Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Honeymoon Part 4


__ADS_3

Nayna menggeliat membuka matanya, sinar matahari sudah sedikit mengintip dari celah gorden jendela hotel. Nayna hendak beranjak menuju kamar mandi. Selimut sudah ditariknya menutupi tubuhnya hingga dada. Tapi saat hendak melangkah, Nay berdesis, merasakan sakit pada bagian intinya.


"Awww....." teriaknya menahan sakit.


"Sayang....," panggil Rizki yang juga baru saja membuka matanya.


Pergerakan Nayna mengusik tidur Rizki. Teriakannya barusan memaksa Rizki membuka matanya.


"Sayang, apakah sakit?" tanya Rizki kembali bergegas duduk.


Kemudian mengambil boxer dan memakainya lalu mendekati Nayna yang sudah di ujung tempat tidur.


"Biar kugendong sayang. Mau ke kamar mandi kan?" ucap Rizki kembali.


Rizki melepaskan selimut Nayna dan hendak menggendongnya, tetapi cepat di cegah Nayna.


"Bang Ki....Nay malu....," sungutnya manja.


Rizki tersenyum. Istri tercintanya ini selalu saja masih memanggilnya abang. Kadang dia lupa untuk mulai memanggilnya sayang seperti panggilan Rizki untuk Nayna sekarang.


"Kenapa meski malu sayang. Lagipula apa yang belum kulihat dan kusentuh," ujar Rizki sambil mengerling genit pada Nayna.


Nayna bersemu merah mendengar ucapan Rizki.


"Jangan mesum deh bang Ki....," sungut Nayna kemudian.


"Bang...Nay malu. Ambilin baju handuk aja," pinta Nayna memelas.


Setelah memakai baju handuknya, Rizkipun menggendong Nayna ala bridel style. Tubuh Nayna yang mungil digendong dengan mudahnya oleh Rizki yang memang berpostur tubuh tinggi besar itu. Naynapun dengan wajah bersemu merah menahan malu dan membenamkan kepalanya di dada bidang Rizki.


"Sayang mau dibantu mandinya?" tanya Rizki kembali.


"Nggak bang. Biar Nay sendiri aja. Sana abangnya....," usir Nayna pada Rizki.


Rizki kembali tersenyum menatap pintu kamar mandi yang sudah di tutup Nayna.

__ADS_1


Tapi sudah hampir setengah jam, istrinya itu belum juga keluar. Apa Nay ketiduran yah, fikir Rizki.


Rizki kembali melangkahkan kakinya membuka pintu kamar mandi. Untung saja Nayna tidak menguncinya dari dalam. Rizki terbelalak. Dan benar saja seperti dugaannya. Nayna masih berendam di dalam bathtub dengan mata terpejam dan menyenderkan kepala di ujung bathtub.


Rizki mendekat, mencelupkan tangannya ke dalam bathtub. Air hangat dengan taburan mawar dan juga aromaterapi yang di tuangkan dalam bathtub ini memang benar-benar merilekskan. Wajar saja jika Nayna sampai tertidur.


Semoga Nay menjadi lebih segar dan sedikit menghilangkan rasa sakitnya setelah berendam, ucap Rizkì dalam hatinya.


Tapi jika terus berendam lebih lama, nanti bisa-bisa malah masuk angin, fikir Rizki kembali.


Rizki menggendong Nayna kembali. Istri cantiknya itu terlihat benar-benar kecapekan. Nayna cuma menggeliat sebentar, tidak juga terbangun meski Rizki sudah menggendongnya kembali.


Bahkan saat Rizki memakaikan baju tidur tipis pada Nayna, istrinya itu masih tetap tertidur.


Tidurlah sayang. Beristirahat, kita akan melanjutkan kembali besok saat tubuhmu sudah segar kembali, ucap Rizki mengecup kening Nayna lembut.


Kemudian menaikkan selimut hingga menutup sebatas leher Nayna. Ditatapnya lekat wajah mungil yang sudah mengatupkan lekat kedua matanya itu.


Rizki membelai lembut pipi Nayna. Lagi-lagi Nayna cuma menggeliat tanpa membuka matanya sedikitpun.


Aku baru tahu jika sudah tidur kau benar-benar sudah tidak sadar begini sayang, ucap Rizki kembali tersenyum.


Rizki mendekatkan wajahnya pada Nayna. Mencium lembut bibir mungil sexy itu. Bibir itu benar-benar terasa begitu manis. Membuat Rizki bukan hanya sekedar mencium saja. Rizki sudah mulai ******* bibir pink manis itu. Menyesap kemudian menghisapnya.


Aggkhhh......Nayna mendesah dalam tidurnya, tetapi tidak juga membuka kedua matanya. Dalam tidurnya Nayna bermimpi sedang berciuman mesra berdua suaminya. Mimpi yang sebenarnya adalah nyata.


Rizki menyesap dalam kembali sebelum melepaskan pagutannya. Jika Rizki meneruskannya, dia tidak akan bisa menahan juniornya yang sudah bangun sedari tadi ingin masuk kembali kedalam sangkarnya. Lalu kemudian Rizki berdiri menuju kamar mandi, membersihkan diri sekaligus melepaskan pelepasan yang tidak bisa tersalurkan saat ini.


Setelah cukup lama. Rizki keluar dari kamar mandi, memakai boxernya dan bertelanjang dada. Rizki naik ke atas ranjang, memutuskan berbaring di samping Nayna. Masuk ke dalam selimut yang sama kemudian memeluk erat Nayna. Merasakan kulit mereka yang kini sudah menyatu. Karena memang Rizki bertelanjang dada, sedangkan Nayna dipakaikan Rizki tadi piyama tipis tanpa dalaman.


Keduanyapun sudah mengistirahatkan tubuh mereka. Nayna malah lebih mendekat ke dalam dekapan Rizki mencari kehangatan. Dada bidang perut kotak itu benar-benar menjadi tempat ternyaman Nayna menyadarkan kepala dan merapatkan tubuhnya. Keduanyapun melanjutkan tidurnya kembali.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Karena kesibukan Author✌

__ADS_1


Mohon maaf jika baru bisa update🙏🏻


Author akan berusaha untuk selalu bisa up per harinya🙏🏻✌


Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘


Karena Author juga meski membagi untuk up novel Author yang satu lg.


Novel "Mengejar Cinta Ustad" yang saat ini mengikuti Kontes Menulis Novel "You Are A Writer S4"


Mohon baca dan dukungannya juga🙏🏻🤩😍


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Rate 5


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan

__ADS_1


👇


Vote, Like, Favorit, Coment & Rate 5


__ADS_2