Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Keingintahuan Riko


__ADS_3

"Nay.....bisa kita berbicara sebentar," ajak Rendi begitu dilihatnya Nayna sudah berniat bergegas pergi setelah foto-foto selesai.


"Mbak Ay yok aku temenin makan," ajak Riko pada Nayla adiknya Nayla.


Riko tahu pasti bang Rendi tidak akan melewatkan kesempatan untuk dapat bicara berdua dengan mbak Nay. Riko paling tahu bagaimana usaha abangnya itu. Berkali kali hanya penilakan yang diterimanya dari mbak Nay juga bundanya tiap bang Rendi pergi menemui mbak Nay. Bahkan kesempatan itu akhirnya diputus dengan kejam saat bunda dan ayah mbak Nay akhirnya menjual rumah lama mereka. Pindah tanpa memberikan petunjuk apapun. Saat petunjuk digali dari orang-orang terdekat mbak Nay seperti mbak Windapun, semua tetap sepakat bungkam. Bunda bahkan memutuskan mengaakhiri persahabatan lamanya dengan mommy. Persahabatan yang sudah terjalin sejak mereka remaja itu, harus berakhir pilu, karena permasalahan anak-anak mereka.


Riko sudah duduk santaì berdua Nayla dengan piring santapan mereka masing-masing. Mereka membiarkan saja Rendi dan Nayna dengan masalah hati mereka yang tidak jelas itu.


"Mbak Ay....bagaiamana kabar Kayla?" tanya Riko tiba-tiba.


Nayla menoleh menatap Riko, kemudian tersenyum


"Heiii....kau mengajakku ternyata hanya ingin mencari tahu tentang Kayla yah," goda Nayla.


"Bu...bukan begitu mbak....," Riko gugup.


"Sudah santai aja. Jangan gugup gitu. Mbak Ay ngerti kok," ucapnya tersenyum.


"Mbak Ay ini sifatnya persis banget mbak Nay. Cantik, baik dan lembut. Untung wajah mbak Ay dan mbak Nay beda, kalau persis akan sangat sulit membedakan kalian berdua," Riko menatap Nayla.


Tapi kenapa si Kayla beda sendiri yah. Gadis itu sangat tomboy dan ceplas ceplos, karakternya seperti laki-laki, ujar Rikok kembali dalam hati.


"Kenapa melihat mbak seperti itu. Mau membandingan mbak Ay dan Kayla yah," tebak Nayla.

__ADS_1


"Mbak Ay ini cenayang yah. Kok tau aja apa yang aku fikirin," jawab Riko heran.


Nayna tertawa. Bahkan tertawa mbak Ay pun persis banget sama mbak Nay, fikir Riko lagi.


"Sudah bukan isapan jempol lagi. Kalau banyak yang bilang mbak Ay itu persis banget sama mbak Nayna. Walau bukan pada wajah, tapi pembawaan kami persis sama, tidak ada bedanya," jelas Nayla.


"Bukan hoax tuh mbak, real....," jawab Riko mengacungkan jari tengah dan telunjuknya tanda setuju.


"Hanya Kayla yang berbeda. Adik bungsu kami itu sangat tomboy, karakternya benar-benar seperti laki-laki. Dia bahkan menyukai olahraga dan kegiatan yang sering dilakukan laki-laki," jelas Nayla.


Riko menganggukkan kepalanya. Menyetujui semua yang dibicarakan mbak Ay. Riko masih ingat ketika pertama kali bertemu dengan gadis itu. Kayla, gadis tomboy itu, satu-satunya wanita yang tidak tergoda oleh sejuta pesona seorang Riko. Riko yang ketua osis, Riko yang anak pengusaha tajir melintir, Riko yang ketampanannya bisa disejajarkan dengan para selebritis di negeri ini, Riko yang tentu saja lebih jago karatenya, ternyata tidak ada apa-apanya di mata Kayla. Sejuta kelebihan dan pesonanya, tidak membuat gadis itu lantas berpaling menatapnya. Kayla tidak seperti cewek-cewek lain yang selalu mengerubuninya seperti lalat. Gadis itu tetap saja cuek dan tidak perduli. Itulah yang membuat Kayla sangat berbeda di mata Riko. Haloooo......ada juga wanita yang tidak terpengaruh sama sekali dengan pesona seorang Riko. Dan gadis itu Kayla, ternyata adik mbak Nay. Riko mengakui, bunda sangat pintar, mempunyai tiga orang putri yang samaaa cantiknyaa.


"Apa kau tahu Ko. Sejak kecil sebenarnya Kay itu feminim sekali. Dia lebih suka memakai rok ketimbang celana. Dia suka sekali bersanggul dan kebaya bila ada peringatan hari Kartini," jelas mbak Ay yang sontak saja membuat Riko kaget.


"Kay berubah tomboy ketika memasuki masuk remaja. Sejak duduk di sekolah menengah itulah Kay merubah penampilannya," jelas mbak Ay kembali.


"Seperti dugaan mbak dan mbay Nay. Bahwa Keyla memang sengaja melakukannya," ujar Nayla.


"Maksud mbak ay gimana?" tanya Riko yang akhirnya menyudahi santap siangnya. Meletakkan piring di atas meja.


"Kayla fikir dengan menjadi cewek manis dan lembut seperti mbak Nay akan menyakitinya nanti. Kay fikir dengan menjadi tomboy dan kuat, dia tidak akan pernah didekati laki-laki, dan tidak mungkin disakiti," mbak Ay kembali menjelaskan.


"Jadi ketakuatan Kayla yang membuatnya berpenampilan tomboy begitu?" tanya Riko memastikan.

__ADS_1


"Awalnya begitu saat mbak dan mbak Nay mengungkapkan kekhawatiran orang serumah padanya, yang seperti laki-laki itu. Tapi kemudian Kay akhirnya menjadi terbiasa, dan tidak bisa kembali lagi ke sosoknya yang feminim dulu," Ay menjawab kepastian Riko.


"Pantas saja aku selalu merasa biarpun tomboy, Kayla itu sangatkah manis. Kayla itu versi tomboynya mbak Nayna," ujar Riko akhirnya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Haiii🖐🖐


Jangan lupa Vote🙏🏻


Like tiap habis baca up🙏🏻


Favorit ❤ dan juga Coment💬


☆☆☆☆☆ juga dong🙏🏻


Baca & Dukung juga Novel Author lainnya🙏🏻


👇


☆ Cinta 99


☆ Mengejar Cinta Ustad

__ADS_1


Salam Manis Author 😘


__ADS_2