Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Ketegangan Antara Rizki & Rendi


__ADS_3

"Lepaskan Nay.....," ancam Rizki pada Rendi.


Hari ini Rizki sengaja menenui Rendi untuk meminta penjelasan laki-laki itu. Mereka sengaja janjian bertemu siang ini. Membicarakan persoalan hati ini dengan kepala dingin, semoga bisa. Rizki sudah memutuskan, akan mendapatkan Naynanya kembali.


"Apa yang anda maksud dengan lepaskan....," tanya Rendi datar.


"Rasanya saya tidak perlu menjelaskan karena anda sudah tahu hubungan saya dan Nayna. Karena Nayna adalah tunangan saya, jadi saya minta anda melepaskan Nayna Jenderal," jawab Rizki tegas.


"Kalau saya tidak mau. Anda mau apa dokter Rizki?" Rendi mengancam balik.


"Dan yang anda perlu tahu dokter, adalah apakah Nay masih menganggap anda tunangannya, setelah anda sendiri yang melepaskannya, membebaskannya bersama laki-laki lain," jawab Rendi kembali dengan tegas.


"Itu adakah permasalahan saya dengan tunangan saya Jenderal. Anda tidak perlu ikut campur, kami berdua yang akan menyelesaikan permasalahan kami sendiri. Anda hanya cukup menjauh saja," jawab Rizki.


"Anda tidak mau melibatkan saya dokter Rizki. Sementara pada kenyataannya saya bukan hanya sudah terlibat, saya menjadi salah satu aktor dari kisah drama ini," senyum Rendi sinis.


"Anda bukan siapa-siapa di sini. Posisi anda hanyalah seorang mantan kekasih. Masa lalu yang sudah dibuang Nayna. Sesuatu yang sudah dibuang tidak mungkin lagi berhargà," ujar Rizki kembali dengan kilatan penuh amarah.


"Dulu saya mungkin hanyalah masa lalu yang sudah dibuangnya karena sudah tidak berharga," jawab Rendi tersenyum.


Rendi terbiasa menghadapi orang-orang yang jauh lebih ketus dan penuh amarah macam Rizki. Berbagai karakter manusia sudah ditanganinya. Kepolisian sudah menempa emosi dan mentalnya selama ini. Itulah sebabnya Rendi lebih bisa bersikap tenang dan masih menunjukkan senyumnya, jika dibandingkan Rizki yang mudah tersulut emosi.


Sebenarnya Rizki juga sadar, siapa laki-laki yang dihadapinya ini. Walaupun Rizki juga mencoba untuk tenang dan berbicara dengan kepala dingin, tetap saja emosinya masih tersulut, walau masih bisa dikendalikannya. Rizki tidak mau jika sampai terjadi baku hantam antara dirinya dan laki-laki ini. Jika itu sampai terjadi, Nayna pasti akan bertambah membencinya. Karena Rizki Nay paling tidak menyukai laki-laki kasar dan kekasaran, sejak kejadian yang menimpanya dulu.


"Tapi sejak laki-laki yang katanya tunangan itu, yang dengan sangat sadar membebaskannya dari ikatan pertunangan. Laki-laki masa lalu ini bisa saja menabur benih cinta yang sama yang pernah bersemi dulu. Dan yang perlu dicatat dokter, bahwa cinta pertama itu tidak akan mudah untuk dilupakan," jawab Rendi kembali menegaskan.


Rizki menggertakkan giginya geram. Kesalahan yang telah dilakukannya membuat laki-laki di hadapannya ini menjadi di atas angin. Dia bisa mengintimidasi Rizki saat ini.


"Anda terlalu percaya diri rupanya. Anda fikir segampang itu Nayna akan berpaling dan kembali pada sang mantan," ujar Rizki kembali ketus.

__ADS_1


"Kami menjalin hubungan selama lima tahun dulu. Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah hubungan. Jadi Anda tidak perlu meragukan bahwa saya sangat mengenal Nayna. Nay itu seorang gadis manis, sederhana, baik dan lembut. Nayna yang sangat polos, cintanyapun sepolos dirinya," ujar Rendi membayangkan sosok Nayna.


