
"Assalamualikum.....," sapa Rena riang.
Wajahnya langsung berubah saat Rena melihat siapa yang sedang memeriksa kondisi abangnya itu. Rena menggeetakkan giginya, menahan amarah dalam hatinya. Rena memang sangat tidak menyukai dokter Melia. Menurut Rena kebaikan dokter Melia palsu. Senyumnya buatan dan sengaja menebar racun. Tidak ada ketukusan dari tingkah lakunya. Tidak ada yang alami baik dari dirinya. Entahlah, apa yang mrnyebabkan Rena berkesimpulan begitu. Yang pasti Rena sudah mengutarakan rasa tidak sukanya itu pada mom juga abangnya.
"Bang....abang nggak apa-apa," peluk Rena pada abangnya setelah selesai diperiksa.
"Abang nggak apa-apa dek. Tanya aja sama dokternya," senyum Rizki menunjuk Melia.
"Iy.....,"
"Bang. Rena datang sama mbak Nay," potong Rena ketika dokter Melia hendak berbicara.
Wajahnya langsung menatap tidak suka pada Nayna, yang masih berdiri agak jauh bersama Kayla dan Roby.
"Nay sayang. Kenapa berdiri jauh di sana, nggak ingin ngeliat kondisi abang," Rizki segera menegur Nayna dengan tersenyum manis.
Nayna mendekat dengan rasa ragu. Otaknya seakan belum mencerna semuanya.
"Kemari....kenapa malah bengong di situ," Rizki menarik tangan Nayna mendekat.
"Abang ingat pada Nay?" tanya Nayna bingung.
"Tentu aja abang ingat sayang. Bagaimana abang bisa lupa pada tunangan abang yang cantik ini," jawab Rizki santai seperti tanpa rasa bersalah.
Sementara semua yang berada di ruang perawatan Rizki juga seperti sama terkejutnya dengan Nayna.
Rizki tampak berbeda, jauh berbeda saat Rizki dirawat sebelumnya karena kecelakaan yang menyebabkannya amnesia.
"Abang inget sama mbak Nay?" Rena mengulang pertanyaan Nayna penasaran.
"Pertanyaan macam apa itu Ren. Bagaimana abang lupa pada tunangan abang sendiri," jawab Rizki bingung atas pertanyaan Rena.
"Alhamdulillah, abang sudah ingat sekarang. Berarti amnesia abang kemungkinan sudah sembuh," ucap syukur mommy menatap Rizki.
Sementara Rizki sendiri yang tidak faham situasinya, hanya menatap mommy dan semuanya dengan perasaan bingung.
"Bagaimana menurut dokter Melia. Apalah kemungkinan besar ingatan Rizki sudah kembali dokter?" tanya mom kepada yang lebih ahli.
Dokter Melia yang sedari tadi serius memperhatikan interaksi keluarga Rizki dan Nayna, sedikit terkejut oleh pertanyaan mommy.
__ADS_1
"Emmm....Semua akan dipastikan lewat pemeriksaan besok tante. Sebagai seorang dokter kami tidak bisa memastikan informasi tepatnya kondisi pasien tanpa melakukan prosedur pemeriksaan terlebih dahulu," ucap dokter Melia menjelaskan.
"Jadi kita mesti menunggu besok untuk memastikan ya dokter," mom kembali menyakinkan.
"Tepatnya seperti itu tante," jawab Melia kembali.
"Sebentar.......sebentar.......ini ada apa sebenarnya?" Rizki yang sedari tadi mendengarkan saja percakapan keluarganya menjadi bingung.
"Abang jangan terlalu banyak fikiran dulu. Besok setelah pemeriksaan dokter pasti akan memberikan penjelasannya," ujar Nayna memberikan Rizki penjelasan.
Rizki tersenyum lembut menatap Nayna. Kekasihnya yang cantik ini benar-benar bisa menenangkan hatinya, dengan sebuah ucapan lembutnya.
"Baiklah sayang......," jawab Rizki tetap dengan tersenyum lembut menatap Nayna.
"Kalau ngeliat tatapan bang Ki sama mbak Nay, Rena yakin banget deh kalau ingatan abang sudah benar-benar kembali. Ya nggak Key....," ujar Rena mengedipkan matanya pada Kayla, adik bungsu Nayna.
"Bener banget mbak Ren. Liat aja tuh bang Ki, tatapnya ke mbak Nay gimanaaa gituuu," tambah Kayla pula.
"Senyumannya si abang aja nggak lepas-lepas mbak Ren. Bakalan ke laut para pelakor mbak," sindir Kayla kemudian.
"Lagi amnesia aja kekeuh ke mbak Nay. Apa kabar pas ingetan udah balik yah.....," jawab Rena semakin memanas-manasi.
Sekilas memandang Nayna yang sudah duduk di samping tempat tidur Rizki.
"Terimakasih ya dokter," mom menjawab sopan sebagai seorang keluarga pasien kepada dokter.
Hussst....hussttt....pergi sana kau setan, ujar Rena menirukan suara Alam penyanyi lagu mbah dukun.
"Kamu kenapa sih Ren. Kok gitu amat sama dokter Melia?" tanya Rizki pada adiknya.
"Emang dia pantes di gituin bang. Abang nggak inget aja bagaiamana dia mendekati abang dan menyakiti hati mbak Nayna saat abang lagi amnesia kemarin," jawab Rena dengan ketus.
"Mamangnya benar begitu sayang," tanya Rizki menatap Nayna kembali.
"Udah, bang Ki jangan banyak fikiran dulu. Baru juga sembuh, lebih baik istirahat yah bang,"Nayna kembali menenangkan Rizki.
"Ren....udah nggak usah dibahas sekarang yah....," Nayna menatap Rena lembut.
"Iya mbak....," jawab Rena menurut.
__ADS_1
Rizki kembali tersenyum. Inilah yang membuat Rizki semakin mencintai Nayna. Yang membuat Rizki menjadi sangat yakin akan pilihannya pada Nayna adalah kedekatan mom dan juga adik-adiknya itu pada Nayna.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hiii views tercintaaahh🤩😍
Selanjutnya kisah cinta akan banyak diwarnai kisah antara Nayna dan Rizki🤩😍😘
Tentu saja diselipi kisah cinta lain sebagai pemanis🤗✌
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
__ADS_1
Favo