Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Sekuel 2_Pembicaraan Berdua


__ADS_3

Entah sudah berapa kali keduanya mengulang kenikmatan yang sama. Rasanya tidak ada lelahnya bagi Rizki terus dan terus meneguk madu dunia yang sangat memabukkan sekaligus nikmat dan melenakan itu. Hingga akhirnya keduanya terkapar lelah, berbalut selimut berdua dengan masih saling berdekapan.


"Sayang.....," panggil Nayna pada Rizki.


"Hmmmm......," Rizki makin mengeratkan pelukannya pada Nayna.


Membiarkan tubuh telanjang Nayna masuk ke dalam pelukannya lebih erat. Kepalanya bersandar pada dada bidang Rizki.


Menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka berdua.


"Mau membicarakan Ay?" tanya Rizki sudah bisa menebak.


"Bang Ki nggak marah kan?" tanya Nayna takut-takut.


"Tentu saja abang marah. kau tahu sendiri kan sayang, abang paling tidak menyukai kalau kau membicarakan mantanmu itu," jawab Rizki kesal sambil menggigit telinga Nayna.


"Tapi jangan juga menggigit telinga Nay bang," sungut Nayna manja.


"Mana bisa abang marah kalau kamu sudah bersikap imut seperti ini sayang," Rizki makin mengetatkan pelukannya.


"Lagipula apa tidak ada laki-laki lain. Kenapa Ay harus menyukai laki-laki itu?" ketus Rizki geram.


Nayna mengangkat wajahnya dari dada bidang sang suami, menatap lekat netranya yang tak berjarak.


"Tidak ada yang tahu hati kita akan berlabuh pada siapa sayang," jawab Nayna diplomatis.


"Apakah aku bisa memiĺih ketika hatiku dulu jatuh pada pesona laki-laki ketus dan dingin seperti es balok ini," ujar Nayna memgingatkan Rizki kembali.


Rizki terdiam. Netra masing-masing saling menatap dalam penuh cinta.

__ADS_1


"Aku mengingatnya sayang. Bahkan saat harus berebut cinta dengan mantan kekasihmu itu," ujar Rizki kembali ke mode awalnya.


"Sayang kenapa yang kau ingat hanya bagian yang itu sih. Kan masih banyak memori perjalanan cinta yang telah kita lalui," Nayna kembali bersungut kesal.


Karena jika mengulang memori itu kembali. Otomatis Rizki akan kembali marah dan sangat cemburu. Rendi, tidak dapat dibohongi adalah satu-satunya laki-laki yang dicintai Nayna. Laki-laki itu adalah seseorang yang pernah sangat berarti di hidup Nayna. Dan Rizki sangat cemburu bahkan hingga detik ini pada laki-laki itu.


"Sayang, jangan bilang kalau kamu masih cemburu sama bang Ren?" Nayna memastikan.


"Aku bukan cemburu. Tapi tidak mau saja jika ĺaki-laki itu masih mencoba dekat denganmu,"


Hmmm....itu sama saja kalau masih cemburu, Nayna membatin.


"Sayang, jika benar bang Rendi dan Ay akhirnya bersama. Bisa dipastikan dia akan menjadi adik ipar kita. Sebaiknya buang jauh-jauh rasa cemburumu itu," nasehat Nayna pada Rizki.


"Kau sepertinya sangat yakin jika mereka akan bersama," sindir Rizki pada istrinya.


"Kau tidak mengenal Ay sayang. Walaupun dari luar Ay itu persis diriku, terlihat lembut dan sopan. Tapi Ay itu sesungguhnya keras. Ay tidak akan menyerah, apalagi berhenti hingga apa yang diinginkannya tercapai," jelas Nayna kembali.


"Tetap saja aku tidak akan membiarkan laki-laki itu mendekatimu," putus Rizki posesif setelah melepaskan ciumannya.


Nayna menarik nafasnya dalam, mencoba menghirup banyak oksigen ke dalam paru-parunya.


Berusaha diam saja membiarkan suaminya yang ternyata sangat posesif sekarang.


Karena memang kelelahan dengan aktifitas panas keduanya. Ditambah perdebatan yang tidak ada faedahnya. Perdebatan sia-sia yang tidak ada ujungnya itu malah berujung pada keputusan posesifnya Rendi. Membuat Nayna sudah tertidur dalam pelukan dada bidang Rizki.


Rizki mencium pucuk kepala Nayna. Dengkuran halus yang terdengar menandakan bahwa pemilik netra indah berbulu mata lentik itu telah tertidur pulas.


"Aku sangat mencintaimu sayang. Maaf jika tindakanku terlalu posesif. Maaf jika kau merasa tertekan dengan sikap dan tindakanku," gumam Rizki masih setia memandangi Nayna yang telah terlelap dengan nyenyak dalam pelukannya.

__ADS_1


Masih lekat dalam ingatan Rizki, bagaimana jalan yang harus dilaluinya bersama Nayna untuk bisa bersama. Hampir saja masing-masing mereka jatuh ke pelukan wanita dan laki-laki lain yang menginginkan cinta keduanya.


Rasanya tidak salah jika Rizki tidak dengan mudah membiarkan Nayna dekat dengan laki-laki tersebut. Karena Rizkipun telah menutup diri dan hatinya hanya untuk istrinya tercinta, satu-satunya wanita dalam hidupnya.


Tapi memikirkan Ay, adik kandung Nayna itu. Fikiran Rizki kembali gundah. Setelah sekian lama, ketenangan dalam rumah tangganya akan sedikit bermasalah. Karena mau tidak mau Nayna pasti memikirkan adiknya itu. Sebagai seorang kakak, Rizki tahu sekali betapa Nayna menyayangi keluarganya. Ayah, ibu dam adik-adiknya.


Tapi bukannya Ay dan Rendi tidak pernah bertemu lagi. Bagaimana bisa Ay berniat mengejar Rendi kembali, tanya Rizki berfikir.


Kenapa gara-gara laki-laki itu aku jadi terlalu banyak berfikir, gerutu Rizki kembali.


Hingga tidak terasa Rizki sudah ikut terlelap bersama Nayna. Tertidur dengan membiarkan dadanya menjadi sandaran kepala bagi istrinya tercinta itu. Mengistirahakan tubuh dalam pelukan damai orang terkasih.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Uwuuu bang Ki bikin Author baper😥😥


Membuat jiwa para jomblo jadi merona ronta terluka😭😭


Update kembali🙏🏻😊🤗


Jangan lupa dong Vote & Likenya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻



Novel Author yg lain👆


Baca juga kisah cinta dalam diamnya Rania mengejar sang ustad di Novel "Mengejar Cinta Ustad:🙏🏻


Kisahnya nggak kalah serunya sama kisah Nayna & Nayla di novel Love Or Be Loved👌🙏🏻

__ADS_1


Vote & Like juga yahh reader tercintahhh✌


Author kasih double kiss deh😗😙😚


__ADS_2