
"Tapi mami masih tidak habis berfikir. Bagaimana bisa Mei dan Lisa bersekongkol melakukan hal tersebut," mami masih meragukan.
"Mereka berdua tampak seperti gadis baik. Mereka cantik, sopan santun, lembut, ramah, bahkan mami lihat sangat mencintai kalian berdua," keluh mami lagi pada kedua putranya.
"Itulah kenapa kita jangan menilai orang hanya dari luarnya saja mi," balas Bayu
"Mangkanya ada ungkapan Don't Judge A Book By It's Cover, penampilan luar bisa menipu mi," ujar Bayu lagi.
Mami dan Rendi tampak diam menyetujui omongan Bayu barusan. Dua orang gadis yang mendekap di penjara itu adalah buktinya. Kecantikan luar mereka tidak mencerminkan kalau hati mereka juga cantik.
"Dek, emangnya loe dan Lisa udah putus," tanya Tensi tiba-tiba. Dia masih penasaran kenapa Lisa bisa menyetujui ajakan Mei bekerja sama.
"Iya bang, sebenarnya gua udah lama putus dari Lisa. Gadis itu selingkuh di belakang gua. Mana mau gua bang model cewek tidak setia kayak gitu," jelas Bayu
"Bukannya mami liat kalian baik-baik aja selama ini. Kapan Lisa selingkuhnya dek," mami ikut penasaran
__ADS_1
"Waktu Bayu dipindah tugas satu tahun ke Kalimantan mi. Temen-temen Bayu di sini udah sering banyak yang lapor sering liat Lisa berduan sama cowok laen. Cuma karena Bayu nggak punya bukti. Bayu juga nggak mau suuzon mi, siapa tahu mereka memang teman baik," jelas Bayu
Mereka sudah sama-sama tidak lagi terlihat emosi. Hari ini lagi-lagi karena Nayna, karena gadis itu mereka berdua jadi bisa duduk seakrab ini mengobrol bersama maminya. Hal yang sudah lama banget tidak pernah dilakukan lagi oleh kedua pemuda itu.
Mamilah yang disini tampak lebih bahagia. Rasanya sudah lama sekali dua orang putranya ini tidak lagi pernah bersamanya seperti ini. Apalagi Rendi, sejak perceraiannya itu, putra sulungnya itu menjadi jauh lebih dingin, lebih cuek dan lebih kasar.
Tiba-tiba mami tidak dapat menahan air matanya.
"Mi...kenapa mami nangis," tanya Bayu melihat maminya sudah bersedih. Sementara Rendi yang memang lebih dingin, hanya melihat saja maminya itu.
"Ren, bagaimana Nayna. Apa dia sudah berhasil melupakan kejadian buruk itu," mami teringat Nay lagi.
"Awalnya sulit mi. Satu bulan lebih Nay mengurung dirinya di kamar, tidak mau di temui siapapun. Aku yang sering ke sana paling cuma bisa menemui tante Meli aja," Rendi mengenang.
"Nayna mami yang cantik, yang manis, yang baik. Untung saja sampai tidak terjadi kejadian perkosaan itu," mami kembali bersedih.
__ADS_1
"Baru berapa bulan ini Nay bisa sedikit melupakan kejadian buruk itu. Dia berusaha keras untuk bangkit dan tidak terpuruk. Itulah kenapa tante Meli merahasiakan kejadian ini, bahkan dia tidak ikut campur pada dua orang wanita tersangka agar tidak semakin membebani Nay. Nay juga memutuskan menyerahkan semuanya pada yang berwajib," jelas Rendi kembali.
"Nay menjadi sangat paranoid sekarang, dia tidak pernah berani kemana-mana sendiri," tambah Rendi
"Itulah sebabnya kenapa sampai sekarang Nay tidak pernah pergi keluar sendiri. Kemanapun dia selalu bersama Winda sahabatnya," tanya Bayu
Rendi menganggukan kepalanya menyetujui pendapat Bayu, adiknya.
"Berarti saat kemarin Nay ke rumah nganterin oleh-oleh dari tante Meli, itu pertama kalinya dia pergi sendiri," tanya Bayu lagi. Rendi menoleh pada adiknya curiga
"Aku sudah mengetahuinya semua bang. Winda sudah bicara semua apa yang kau lakukan pada Nayna kemarin. Kau bukannya memilih bicara baik-baik menyelesaikan masalah, malah membuatnya memilih untuk benar-benar menutup hatinya bang," sindir Bayu
Rendi mengusap wajahnya dengan tangan, kemudian meremas rambutnya. Laki-laki itu tampak semakin kacau mendengar penjelasan Bayu barusan.
Mami hanya diam. Dalam hatinya dia bedoa dan berharap. Semoga Nay bisa memaafkan Rendi dan membuka hatinya kembali. Dan semoga Bayu juga menyadari perasaannya pada Winda, sahabat Nayna itu. Sebagai seorang ibu yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, mami sangat mengerti isi hati kedua putranya itu.
__ADS_1