Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Rizki Menyakinkan diri


__ADS_3

"Nay sayang, benarkah yang abang dengar," tanya Rizki menyakinkan diri.


Nayna mengangguk. Memberikan Rizki senyum termanisnya saat ini.


"Nay sudah sholat isikharah bang. Nay meminta petunjuk yang diatas, agar memberikan jalan keluar terbaik untuk pilihan Nay," jawab Nayna akhirnya pada pertanyaan Rizki.


Rizki memegang kedua tangan Nayna, menatap lekat netranya. Menyalurkan energi cinta yang kini sedang berbunga di hatinya.


"Terimakasih sayang, telah memilih untuk terus bersama abang. Abang janji pada Nay, apapun yang teejadi pada cerita hidup kita kelak. Yakinlah abang akan selalu berada di samping Nay. Mengggenggam erat tangan Nay tanpa sedikitpun nian ingin abang lepaskan," janji Rizki pada Nayna.


"Abang tidak perduli Nay. Biarpun amnesia, atau bahkan ingatan abang ini tidak akan pernah kembali. Abang akan memulai sendiri cinta ini, tentu dengan ingatan abang yang sekarang tentang Nayna," ujar Rizki kembali.


Nay sudah tampak berkaca-kaca. Hatinya menjadi semakin terenyuh. Nay berusaha keras agar setetespun air matanya tidak jatuh. Nay tidak ingin jadi lirikan atau malah tontonan pengunjung lain.


"Boleh abang bertanya?" ujar Rizki pada Nayna.


Nayna hanya menganggukkan kepalanya menyetujui.


"Kenapa Nay memilih abang? Karena jujur saja kalu sebelumnya abang sempat sangat merasa bahwa Nay akan memutuskan perasaan kita, dan kembali pada cinta masa lalu," keluh Rizki akhirnya.


Nay menghela nafas panjang. Menghembuskannya secara perlahan. Seakan ada beban sulit yang akan Nay hempaskan. Kemudian Nay menatap lekat netra lembut di hadapannya ini.


"Nay minta maaf bang. Kalau boleh jujur Nay belum berhasil melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu. Nay masih menyimpan sedikit cinta untuk bang Rendi," jawab Nay jujur dan berhati-hati.


Saat dilihatnya Rizki tidak menampakkan ekpresi apapaun, Rizki masih menatap Nay lembut dan mendengarkan penjelasan Nay. Membuat Nay kembali melanjutkan apa yang sejujur-jujur hatinya ingin katakan.


"Sebenarnya sejak berpisah, Nay sudah menutup pintu masa lalu yang ada di hati Nay. Tapi kemudian saat secara bersamaan ketika bang Ki memutuskan sendiri pertunangan kita, cinta itu datang kembali bersama bang Rendi,"

__ADS_1


"Semesta seakan memberi kesempatan. Bahkan memberi pilihan hingga cinta Nay mulai terbagi kembali," lanjut Nay menjelaskan.


Rizki masih terdiam. Dalam hati merutuki kesalahan yang telah diperbuatnya sendiri dengan melepaskan tunangannya, membuat celah besar laki-laki lain yang kemudian bisa berada di sisi Nayna.


"Nay pernah mencintai tapi terluka. Nay pernah tulus tapi dikhianati. Nay sudah memaafkan, walau akhirnya Nay kembali disakiti. Walau Nay juga sempat meragu bang. Betapa besar cinta bang Rendi pada Nay sejak dulu, betapa mempesonanya cinta pertama itu setelah sekian lama tidak berjumpa. Nay sempat gundah, menganggap semua adalah ujian dari cinta bang Rendi pada Nay. Nay hampir tidak bisa berfikir apalagi memutuskan. Nay menyesali dua perasaan yang hadir bersamaan di hati Nay kini," Nay menjelaskan panjang lebar.


Penjelasan yang mau tidak mau membuat Rizki harus menelan salivanya sendiri. Mendengarkan bahwa orang yang dicintainya ini memuji laki-laki lain dihadapannya. Bahkan dengan jelas-jelas membicarakan cinta mereka berdua.


"Beruntung Nay masih punya Allah di sisi Nay. Nay mengambil wudhu untuk sholat istikarah. Bahkan Nay mengulangnya hingga tiga kali berturut-turut, untuk menyakinkan diri kembali. Untuk memastikan hati Nay sendiri. Juga memantapkan bahwa inilah jalan yang akan Nay pilih. Inilah laki-laki yang bayangan seakan memberi Nay pertanda waktu itu. Dan laki-laki itu adalah bang Ki. Laki-laki yang dipilih Allah dalam sholat Nay," ujar Nay akhirnya tersenyum lembut masih menatap Rizki lekat.


"Maafkan Nay bang. Jika hati Nay sempat meragu. Jika cinta Nay sesaat terbagi," ujar Nayna tulus.


Rizki makin mengencangkan genggaman tangannya. Menatap lembut sang kekasih hati.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan sayang. Kalau mesti disalahkan, abanglah yang paling bersalah di sini. Melepaskan tunangan yang abang cintai, demi mencoba dekat dengan gadis lain. Abang sendirilah yang membuka celah masuknya laki-laki lain dalam hubungan kita. Maafkan abang yang terlambat menyadari. Bahwa berusaha mencari yang lain, yang abang fikir terbaik. Nyatanya cintanya abang sudah abang pilih sendiri,"


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiii views tercintaaahh🤩😍


Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗


Semoga Nayna berbahagia


Bersama pilihan dan cintanya🙏🏻


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"

__ADS_1


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍


Favo

__ADS_1


__ADS_2