Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Menjadi Bayanganmu


__ADS_3

"Nay.....jangan berpaling. Biar abang bisa memandang wajahmu," ujar Rendi memaksa Nayna menatapnya dengan menyentuh ujung dagunya.


Nayna menatap Rendi. Menatap lekat netra coklatnya. Menatap lekat tatapan lembut yang menenggelamkannya itu.


"Sudah cukup lama rasanya abang tidak bisa menatap Nay sedekat ini," ujar Rendi sedih.


Nayna cuma terdiam, ikut terhanyut nada sedih dari suara Rendi. Memang cukup lama sejak hari itu, Nayna menghindar jauh. Memutuskan melepaskan


semua perasaannya pada Rendi. Berharap pada sosok lain yang akan menggantikan posisinya di hati Nayna.


"Maafin abang Nay....," ujar Rendi kembali.


Nayna masih terdiam. Menunggu Rendi meneruskan bicaranya, atau terhanyut oleh tatapan teduh netra coklat milik Rendi.


"Abang minta maaf, pernah menghianati cinta kita. Abang minta maaf, tanpa sadar pernah menyakiti hati Nay," mohon Rendi kembali.


"Nay berusaha melupakannya bang. Nay juga sudah memaafkan semuanya. Bukan cuma demi abang, tapi demi hati Nay sendiri." balas Nay akhirnya.


"Cinta abang tidak pernah berubah. Mungkin itu kesalahan yang selamanya akan abang pikul, selamanya akan selalu membayangi abang. Tapi perasaan abang tulus, tidak ada yang berubah Nay," jelas Rendi.


Nay kembali menatap lekat netra coklat di hadapannya ini. Berusaha mencari kebohongan dari semua kata-kata yang diucapkan Rendi barusan. Walaupun Nayna sendiripun tahu, bahwa Rendi tulus mencintainyà. Nay sangat tahu, cinta pertama mereka berdua itu nyata. Tapi tetap saja Nay berusaha mencari, adakah kebohongan di netra coklat itu.


"Terimakasih Nay. Terimakasih masih mengizinkan abang bisa berada di sisi Nay, meski hanya sekedar menjadi sebuah bayangan," ujar Rendi kembali tulus.


"Boleh Nay jujur bang....," ujar Nayna setelah beberapa saat.


Rendi mengangguk. Matanya tidak lepas dari gadis mungil di hadapannya ini.


"Nayna tidak bisa bohong kalau Nay memang belum sepenuhnya bisa ngelupain abang. Kalau ada yg bilang Nay belum juga move on mungkin ada benarnya," ujar Nayna jujur.


"Tapi cinta itu sudah berkurang kadarnya bang Ren," ucap Nay kembali.


Perkataan Nay membuat mata Rendi makin membulat tajam menatap Nayna.


"Nay mencintai bang Rizki, sejak menerimanya untuk berada di samping Nay bang. Kami berduapun sudah bertunangan, bahkan kalau kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin kami sudah lamaran untuk persiapan pernikahan. Dan itu benar, tidak dapat dipungkiri. Abang harus bisa menerima kalau hati Nay kini telah terbagi," jujur Nayna kembali menatap Rendi.

__ADS_1


"Hati Nay tidak lagi utuh untuk bang Rendi seperti dulu saat kita masih menjalin hubungan. Sebenarnya sejak awal bersedia menerima pertunangan dan rencana lamaran dari bang Rizki, Nay sudah bulat untuk melupakan abang. Menutup kisah kita, dan menggantinya dengan kisah baru bersama bang Rizki," jelas Nayna kembali.


Rendi terdiam. Berusaha mencerna atau malah menelan semua yang Nay katakan. Bagaimanapun Rendi harus menerima semuanya, karena semuanya bermula dari kesalahan Rendi sendirilah.


Kalau saja dulu Rendi tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain, walau dalam versi Rendi cuma sekedar iseng, bermain-main saja. Karena nyatanya keisengan dan main-mainnyalah yang akhirnya menjerumuskan Rendi sendiri. Menikahi wanita yang tidak pernah dicintainya. Meskipun berusaha untuk memulai sebuah pernikahan saat itu, tapi hati Rendi ternyata menjadi beku dan tidak tersentuh.


Kalau saja Rendi sadar tidak mencoba menyakiti Nay kala itu, mereka pasti masih bersama. Tidak akan ada Reyhan yang mencoba mengetuk hati Nayna. Atau Rizki yang saat sudah ada di separuh sisi hati Nayna kini. Ahhh, Rendi hanya bisa menyesali kebodohannya sendiri. Bagaimanapun rapuhnya hati Rendi menyumpahi kesalahannya, semua sudah terjadi, dan tidak akan mungkin bisa diulang kembali.


"Nay tidak bisa memilih. Antara bang Rizki atau bang Rendi. Nay bahkan tidak tahu meski bagaimana bang. Tolong ngertiiin Nay bang," pinta Nay akhirnya setelah Rendi hanya terdiam.


"Abang tahu, yang paling berat bagi hati Nay adalah saat Nay harus menghadapi kenyataan, meski memilih satu dari ibu kalian berdua. Baik mami bang Rendi, ataupun mom bang Rizki. Keduanya sama-sama menerima dan mencintai Nay seperti putri mereka sendiri. Naypun mencintai keduanya. Dan Nay sama sekali tidak bisa memilih bang," jujur Nay sendu, ada rasa sedih mendalam dari nada suara Nayna.


Rendi makin terdiam. Kini dia tahu betapa bersih hati gadis ini. Betapa cantik hati yang diciptakan Tuhan menjadi miliknyà, secantik wajahnya. Nayna gadis yang sangat baik, Rendi memahami semua dilemanya.


"Abang sudah mengatakan pada Nay. Abang hanya ingin ada di sisi Nay, walaupun cuma menjadi hanya sekedar bayangan," ulang Rendi kembali menatap mata lentik Nayna.


"Abang sadar bahwa abang berada di posisi yang salah. Masuk di antara hubungan pertunanganmu dan Rizki. Tapi abang juga tidak akan tidak akan memaksa Nay. Biarkan saja waktu yang akan jadi penentu kemana hati Nay akhirnya akan berlabuh," ujar Rendi mantap pada akhirnya.


"Saat ini abang menerima walaupun hanya sekedar menjadi bayangan Nay. Yang penting abang bisa berada di sisi Nay. Abang ada saat Nay butuh abang," tegas Rendi kembali.


Akankah Nayna menyadari. Bahwa Rendi adalah bayangan yang selalu di sisinya. Akan tetap ada saat Nayna membutuhkannya. Akankah Nay sadar hatinya tertaut dengan bayangan itu. Lalu inginkan bayangan itu selamanya. Atau bayangan itu akan tetap jadi sebuah bayangan saja. Selamanya.......


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hii🖐🖐


Views Tercintahh🤩😍


Akankah Nayna menyadari.


Bahwa Rendi adalah bayangan yang selalu di sisinya


Akan tetap ada saat Nayna membutuhkannya


Akankah Nay sadar hatinya tertaut dengan bayangan itu

__ADS_1


Lalu inginkan bayangan itu selamanya


Atau bayangan itu akan tetap jadi sebuah bayangan saja


Selamanya


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤

__ADS_1


__ADS_2