Rizki menatapnya dengan bertambah geram, rahangnya sudah mengeras, menandakan Rizki berusaha keras menahan emosinya. Rizki tidak rela laki-laki ini membicarakan kekasihnya dengan penuh rasa cinta. Rizki bisa melihat itu, melihat binar di matanya dan senyum yang tersungging saat dia membicarakan Nayna.


"Nayna sudah terlalu sering kecewa. Nay sudah berulang kali di tinggalkan cintanya. Dan terakhir kali tunangannya inilah yang membuatnya kecewa, membebaskan saja Nay untuk bersama laki-ĺaki lain. Tidakkah anda sadar dokter Rizki, keputusan terakhir yang anda lakukanlah yang membuat cinta Nayna bisa saja pergi. Tidak mustahil keadaan akan menjadi terbalik....," Rendi menatap tajam Rizki.


"Apa maksud anda Jenderal....," tanya Rizki memastikan.


"Allah itu mampu membolak balikkan hati. Bukannya tidak mungkin, anda yang akan berakhir menjadi sang mantan. Dan saya yang akan menggantikan posisi anda saat ini. Tapi saya pastikan tidak hanya berakhir sebagai tunangan, saya akan melamar resmi Nayna. Hal yang seharusnya sudah saya lakukan tujuh tahun yang lalu," jawab Rendi dengan tegas.


"Bagaimana bisa anda mengajak menikah tunangan orang," cela Rendi.


"Apa yang tidak mungkin jika Allah berkendak dokter. Jangankan berpacaran.....bertunangan....sepasang suami istri sekalipun bisa saja berpisah," jawab tegas Rendi.


"Lagipula bukankah sudah ada dokter Melia di samping anda kini," ejek Rizki pada laki-laki di hadapannya ini.


"Saya dan dokter Melia tidak ada hubungan apa-apa," elak Rizki.


"Anda ini sok tahu sekali. Seenaknya saja membuat kesimpulan," jawab Rizki kembali.


"Saya itu tidak asal bicara dokter. Mana ada seorang tunangan yang selalu bertemu dengan wanita lain, selalu berkunjung ke rumahnya, padahal jelas-jelas ada seorang tunangan yang setia. Mana ada tunangan yang membebaskan tunangannya dengan alasan agar bisa adil menjalani hubungan bersama orang lain," Rendi tersenyum sinis.


Rizki terdiam. Tidak dapat lagi membantah. Seketika Rizki mengutuk dirinya sendiri saat ini.


Rizki menghela nafas dan membuangnya dengan kasar. Bisa dipastikan laki-laki di hadapannya ini tidak akan menyerah begitu saja. Permintaan Rizki agar dia menjauh dari tunangannya, tidak digubrisnya sama sekali.


"Baik. Jika itu menjadi keputusan anda Jenderal. Tapi yang perlu anda ingat. Nayna adalah tunangan saya. Kami bertunangan resmi disaksikan kekuarga besar. Saya tidak akan mungkin melepaskan tunangan saya untuk anda. Yang hanyalah sang mantan," jawab Rizki tegas kembali menegaskan kata mantan dalam ucapannya.


"Saya akan membuat keadaan menjadi terbalik dokter. Dan saya akan pastikan itu," jawab Rendi tidak mau kalah, dengan pasti dan tegas.

__ADS_1


"Kita lihat saja Jenderal. Dan saya juga pastikan, anda berhadapan dengan orang yang tidak akan dengan mudah dikalahkan," jawab Rizki tidak kalah tegasnya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hii🖐🖐


Views Tercintaaahh🤩😍


Tungguin terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻🤗


Dan cinta sudah menunjukkan wajahnya kini di hadapan Nayna🤩😍


Wajah cinta yang hadir di tengah-tengah bingkai cakrawala😌😌


Nayna takut wajah itu kembali menghilang, saat nanti ketika senja sudah berlambuh😔😔


Yang suka Novel "Love Or Be Loved"


Jangan lupa Vote Author dong🙏🏻


Dukungan Like, Favorit❤, Tip, Coment & Rate5🙏🏻


Biar Author makin semangat up nya🤗🙏🏻✌


Jangan lupa Dukungannya juga untuk Novel Author lainnya🙏🏻


☆ Cinta 90


☆ Mengejar Cinta Ustad

__ADS_1


Salam Manis🤗


Author


__ADS_2