
"Assalamualaikum," sapa Nayla.
"Pak bos belum datang yah?" tanya Nayla kembali.
"Belum mbak Ay. Tapi udah dua hari ini pak bos nggak ke kantor," jawab si karyawan.
"Ohh gitu. Mungkin lagi dines, nggak bisa di tinggalin," balas Nayla tersenyum.
Nayla memang sudah lebih dari satu minggu ini tidak ke kantor bang Rendi. Laporan dari kantor bang Rendi, biasanya di email langsung ke Nayla. Karena sekitar satu minggu lebih ini Nayla sibuk di kantor mami bang Rendi. Persiapan weeding anak seorang pejabat setempat terpaksa menyita waktu dan tenaganya. Memfokuskan di kantor mami bang Rendi terlebih dahulu. Meakipun laporan kantor bang Rendi selalu di kerjakannya lewat kantor mami si abang saja.
"Bang Rendi biasa ambil laporàn ke kantor per berapa lama?" tanya Ay kembali.
"Biasanya satu minggu sekali pak bos pasti dateng ke kantor mbak. Kayaknya semenjak ada mbak Ay, pak Bos jarang ngantor. Mbak Ay kan udah menghandel semuanya. Mungkin pak bos malah bisa-bisa datengnya satu bulan sekali mbak," jawab Doni, sang Spv tersenyum ramah pada Nayla.
Nayla juga membalasnya dengan senyum.
"Kalu gitu Ay ke ruangan dulu ya mas Doni. Laporan udah di email semua kan," ujar Nayla.
"Siap. Udah semua mbak," jawab Doni hormat.
Nayla masuk ke ruangannya yang satu ruangan dengan bang Rendi. Ay mulai duduk di kursinya dan menyalakan laptop. Mulai mengerjakan semua laporan kantor bang Rendi yang memang selalu direkap dan diserahkannya tiap satu minggu sekali. Begitu seriusnya Ay hingga tidak memperhatikan ada seseorang yang dengan serius menatapnya dari ujung meja yang berhadapan tidak jauh dari meja kantornya.
Matanya terus menatap Nayla lekat. Menyusuri tiap jengkal tubuh gadis di hadapannya itu.
Wajahnya yang cantik, hidungnya yang mancung mungil, matanya yang besar dan indah. Jangan lupakan bibirnya yang terlihat ranum dan penuh itu.
Menuruni leher jenjang putih mulusnya. Tubuhnya yang imut dan tinggi, namun terlihat padat pada bagian-bagian tertentu itu begitu terlihat sexy dan menarik.
Kenapa aku baru menyadari kecantikan ragawi gadis ini, gumamnya tanpa melepaskan pandangannya sama sekali.
__ADS_1
Bahkan kembali teringat bagaimana cuek dan ketusnya dia selama ini pada gadis ini.
Ahhhh.....Rendi mendesah. Mengagumi dan menyukai ragawinya bukan berarti mencintai. Laki-laki tentu sangat menyukai memandang wanita cantik, gumamnya kembali membantah hatinya sendiri.
Tapi untung saja kini hubungan keduanya sudah menjadi lebih baik sejak mereka berdua terakhir bicara. Tentang Rendi yang memberikan waktu tiga bulan bagi Nayla untuk membuat Rendi bisa mencintainya. Dan tentang Nayla yang menantang Rendi akan membuatnya mencintai Nayla dalam waktu tiga bulan sesuai kesepakatan keduanya.
Waktu telah berjalan hampir satu bulan lamanya. Dan baik Rendi maupun Nayla, sudah berusaha saling membuka diri. Menerima tanpa syarat perhatian masing-masing untuk menumbuhkan cinta di hati keduanya.
Nayla merasa ada yang menatapnya sedari tadi segera mengalihkan pandangannya. Netranya bertemu dengan netra coklat yang meneduhkan itu. Tatapan keduanya saling mengunci meski terpisah jarak yang terpisah ujung bertemu ujung di ruangan tersebut.
Nayla terpesona, pada netra teduh yang menenggelamkannya itu. Apalagi body atletis itu berbalut seragam kepolisian yang menyentuh pas pada body sexy itu. Jangan lagi tanyakan wajah tampan yang sangat manis itu. Bahkan sudah sejak dulu Ay mengaguminya. Tanpa sadar Ay menyusuri wajah tampan laki-laki yang telah lama merebut hatinya itu.
Dan tanpa Ay sadari, sepasang mata teduh di ujung sana juga tengah menatap intens dirinya. Menyusuri tiap lekuk tubuh gadis yang semakin mempesona di matanya itu kini.
"Bang Ren sejak kapan datang?" pertanyaan Nayla tiba-tiba memutus kontak mata diantara keduanya. Menepis semua rasa dan pandangan yang membuat hasrat menjadi membuncah.
"Salah bang Rendi sedari kenapa diam saja sedari tadi. Mana Ay tahu jika abang ada di sini jika tidak menyapa," sela Ay tidak terima.
Rendi tersenyum mentap wajah Ay. Gadis itu terlihat lucu jika sedang marah begitu. Bibir mungilnya mengerucut. Mukanya terlihat kesal. Tapi di mata Rendi, Ay jadi terlihat imut dan sungguh menggemaskan.
Rendi merasakan hatinya mulai menghangat seketika.
Perasaan apa ini. Ada rasa bahagia yang membuncah. Membuat Rendi sekali lagi merasakan perasaan yang berbunga-bunga. Benarkah tidak akan sampai tiga bulan, gadis itu telah bisa membuat Rendi jatuh cinta.
Jatuh cinta. Benarkah ini cinta? Rendi tetap berusaha menolaknya. Mengusir pesona Nayla yang mulai menguasai hatinya. Gadis itu tampilan luarnya saja yang mirip Nayna. Aslinya mereka dua pribadi yang berbeda.
Ay itu tidak mudah menyerah. Dia tidak akan menerima penolakan. Penolakan Rendi sebelumnya akan perasaan Nayla, membuat gadis itu tidak menyerah untuk membuatnya jatuh cinta.
Dan kini baru berjalan satu bulan sejak kesepakatan itu, Rendi meradakan rasa yang berbeda dalam hatinya. Tapi pak polisi ganteng itu tetap berusaha menyangkal perasaannya.
__ADS_1
"Loh kenapa abang yang harus disalahkan. Ini perusahaan abang. Ini ruangan kantor abang. Salah sendiri, masuk ruangan tidak melihat lagi sekeliling," ledek Rendi kembali pada Nayla.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Hii readerku tercintahh😊😙😚
Author update kembali🙏🏻
Author janji akan update rutin jika Vote, Favorit & Like untuk Aurhor bertambah banyak🙏🏻✌🏻
Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻
Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻
Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love
Author Kesayanganmu 😗😙😚
WCU
__ADS_1