
Nayna dan Winda berniat bersantai sore itu melepaskan penat dari rutinitas mereka. Masih mengenakan baju kerja, dua gadis cantik itu sudah duduk santai di cafe langganan mereka sambil hendak memilih menu pesanan.
Tidak dipungkiri, kedua gadis cantik itu menjadi pusat perhatian pengunjung cafe hari ini yang sebagian besar laki-laki. Apalagi keduanya sama-sama cantik.
Nayna sangat cantik mengenakan terusan biru motif bunga-bunga kuning yang dilapisi blazer polos warna biru muda. Dia terlihat makin imut dengan rambut lurusnya yang tergerai indah. Hells tinggi sekitar 7cm yang dipakainya seakan memperlihatkan kakinya yang jenjang walaupun tingginya hanya sekitar 165cm an. Dia duduk dengan rilexnya di kursi cafe, kakinya yang dilipatnya ke pàha sebelah kaki kanannya terlihat membuatnya bertambah anggun.
Wajahnya yang imut, kulit kuning langsat, hidung yg tidak tidak terlalu mancung, matanya yang tidak terlalu sipit. Nay benar menggambarkan sosok cewek cantik korea seperti di film-film.
Winda, sahabatnya itu. Rambut panjang bergelombangnya sungguh sangat kontras dengan kulit putih cantiknya. Celana palazzo dengan model sedikit melebar pada bagian bawah berwarna Abu muda, dipadankannya dengan kemeja model body fit berwarna pink makin mempermanis penampilannya. Hells yang sama tingginya dengan yang dikenakan Nayna semakin memperlihatkan betapa jenjangnya kaki gadis yang tingginya sekitar 170cm itu.
Nayna dan Winda sudah menikmati minuman dan cemilan yang sudah dihidangkan di meja depan mereka. Sesekali canda dan tawa keluar dari bibir cantik mereka. Ada saja yang mereka bicarakan dan tertawakan. Suasana cafe yang tidak terlalu di tengah kota dengan beberapa pohon rindang di halaman cafe membuat suasana sore yang mulai temaram jadi begitu menyenangkan.
__ADS_1
Karena tempat suasana Cafe inilah yang membuat dua gadis itu menjadi langganan cafe ini semenjak mereka kuliah. Hingga saat ini, cafe inilah satu-satu tempat rehat mereka menghilangkan penat sehabis balik rutinitas kantor yang padat. Alunan lembut musik pop dari pemain musik di cafe itu membuat suasana bertambah makin romantis.
"Nay, suasananya cocok buat yang lagi pacaran," ujar Winda tertawa geli
"Ya udah anggap aja kita lagi pacaran Win," bisik Nay
"Iiihhh.....najis, gue masih normal tauu," balas Winda jijik
Sahabatnya itu memang sudah lama sekali tidak terlihat lagi jalan sama cowok. Nay rasa terakhir dia pacaran ketika mereka kuliah pertengahan semester, dan itupun udah lama banget.
"Iiihhhh.....amit-amit. Bukannya lo yang kecewa sama cowok akhirnya mutusin naksir gue," balas Winda dengan tawa tak kalah kerasnya.
__ADS_1
Lalu mereka berduapun makin tertawa mendengar candaan mereka barusan.
Sementara di sudut Cafe tampak seseorang memperhatikan mereka berdua. Dia menajamkan arah pandangannya. Setelah yakin pemuda itu berdiri dan hendak menghampiri keduanya.
"Nay, bahagia sekali sepertinya," sapa pemuda itu ketika tiba di meja yang ditujunya. Beberapa pasang mata terlihat iri, ketika pemuda itu ternyata kenal dengan dua gadis yang sedari tadi jadi pusat perhatian.
Seketika kedua gadis tersebut menghentikan tawanya. Nay menoleh ke arah orang yang memanggil namanya itu.
"Haii.....Bayu, di sini juga rupanya," balas Nay sumringah ketika dilihatnya sosok Bayu yang tadi menyapanya.
Sementara Winda sudah memalingkan wajahnya tidak suka. Aisss.....kenapa lagi harus berjumpa si wajah angker itu di sini, benar-benar membuat mood jadi hilang," gumam Winda dalam hati
__ADS_1
"Win, kau masih ingat Bayu kan," ujar Nayna pada sahabatnya itu. Winda cuma menganggukkan kepalanya tanpa bicara, ekspresi wajahnya masih tidak berubah, datar saja.