Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Apa Memang Tidak Ada Harapan Lagi Bagi Rendi


__ADS_3

Nay sudah berniat melangkah pergi, saat tangan Rendi menahannya.


"Nay....aku cuma ingin bicara, tidak lebih.....," ucap Rendi sendu.


Hati Nay langsung berdetak, nada lemah dan putus asa dari suara Rendi menyakiti Nayna.


Nay terdiam, melepaskan tangan Rendi yang menyentuh tangannya. Memutuskan menyetujui keinginan Rendi untuk bicara.


Keduanya mengambil kursi agak sudut, agar lebih enak saat berbicara, tapi dari sana mereka bisa masih melihat dengan bebas suasana. Mereka bahkan melihat Riko dan Nayla tengah asyik mengobrol, entah pembicaraan apa yang membuat cerita mereka seaakn seru sekali tampaknya.


"Kamu apa kabar Nay?" tanya Rendi beberapa saat kemudian ketika mereka saling terdiam untuk beberapa saat.


"Alhamdulillah baik bang," jawab Nayna pendek.


"Abang sudah lelah mencarimu Nay. Abang tidak menemukan keberadaanmu, bahkan abang sering datang ke rumah lamamu, dan berharap menemukanmu di sana. Abang hanya ingin meminta maaf, maaf untuk semua luka yang pernah abang goreskan," ucap Rendi masih terlihat sendu.


Rendi menatap Nayna yang tampak menunduk masih saja. Kamu semakin cantik saja Nay. Gaun merah ini sangat terlihat serasi di kulitmu. Bahkan kau tampak benar-benar seperti seorang putri. Gaun merah itu begitu pas dan cantik di tubuhmu. Andai kau tahu Nay, abang sangat merindukanmu, keluh Rendi di dalam hati.


"Nay sudah memaafkan bang Rendi. Bahkan Nay sudah melupakan semuanya," jawab Nay pasti.


"Tetap saja abang ingin langsung meminta maaf pada Nay. Abang ingin Nay tahu. Tidak sedikitpun ada niat di hati abang untuk menyakitimu. Bahkan kalau abang boleh jujur, bahkan sampai detik ini, perasaan dan cinta abang tidak pernah berubah sedikitpun untuk Nay," Rendi mengungkapkan semua perasaannya. Semua yang ingin dia katakan pada Nay selama ini.


"Tapi semua sudah tidak ada artinya bang. Semuanya sudah terlambat kini," Nay langsung memutus perasaan yang tiba-tiba kembali membuncah itu.


Sesaat mereka kembali terdiam. Rendi merasakan sakit mendengar apa yang dikatakan Nayna barusan. Sedari dari gadis ini menjawab pendek dan ketus menjawab semua pertanyaannya. Sepertinya Nay memang sengaja memperlihatkan pada Rendi. Bahwa Nay sudah memutus perasaannya sendiri, sekaligus memutus harapan Rendi akan perasaannya. Nay sudah menganggap semuanya sudah tidak berarti apa-apa lagi. Dengan kata lain Nay mencoba mengatakan kalau tidak ada lagi kesempatan mereka untuk bisa bersama. Tidak ada lagi celah untuk cinta itu bagi mereka berdua.


"Abang tahu Nay. Kesalahan abang teramat besar padamu. Kesalahan yang tidak akan mungkin bisa dilupakan. Dan yang akan menjadi penyesalan seumur hidup abang adalah karena abang pernah menyakitimu. Abang tidak akan pernah bisa melupakan kesalahan abang itu, tindakan bodoh yang pernah abang lakukan pada gadis yang sangat abang cintai," keluh Rendi kembali pelan.

__ADS_1


"Andai Nay tahu abang begitu merindukan Nay....," sambung Rendi lagi pelan hampir tidak terdengar.


Seketika Nayna menatap Rendi. Menatap wajah mantan kekasih yang teramat dicintainya dulu. Laki-laki sekaligus cinta pertama dalam hidup Nayna. Bang Rendi tidak berubah, wajahnya masih tampan, body tinggi altelis yang menjadi daya tariknya, malah semakin membentuk saja. Senyum dan tatapan elangnya itulah yang sangat amat disukai Nayna. Mata dan senyum itulah yang dulu menenggelamkan Nayna di dalamnya. Di dalam kubangan asa akan manisnya sebuah cinta. Ah, andai bang Rendi tahu, Naypun juga rindu. Rindu yang bahkan tidak dapat dituliskan dalam kata-kata. Rindu yang sudah tidak bisa lagi untuk dikatakan. Rindu yang memang sudah seharusnya tidak ada lagi. Kerinduan itu seperti ini memang menyakitkan bang, keluh Nayna dalam hati.


"Bagaimana hubungan Nay dengan dokter itu," tanya Rendi kembali.


"Bagaimana abang bisa tahu hubungan Nay," tanya Nay heran.


"Abang tahu dari Winda. Abang bicara padanya, saat abang mendengar bahwa Nay akan datang ke pernikahan mereka berdua," jelas Rendi.


"Ahhh Winda....," keluh Nayna.


"Winda nggak salah Nay. Abang yang maksa dia memberi informasi tentang dirimu. Karena abang ngotot akan tetap kembali mengejarmu," Rendi tertunduk.


"Tapi sepertinya tidak ada lagi harapan bagi abang. Sudah ada laki-laki lain di samping Nayna. Laki-laki yang pasti jauh lebih baik dan lebih sempurna daripada abang. Kenyataan ini sebenarnya sangat menyakitkan bagi abang Nay. Tapi sekali lagi ternyata takdir Nay bukan bersama abang," Rendi kembali menatap Nayna.


Nay terdiam. Hatinya kembali bimbang. Memang benar ada dokter Rizki kini disampingnya. Menawarkan cinta serius yang berjanji akan indah nanti, walau akhirnya kecelakaan itu menghambat semua rencana indah mereka.


"Walaupun abang tahu semuà sudah terlambat. Tapi sekali lagi bolehkah abang bertanya. Apa memang sudah tidak ada harapan lagi bagi abang Nay?" ucap Rendi menatap Nayna penuh harap.


"Mbak Nay....ayo makan dulu. Mbak Nay baru sehat, nanti sakit lagi," tiba-tiba Ay adik Nay menghampirinya.


"Maaf ya bang Ren. Ay mau ajak mbak Nay makan dulu. Ay takut mbak Nay nanti sakit lagi kalau sampai terlambat makan. Mbak Ay itu baru saja sehat seminggu ini," Ay mengajak Nayna pergi dan menjelaskan pada Rendi.


Nayna mengikuti saja langkah Ay membawanya menuju meja hidangan. Sesekali Nay masih menolehkan wajahnya menatap Rendi. Rendi hanya bisa menatapnya saja, hingga Nay sudah berada jauh dari pandangannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Hiii🖐🖐


Views tercintahhh🤩😍😘😘


Kalau suka Novel "Love Or Be Loved"


Jangan Lupa Dukungannya yah🙏🏻


Vote Author🙏🏻


Jangan Lupa Like👍sehabis baca up nya


Jadiin Favorit ❤ Jika suka kisah Nayna


Satu lagi jangan Lupa ☆☆☆☆☆ yah🙏🏻


Kalau makin banyak Dukungan untuk Author


Author akan usahain untuk up tiap hari min 2 episode🙏🏻✌😊


Baca juga Novel Author lainnya


👇


☆ Cinta 90


☆ mengejar Cinta Ustad

__ADS_1


Salama Manis😊


Author😘


__ADS_2