
"Assalamualaikum.....,"
Nayla yang mendengar suara salam bergegas menuju pintu depan. Masih pagi sekali, siapa yang bertamu sepagi ini, fikir Ay dalam hati.
"Walaikumsalam......," sahut Nayla membuka pintu depan.
"Eee bang Rendi. Masuk bang....," tawar Ay tersenyum ramah.
"Makasih Ay....," Rendi masuk mengikuti Nayla dan duduk di ruang tamu.
"Mbak Nay udah berangkat ke kantor," tanya Rendi pada Ay, adik Nayna.
"Belum bang. Masih di kamar, mungkin mbak Nay masih bersiap-siap," jawab Nayla.
"Abang mau jemput mbak Nay yah....pagi-pagi udah ke rumah," senyum Nayla.
"Iya Ay. Takutnya Nay udah pergi kalau abang kesiangan," jawab Rendi balas tersenyum malu.
"Ay panggilin mbak Nay dulu ya bang....," ujar Nayla berlalu dari ruang tamu.
Tok...Tok...Tok....Nayla mengetuk kamar mbaknya.
""Mbak Nay......ada bang Rendi di depan," teriak Ay di depan pintu kamar.
Nay yang sudah selesai bersiap memakai setelan kantor, segera membuka pintu kamar.
"Bang Rendi, beneran Ay....," tanya Nayna lagi ragu.
"Iya mbak bang Rendi. Ay masih bisa bedain kok yang mana bang Rendi, yang mana bang Rizki," goda Ay pada Nayna.
"Ihhh....kamu ini dek," sungut Nayna.
Nayla cuma bisa tersenyum karena menggoda mbak Naynya.
"Ya udah, mbak ambil tas bentar, langsung ke depan," jawab Nayna akhirnya.
Naylapun berlalu dan menuju meja makan.
"Siapa Ay....," tanya bunda begitu Ay sudah duduk di meja makan
"Bang Rendi bun. Takut mbak Nay udah ke kantor. Pagi-pagi udah di rumah orang," ledek Ay tersenyum.
"Husstt kamu itu Ay. Di denger orangnya nggak enak," marah bunda.
"Hehehehh....bercanda bunda sayang," bela Nayla sambil tersenyum manis.
"Sana ajak mbakmu sama bang Rendi sekalian sarapan," perintah bunda ketika Ay baru saja sudah mengisi piring nasi goreng sarapannya.
"Ay, udah isi piring sarapan Ay bun. Suruh Kay ajalah," jawab Ay malas.
Kayla yang baru nyampe meja makan langsung memeloti mbak Ay.
"Kay...ayo sana panggil mbakmu sama bang Rendi dulu nak," perintah bunda lembut.
Mau tidak mau Kaylapun menuruti perintah bunda untuk memanggil keduanya sarapan.
Sementara Ay sudah berdiri di ruang tamu melihat ke arah Rendi yang sudah duduk manis di sofa ruang tamu. Rendi yang melihat kedatangan Nayna langsung tersenyum menatap wajah cantik sang pujaan hati.
Kamu cantik banget sih Nay. Andai beberapa tahun yang lalu abang tidak pernah melakukan kesalahan dan menyakitimu. Kita sekarang sudah menjadi pasangan halal yang berbahagia. Dan abang tidak akan mungkin terjebak dalam hubungan cinta rumit ini, keluh Rendi dalam hatinya.
__ADS_1
Sementara Nayna yang ditatap begitu dalam menjadi salah tingkah. Bang Rendi selalu tahu saja, kalau Nay selalu lemah dengan tatapannya. Netra coklat milik Rendi itu, selalu menenggelamkan Nayna dalam lautan biru samudera cinta yang dalam. Ingatan indahnya akan cinta pertama masih terpampang nyata dalam benak Nayna.
"Bang Ren. Tumben pagi-pagi gini udah ke rumah?" tanya Nayna menepis netra coklat tenang itu.
"Kan abang udah bilang ke pesan whatsapp semalam mengenai tender dari teman abang,"
"Iya, trus hubunganya apa?" tanya Nayna kembali.
"Abang sengaja jemput Nay, biar sekalian abang antar ketemu teman abang itu," jawab Rendi santai.
