Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Melepaskan Juga Sakit Mengikhlaskan Memang Sulit


__ADS_3

FlashBack On


Nayna terus saja berlari. Sudah tidak diperdulikannya lagi tatapan orang-orang padanya. Nayna membiarkan saja air matanya luruh membasahi seluruh pipinya.


Nay bergegas membuka pintu mobil. Duduk di depan setir mengurai tangis. Kali ini Nay sudah tidak dapat lagi menahannya. Rasanya malah lebih sakit dari saat Rendi mengkhianatinya dulu.


Nay terus menangis....menangis...dan menangis. Jika ada orang yang masuk areal parkir mengambil mobilnya, mereka pasti bisa mendengar dengan jelas isak tangis Nayna.


Bang Rendi.....bang.....sebut Nayna kemudian menangis kembali.


Hatinya terasa benar-benar sakit. Kata siapa memutuskan itu lebih gampang. Kata siapa memilih itu lebih baik daripada dipilih. Kata siapa ikhlas itu mudah. Kata siapa cinta tidak mungkin menggoreskan luka.


Bang Ren. Kenapa dulu berkhianat. Kenapa dulu memilih dia di banding Nay. Kenapa dulu menyakiti Nay hingga kita harus terpisah.


Jika tidak, Nay tidak mungkin bertemu bang Ki. Nay tidak mungkin akan jatuh kembali.


Nay juga mencintainya bang. Nay sudah berjanji untuk terus di sampingnya meskipun ingatan itu tidak akan pernah kembali.


Kami dekat dan mengobati hati kami masing-masing yang pernah dikhianati. Kami dekat, saling mengisi kekosongan oleh sebuah rasa kecewa. Cinta kami tumbuh perlahan, dengan harapan untuk selamanya saling setia dan tidak pernah mengkhianati. Nay mencintai bang Ki bang, sama besarnya ketika Nay mencintai abang dulu. Saat cinta pertama sama-sama menyapa kita.


Nayna menangis. Suara tangisnya benar-benar menyayat hati. Ratapannya menyesakkan dada. Cinta, wujudmu bukan hanya bahagia, tapi sebuah luka yang siap menganga.


FlashBack Off


"Assalamualikum," sapa suara di seberang.


"Walaikusalam," balas bunda ketika dilihatnya Rizki yang menelpon.


"Maaf bun. Rizki terpaksa menelepon ke handpone bunda. Karena sudah berapa hari ini handpone Nay tidak aktif. Pesan whatsapp Ki juga tidak ada yang di readnya bun," keluh Rizki terdengar khawatir.


"Nay ada di rumah Ki. Sudah berapa hari ini Nay mengurung dirinya di kamar, sejak Nay bertemu dengan Rizkii dan Rendi berapa hari lewat," jelas bunda pada Rizki.


"Jadi Nay juga tidak pergi ke kantor bun?" tanya Rizki kembali.


"Katanya Nay mengajukan cuti satu minggu ini," jawab bunda lagi.


"Biarkan Ki. Beri Nay waktu. Nay butuh menenangkan diri. Bagaimanpun kalian berdua adalah dua orang yang Nay cintai. Melepaskan salah satunya bukanlah perkara yang mudah bagi Nayna," jelas bunda menenangkan kegundahan Rizki.

__ADS_1


Bunda memang sudah mengetahui semua. Putri sulungnya itu sudah menceritakan semua padanya dengan derai air mata.


"Apa Rizki perlu ke rumah bun?" tanya Rizki kemudian.


"Nanti saja Ki. Saat Nayna sudah merasa lebih baik. Karena bunda yakin, saat hatinya sudah lebih tenang Nay pasti akan segera menghubungi bang Ki langsung," tolak halus bunda.


Kamu jangan khawatir nak, kan ada bunda di sini," ujar bunda lagi saat terdengar desahan khawatir dari nada suara Rizki.


"Baiklah bun. Kalau seperti itu saran bunda, Rizki menurut saja. Jangan lupa mengabari Ki bagaimana kondisi Nay ya bun," pinta Rizki kembali.


"Baiklah nak....," jawab bunda.


""Assalamualaikum....," pamit Rizki


""Waalaikumsalam.....," balas bunda menutup telephonenya.


Rizki masuk ke dalam mobilnya. Dia baru saja selesai praktek dan hendak pulang ke rumah. Rizki masuk ke mobilnya, mengemudikan mobil dengan perlahan keluar dari area parkir Rumah Sakit. Lalu melaju menuju jalan raya membelah ibukota.


Tapi tiba-tiba saja. Gubrak........


Mom bergegas menuju Rumah Sakit setelah mendapat telepone dari Rumah Sakit. Dady lagi dinas di luar kota, Roby di sekolah, sementara Rena juga keluar ada urusan. Mom sendirilah yang menuju Rumah sakit.


Baru saja mom tiba di ruangan Rizki, dokter baru selesai memeriksa kondisi Rizki, keluar dari kamar perawatan.


"Bagaimana keadaan anak saya dok," tanya mom tergesa, karena di lihatnya dokter yang memeriksa Rizki adalah dokter yang sama yang merawat kondisi Rizki sebelumnya.


"Kita bicara di ruangan saya saja bu," tawar dokter.


Mompun masuk ke ruang dokter sebelum sempat melihat kondisi Rizki terlebih dahulu. Tetapi setidaknya saat ini Rizki sudah dipindah ke ruang perawatan. Mom menjadi sedikit lega, karena itu berarti kondisi putranya tidaklah berbahaya.


"Bagainana dok?" tanya mom to do point.


"Begini bu. Alhamdulillah kondisi dokter Rizki tidak ada yang serius. Mungkin saat menyetir tadi dokter Rizki sedang tidak berkonsentrasi hingga tidak melihat kondisi jalan. Benturan di kepalanya karena dia kaget dan mengerem mobilnya mendadak saja," jelàs dokter.


"Alhamdulillah....," ucap syukur mom lega.


"Tapi saya mesti mengscan kembali bagian kepak dokter Rizki besok. Karena menilik dari kecelakaan yang terjadi pada dokter Rizki sebelumnya, yang mengakibatkan dirinya mengalami amnesia. Saya mengkhawatirkan benturan kali ini akan mempengaruhi ingatannya," jelas sang dokter.

__ADS_1


"Maksud dokter bagaimana?" tanya mom lagi belum faham.


"Saya belum dapat menjelaskan dan memastikan. Besok saat telah dilakukan pemeriksaan, barulah semuanya akan bisa dipastikan," ujar dokter mengakhiri penjelasannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiii views tercintaaahh🤩😍


Ada apa dengan ingatan dokter Rizki


Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote

__ADS_1


Like 👍


Favo


__ADS_2