi cinta yang tidak pernah bisa abang lepaskan," jelas Rendi dalam keluh.


"Bagaimana Nay bisa memberi abang kesempatan. Karena Nay sudah bersama orang lain kini bang.....," ujar Nayna lagi membantah.


"Yahhh abang tahu. Setidaknya biar kita bersama sampai laki-laki itu mendapatkan kembali ingatannya," jawab tegas Rendi menatap Rania.


"Apaaa.....Maksud abang....," tanya Nayna terkejut.


"Darimana abang tahu jika Rizki kehilangan ingatannya? Jadi abang tahu hubungan Nay?" tanya Nay kembali sebelum Rendi sempat menjawab.


Rendi kembali menatap lekat wajah Nayna, menatap netranya dalam-dalam penuh kelembutan. Betapa makin cantiknya saat bisa menatapnya sedekat ini, bisik hati Rendi. Andai kita masih sama, sepasang anak manusia yang disatukan dengan sebutan sepasang kekasih, dalam alunan binar cinta yang membuncah di dada, mungkin sudah kukecup lembut bibir pink mungil yang merona itu. Rasanya ingin membelai lembut wajahmu itu dengan penuh nuansa cinta, Rendi sudah berpujangga, tetap menatap netra indah itu semakin dalam.


"Apa Nay lupa profesi abang. Menyelidiki laki-laki yang kini dekat denganmu, bukanlah perkara sulit bagi abang," jelas Rendi menangkap kebingungan dari pertannyaan Nayna padanya.


Nay terdiam. Benar saja, itu bukanlah hal yang mustahil. Rendi sangat bisa melakukan itu.


"Biarkan abang di sisimu, meski bukan sebagai kekasih. Beri abang kesempatan kali ini saja. Abang hanya ingin berada di sisi Nay, memperhatikan dan menjaga Nay, hanya sampai ingatan kekasihmu itu kembali," Rendi kembali mengajukan permintaanya.


"Lalu saat ingatan bang Rizki kembali. Apa yang akan abang lakukan,"tanya Nayna.


"Abang akan memberimu pilihan. Teruslah dengan kebersamaan kita. Atau kembali pada dia yang ingatannya sudah kembali. Abang akan menerima apapun keputusan Nay," jawab Rendi tegas.


Nay menelan salivanya kelu mendengar penuturan Rendi barusan.


"Dan bila ingatan bang Rizki tidak pernah kembali. Apa bang Rendi rela terus berada di samping Nay dengan cara seperti ini," pertanyaan Nayna kembali menyelidik.

__ADS_1


"Jika itu Nay inginkan. Abang tetap akan berada di sisi Nay, walaupun hanya sebagai bayangan," jawab Rendi kembali.


"Jangan suruh Nay memilih bang. Nay tidak akan bisa, memilih siapa diantara kalian berdua," keluh Nayna pelan, tapi kasih terdengar di telinga Rendi.


"Abang tidak meminta Nay memilih. Nay masih pada pilihan Nay untuk dokter yang amnesia itu. Abang hanya mengajukan permintaan untuk bisa terus berada di sisi Nay," bantah Rendi.


"Dan itu sama aja bang.....," jawab Nayna.


"Sangat berbeda Nay. Jalani hari-hari Nay seperti biasa bersama kekasihmu itu. Abang hanya akan jadi kekasih bayanganmu saja," Rendi kembali menatap netra indah itu.


Dia teringat lagu Kekasih Bayangannya Cakra Khan. Bukankah seperti itu akhirnya jalan yang Rendi ungkapkan pada Nayna. Syair lagu itu tiba-tiba terdengar syahdu dibtekinga Rendi kini.


Padamu pemilik


Hati yang tak pernah kumiliki


Yang hadir sebagai


Bagian dari kisah hidupku


Engkau aku cinta


Dengan segenap rasa di hati


Selalu 'ku mencoba


Aku tahu engkau sebenarnya tahu


Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu


Kau sembunyikan rasa cintaku


Di balik topeng persahabatanmu yang palsu


Kau jadikan aku kekasih bayangan


Untuk menemani saat kau merasa sepi


Bertahun lamanya kujalani kisah


Cinta sendiri


Mungkin memang benar


Cinta itu tak lagi berharga


Semua percuma


Bila engkau tak punyai harta

__ADS_1


Aku tahu engkau sebenarnya tahu


Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu


Kau sembunyikan rasa cintaku


Di balik topeng persahabatanmu yang palsu


Kau jadikan aku kekasih bayangan


Untuk menemani saat kau merasa sepi


Bertahun…..


Rendi menyerah. Dia mengalah untuk perasaan dan cintanya. Lebih baik jadi bayangan gadis ini, tapi bisa terus berada di sisinya. Ketimbang menjauh, jangankan bertemu, menjangkaunya saja sudah tidak mungkin. Demi kesalahan masa lalu, juga demi cintanya. Rendi memutuskan akan seperti ini. Walaupun terdengar sangatlah konyol, tapi bagi Rendi, bisa dekat dengan Nay kembali adalah sebuah keajaiban, juga sekaligus kebahagian.


"Beri Nay waktu bang ......," ujar Nay lalu melangkah kembali ke ruangan gedung resepsi. Ay pasti kebingungan memcarinya yang tiba-tiba saja menghilang, gumam Nayna.


Dan Rendi masih di sana, berdiri saja menatap pungung wanita tercintanya itu, hingga menjauh dan menghilang dari pandangannya. Tapi harum aroma tubuh Nay, rasanya masih tertinggal di sini. Aku masih bisa mencium aromanya, gumam Rendi kembali lirih.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiiii🖐🖐


Views tercintaahh🤩😍😘


Rendi bikin Author mewek😭😭😭


Author jadi ikutan galau kayak perasaan Nayna saat ini😔🙁☹😞😖


Mohon Vote Author🙏🏻


Like 👍


☆☆☆☆☆


Comentnya💬


Baca dan dukungannya juga tuk Novel Author yang lain🙏🏻


👇


☆ Cinta 90


☆ Mengejar Cinta Ustad


Salam Manis😊


Author

__ADS_1


__ADS_2