"Kan Nay bisa ketemu sendiri bang. Nay udah biasa kok ngurus tender sendiri," elak Nayna.
"Kalau sama abang biar semua jadi lebih gampang dan mudah," jawab Rendi tersenyum manis.
Belum sempat Nay menjawab, Kayla sudah menyampaikan perintah bunda.
"Mbak Nay sama bang Rendi dipanggil bunda sarapan,"
Lalu Kaylapun kembali menuju meja makan.
Nayna cuma bisa geleng-geleng kepala melihat adik bungsunya itu. Dan Rendi tersenyum menatap Kayla membuat Nayna curiga.
"Bang Ren kenapa senyum-senyum sendiri gitu?" tanya Nayna lagi.
"Bener kata Riko, kalau Keyla itu mirip banget sama kamu Nay. Kay itu kamu versi tomboynya," ujar Rendi tersenyum.
"Iya sih, banyak yang bilang gitu bang. Kami itu ibarat kembar yang beda sifat," Nayna ikut menanggapi dengan senyum.
"Kalau Ay memang nggak terlalu mirip, tapi sìkap dan pembawaànya persis banget kamu," ujar Rendi lagi.
"Bang Ren sok tahu," ejek Nayna.
Ay ketemu bang Rendi. Kok anak itu nggak cerita, batin Nayna.
"Ayo bang sarapan. Ntar bunda udah ngomel-ngomel," ajak Nayna.
"Bunda itu sama kayak kamu. Nggak mungkinlah ngomel," pandang Rendi kembali tersenyum.
Nayna dan Rendipun melangkah ke dalam menuju ruang makan.
"Nay....Rendi....ayo duduk sarapan," ajak bunda begitu keduanya muncul di ruang makan.
Nayna dan Rendi duduk persis di samping Ay, sementara Kayla dan bunda di hadapan mereka.
"Ayah ke mana bun?" tanya Rendi.
"Biasa Ren. Lagi dinas di luar kota," jawab bunda mengambilkan piring keduanya.
Nayna lalu mengambilkan nasi goreng ke piring Rendi dan juga piringnya sendiri.
"Bang cukup...," tanya Nayna pada Rendi.
"Cukup Nay....makasih yah," jawab Rendi menerima sepiring nasi goreng dari tangan Nayna.
"Rendi jadi numpang sarapan nih bun," ujar Rendi malu.
"Kamu itu Ren. Kayak orang lain aja. Mami kamu itu bukan cuma temen tapi udah kayak sodara sendiri bagi bunda," jawab bunda pada Rendi.
"Kode tuh bang, jadi bisa sering sarapan kemari," ledek Kayla pada Rendi.
__ADS_1
Yang diledek cuma bisa tersenyum malu, tidak enak hati.
"Dasar Kay....," jawab Nayna pada adik bungsunya.
"Makan itu pelan-pelan. Kayak mau direbut orang aja," ujar Nayna lagi pada adiknya.
"Kay kan nggak kayak mbak Nay sama mbak Ay. Makan aja ribet, sok cantik," ledek Kayla yang membuat Rendi tersenyum.
"Kay udah, nggak baik ribut di depan makanan. Lagian nggak malu coba sama bang Rendi," cegah bunda.
"Kalau sama bang Rendi Kay nggak malu bun. Malunya sama Riko," ejek balik Nayna.
"Aduin aja bang sama Riko. Kayak gini nih perilaku aslinya Kayla, rada bar-bar dikit," kali ini Ay ikut mengejek Kayla.
Sementara Kayla jadi berubah setelah kedua mbaknya menyebut nama Riko. Mulutnya jadi terkunci.
"Nggak berani Kay mbak. Udah disebut nama pawangnya," ujar Ay membuat keduanya tertawa ngakak.
"Tapi kalau mbak sama bang Rendi, Kay sama Riko, enak banget yakk.......iparnya sodaraan. Mestinya mas Bayu jangan meried sama mbak Winda, tapi sama Ay saja. Jadi pas.....kita tiga saudara, tiga iparan," ujar Ay asal membuat semua kembali tertawa.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hii🖐🖐
Views Tercintahh🤩😍
Rendi dan Rizki
Keduanya makin menguji cinta Nayna???
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1