Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Satu Kamar Untuk Pertama Kalinya


__ADS_3

Setelah semua keluarga Reyhan maupun Karin pulang, rumah kembali sepi, hanya beberapa orang pembantu rymah orang tua Karin yang tampak sibuk membersihkan semua areal rumah. Dan tampak juga beberapa petugas catering yang masih mengurusi sisa-sisa meja catering yang belum tuntas.


Rey baru berniat memberi kode pada Karin untuk mengajaknya pulang ketika papa Karin mendekatinya.


"Kenapa kamu kode-kode an gitu sama Karin," tanya papa Karin.


"Apa kalian berdua juga akan pulang malam ini?" tanya papa Karin lagi.


"Tidak, kalian berdua harus menginap di rumah, besok pagi aja kalian pulang," mama Karin ikut menimpali.


Reyhan dan Karin langsung saling pandang.


"Sejak menikah, kalian itu tidak pernah menginap di rumah mama dan papa. Saat kehamilan Karin sudah empat bulan begini, sekalipun kalian belum pernah berkunjung, jadi kalian harus menginap malam ini," putus mama Karin.


"Baik mah...pah....Rey dan Karin akan menginap malam ini," putus Rey tidak enak hati.


"Ya udah. Kalian istirahat. Kamar Karin masih tetap sama dan selalu di bersihkan si mbok setiap hari," ujar mama Karin bahagia.

__ADS_1


"Karin ajak suamimu ke kamar. Kamu juga harus istirahat nak, jangan terlalu capak. Ingat kamu itu tidak sendiri, sekarang sudah berdua," jelas mamanya lagi.


"Ayo mas Rey kita istirahat," ajak Karin


Rey tertegun, ini kali keduanya Karin memanggilnya mas. Dulu Karin juga memanggilnya mas saat Rey mengantarkan Karin ke kantornya. Mungkin agar terdengar sopan di hadapan orang tuanya, pikir Reyhan.


Reyhanpun mengikuti langkah Karin menuju kamarnya.


"Mas bisa tidur di sofa kalau tidak mau satu ranjang. Karena aku tidak mungkin menyuruh bibi membersihkan kamar tamu, nanti mama dan papa akan curiga bila kita tidur terpisah kamar," ujar Karin.


"Tidak usah, biar kita tidur satu ranjang, toh kita hanya tidur, tidak melakukan apapun," balas Rey ketus.


Karin mengambil baju tidurnya dan masuk kamar mandi kamarnya.


"Ini pakaian tidur kamu Rey. Aku ganti baju dan membersihkan diri duluan," ujar Karin berlalu.


Setelah Karin masuk kamar mandi, Reyhan menuju tempat tidur, meregangkan otot-otot badannya sebentar sambil menunggu Karin. Rey juga merasakan badannya sudah lengket dan gerah hendak mandi.

__ADS_1


Ini kali pertamanya aku satu kamar dengannya, Reyhan kembali mendesah.


Belum sempat dia berfikir lebih jauh, tampak Karin sudah muncul dari kamar mandi.


Rey tertegun. Karin mengenakan baju tidur yang begitu sexy dan agak transparan. Dengan tali satu jari, bagian punggung belakangnya terbuka lebar hingga bagian pinggang, hingga memperlihatkan punggung belakang Karin yang putih mulus.


Dan lagi bagian depan dadanya membentuk V dan begitu rendah, mau tidak mau dua bukit kembarnya juga terpampang indah.


Benar-benar wanita ini, apa dia berniat menggodaku, ujar Rey geram.


Karin melangkah ke samping tempat tidur menghadap Reyhan. Dia tampak menunduk mengambil bajunya. Saat menunduk dua bukit kembar itu terpampang nyata di hadapan Rey, membuat Rey jadi menelan salivanya. Tapi belum sempat Rey menatapnya lebih lagi, Karin sudah mengenakan jubah tidurnya menutupi punggung dan bagian dadanya yang tadi terbuka.


Sial, aku sudah menjadi tegang hanya melihatnya. Rey mengambil handuk dan baju gantinya lalu bergegas masuk ke kamar mandi. Dia tidak mau Karin melihat sesuatu yang menyembul di bawah sana. Rey akan menuntaskannya saat mandi.


Setelah cukup lama sekitar tiga puluh menit karena harus menuntaskan hasratnya terlebih dahulu, Rey keluar dari kamar mandi dengan segar dan rambut basah. Rey mengeringkan rambutnya dan duduk di tepi tempat tidur. Dilihatnya Karin sudah tertidur pulas di ujung kanan tempat tidur. Tampak satu guling dan satu bantal telah di letakkan Karin di tengah-tengah tempat tidur sebagai pembatas.


Reyhan ikut merebahkan tubuhnya setelah mengeringkan rambutnya yang basah. Rey memiringkan badannya menghadap Karin yang juga tertidur miring menghadapnya. Reyhan menatap wajah cantik Karin, menyusuri wajahnya dari kening, mata, hidung lalu berhenti pada bibirnya. Kenapa aku baru menyadari kalau wanita ini sangatlah cantik, gumam Reyhan. Kemudian menyusuri tubuh sexy milik Karin. Biarpun perutnya sudah mulai sedikit terlihat, tapi Karin tetap kelihatan sexy, gumam Reyhan kembali. Bayangan sexy saat Karin memakai baju tidur transparantnya tadi kembali memenuhi kepala Reyhan.

__ADS_1


Ahhh, kenapa dengan hanya melihatnya saja, aku menjadi begini tergoda. Rey berusaha memejamkan matanya mengusir khyalan indah di kepalanya, membalikkan badannya agar tidak menatap Karin. Bisa gawat jika dia harus kembali menuntaskannya di kamar mandi lagi.


__ADS_2