Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Rumah Winda


__ADS_3

Winda mulai melajukan mobilnya dengan perlahan. Diliriknya Nayna yang duduk di sampingnya. Winda masih mendengar sisa isakan tangisnya. Dan Winda membiarkannya saja.


"Win....ke rumah lo aja ya," ucap Nayna pelan.


Winda tampak menoleh, dia mengangkat alisnya seakan menanyakan kembali.


"Aku nggak mau mama ngeliat aku dalam keadaan kacau kayak gini Win. Aku nggak mau sampai mama tahu Win. Aku nggak mau mama kepikiran Win," jelasnya sendu.


"Okey Nay sayang. Lagian ibu juga lagi nggak ada di rumah, ngikut bapak dinas luar," balas Winda.


Gadis itu kemudian melajukan arah mobil menuju rumahnya.


"Win, mobilku masih di cafe." Nay teringat mobilnya.


"Gampang, udah ku suruh karyawan kantor nganterin ke rumah, lagian kuncinya juga ku titip temenku, dia pimpinan di cafe itu,"


"Makasih ya Win," tatap Nay sendu. Winda cuma tersenyum menanggapinya.


Mobil Winda sudah masuk pekarangan rumahnya. Setelah memasukkannya ke dalam garasi, Winda bergegas mengajaknya Nay masuk.


"Eh, non Nay," sapa bi Dila, pembantu rumah Winda.


"Bik, ibu sama bapak sudah nelp," tanya Winda


"Belum non," jawab bik Dila

__ADS_1


"Non sama non Nay mau bibik bikinin minum apa," tanya bik Dila lagi.


"Nay bikin teh anget aja, aku es jeruk bik," balas Winda sambil berlalu bersama Nay ke kamarnya.


"Bik, anterin ke kamar aja ya,"


"Asiiiapp non," jawab bik Dila


"Eaaaa si bibik, gaul amat yaakk," jawab Winda dengan tertawa. Dia memang sudah seperti keluarga dekatnya, karena ibu dan ayahnya selama ini selaku mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan orang.


"Nay, loe telepon bunda dulu gih. Ntar mobil loe udah nyampe orangnya belum, bunda jadi khawatir," ujar Winda sambil berlalu menuju kamar mandi.


Nay sudah terdengar nelpon bundanya.


"Win, bunda mau bicara," panggil Nay sebelum Winda sempat membuka pintu kamar mandi.


"Walaikumsalam. Win, Nay nginep sana ya sayang," balas bunda Nayna.


"Iya bun. Ibu lagi ngikut bapak dinas luar. Jadi Winda boleh ngajak Nay nemenin Winda sampe ibu sama bapak pulang ya bun," bujuk Winda


"Iya Win. Kalian berdua hati-hati ya di rumah. Bik Dila ada kan,"


"Ada bun. Oh iya kalau ada orang kantor yang bawa mobil Nay balik, sekalian minta tolong titip baju ganti Nay ya bun,"


"Itu di depan kayaknya baru nyampe orangnya Win," ujar bunda.

__ADS_1


"Ok. Bunda ngomong sama Nayna lagi ya, Winda mandi dulu ma," pamit Winda


"iya sayang," Winda mengembalikan handpone Nay.


Kemudian bergegas mandi. Badannya sudah terasa sangat lengket.


Winda udah keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.


"Seger banget Nay. Mandi gih sana,"


"Bajuku belum nyampe,"


"Pake bajuku dulu di lemari, daleman juga yang laci paling bawah itu baru, belum di pake," jelas Winda.


Tok.....Tok....Bik Dila masuk setelah mengetuk pintu.


"Non, minumnya," bik Dila meletakan minuman di meja sofa kamar.


"Makasih bibik," senyum Winda. Naynapun ikut tersenyum


"Bik, kalau ada karyawan yang nganterin baju Nay, ambil aja, bawak ke sini ya bik," ucap Winda lagi begitu bik Dila sudah permisi.


"Ok. Asiiapp non," ujar bik Dila mengacungkan dua jarinya di dahi yang sontak saja membuat Winda dan Nayna jadi tertawa.


"Bik Dila makin lucu aja Win. Gayanya kayak anak muda, sok gaul," Nay makin tertawa.

__ADS_1


Winda ikut tertawa sambil menatap sayang sahabatnya itu. Tertawalah Nay, lupain sementara masalah yang menderamu, batin Winda.


__ADS_2