Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Sekuel 2_Pengakuan Nayla


__ADS_3

"Ay cinta sama bang Rendi mbak.....," ujar Nayla tiba-tiba dengan suara pelan, bahkan hampir tidak terdengar.


Tapi tidak di telinga Nayna yang jaraknya berdekatan. Nayna dapat mendengar jelas apa yang dikatakan Nayla barusan.


Nayna masih terdiam dan menatap adiknya itu.


"Tapi bang Rendi seperti susah untuk di raih mbak," keluh Nayla kembali.


"Bang Rendi seperti sengaja membuat dinding pembatas untuk dirinya. Mbak Rendi tidak memberi celah untuk orang lain masuk dalam hidupnya, lanjut Nayla dengan keluhannya.


"Mungkin kurang pendekatanmu Ay," jawab Nayna santai.


Nayla menghela nafas dalam, lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Sudah berapa bulan ini Ay mencoba mbak. Bahkan Ay rela harus memgurusi kesibukan di dua perusahaan, milik tante Ratih dan bang Rendi," jelas Nayla kembali.


"Tapi semua usaha dan perhatian yang Ay berikan, tidak berarti apapun bagi bang Rendi mbak," lagi penjelasan Nayla pada Nayna.


"Mbak, Ay meski ngelakukan apa?" tanya Nayla sedih.


Nayna yang sedari tadi hanya diam dan menjadi pendengar setia bagi Nayla akhirnya membuka suaranya.


"Berapa lama kalian mulai dekat?" tanya Nayna pada Nayla.


"Hampir tiga bulan ini, sejak Ay memutuskan menerima tawaran kerjaan dari tante Ratih mbak," jawab Nayla jelas.


"Jadi terus saja mendekati bang Rendi. Sampai akhirnya cinta itu akan datang sendiri karena terbiasa," sahut Nayna pada adiknya.


"Tapi mbak......," Nayla berusaha menyela sebelum selesai kata-katanya sudah dipotong oleh Nayna.


"Bang Rendi itu bukan jenis laki-laki yang dengan mudah mengatakan cinta. Dia lebih mendahulukan kecocokan, kedekatan dan kenyamanan bersama seseorang terlebih dahulu. Jadi jika dia tidak merasakan rasa nyaman, cocok dan dekat, jangan harap dia akan mengungkapkan perasaannya. Maka hubungan kalian hanyalah sekedar penjajakan saja," jelas Nayna.


Nayla hanya terdiam. Berusaha mencerna dan memahami penjelasan mbak satu-satunya itu.


Mbak Nay dan bang Rendi pernah bersama dulu, sama-sama saling mencintai. Wajar saja dia lebih memahami bang Rendi, gumam Nayla sedikit mengeluh dalam hati.

__ADS_1


"Kedekatan mbak dulu membuat mbak lebih memahami karakter dan sifat bang Rendi. Tapi itu bukan berarti hatimu harus merasa sedikit sakit. Karena itu hanya sebuah bagian dari masa lalu yang sudah sangat lama mbak lupakan," jelas Nayna kembali seolah faham apa yang difikirkan Nayla padanya.


"Mbak yakin lama kelamaan dinding penghalang yang dibuat bang Rendi akan hancur dengan sendirinya. Kalah dan menyerah oleh perhatian dan ketulusan yang Ay berikan. Jadi saran mbak terus saja seperti itu, cinta itu akan terbiasa Ay," kembali Nayna memberikan saran tulusnya.


Nayla menganggukkan kepalanya. Menatap sendu wajah Nayna. Kenapa aku takut menceritakan semuanya pada mbak Nay. Andai sejak awal aku bercerita padanya. Tentu semuanya akan lebih mudah, perasaanku jauh lebih tenang seperti saat ini, gumam Nayla kembali.


"Mbak.....," panggil Nayla


"Hmmm....," jawab Nayna sambil mengutak atik handponenya.


Sedari tadi Nay menunggu telephone dari suaminya. Bahkan pesan whatsapppun tidak ada.


Tumben bang Ki nggak ada kabarnya, apa dia sangat sibuk hari ini, fikir Nayna.


Tanpa disadari Rizki sudah berdiri di ambang pintu kamar Nayna yang sedikit terbuka. Rizki ingin mengagetkan istrinya itu. Tapi pertanyaan Nayla pada Nayna menghentikan langkahnya.


"Mbak, apa yang membuat bang Rendi sangat mencintai mbak Nay?" tanya Nayla


Nayna terdiam, menatap lekat manik indah milik sang adik.


Nayna berfikir, mencari jawaban paling baik, agar Nayla menjadi lebih percaya diri, tidak lagi membandingkan, berusaha sama, atau yang lainnya yang ada di pikirannya saat ini. Nayna tidak ingin ucapannya sampai menyakiti perasaan adiknya itu.


"Ay, mbak dan kamu itu pada dasarnya memiliki sifat dan sikap yang mirip. Dan mbak yakin bang Rendi pasti akan jatuh cinta setengah mati akhirnya padamu," ujar Nayna tersenyum senang.


"Tapi Ay nggak mau cuma jadi bayangan mbak Nay. Ay nggak mau bang Rendi mencintai Ay hanya karena melihat sosok mbak Nay dalam diri Ay," sungut Nayla tidak suka.


"Hei, ayolah Ay. Tidak ada orang yang bisa persis sama meski itu kembar sekalipun. Kamu dan mbak jelas-jelas dua orang yang berbeda. Dengan kemiripan yang ada, tapi tetap saja kita berbeda Ay....," jelas Nayna lagi membujuk Nayla.


"Satu lagi Ay. Jangan lupakan tante Ratih. Dia kunci dari hubunganmu dengan bang Ren. Berusahalah untuk dekat dan mengambil hatinya," Nayna kembali memberikan sarannya.


Tok...Tok....Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Sontak Nayna dan Nayla, keduanya menoleh ke sumber suara.


"Sayang........," panggil Nayna sumringah begitu melihat seseorang yang berdiri di balik pintu kamar Nayla.


"Udah lama pulangnya?" tanya Nayna kembali.

__ADS_1


"Baru aja sayang," jawab Rizki mencium pucuk kepala Nayna.


"Apa abang mengganggu obrolan kalian berdua sayang?" tanya Rizki.


"Nggak kok sayang. Ini juga udah mau keluar, karena udah selesai tadi ngobrolnya," jawab Nayna manja.


"Nay mbak sama bang Ki balik ke kamar dulu ya Ay. Kasian bang Ki capek baru pulang," pamit Nayna menatap Nayla.


"Iya mbak...bang....," jawab Nayla tersenyum.


Kemudian menatap baper mbak Nay dan suaminya yang meninggalkan kamar Nayla dengan saling berpelukan mesra.


Ya Tuhan, jangan kau uji jiwa jobloku yang tengah meronta-ronta ini, batin Nayla sok-sok menunjukkan tampang sedih.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Sabar ya Ay🙏🏻✌


Beginiĺah nasib jomblo, hati akan meronta-ronta di twngah suguhan kebaperan yang mengusik jiwa😁🤭✌


Cinta pasti akan datang sendiri karena terbiasa Ay...


Yakin ajalah✌


Update kembali🙏🏻😊🤗


Jangan lupa dong Vote & Likenya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻



Novel Author yg lain👆


Baca juga kisah cinta dalam diamnya Rania mengejar sang ustad🙏🏻


Kisahnya nggak kalah serunya sama kisah Nayna & Nayla👌🙏🏻

__ADS_1


Vote & Like juga yahh reader tercintahhh✌


Author kasih double kiss deh😗😙😚


__ADS_2