Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Berkunjung ke rumah tante Ratih


__ADS_3

"Bun...Nay berangkat ya," ujar Nay mencium tangan bundanya


"iya sayang, hati-hati yaaa. Salam dari bunda untuk tante Ratih,"


"Asiiapp bun," senyum Nay


"Kamu jadi ngajak Winda ke sana," tanya bunda lagi


"Jadi bun, Nay masih suka takut kalau ke mana-mana semdiri," jelasnya


Walaupun sahabatnya itu kemarin menolak, Nay bisa menyakinkannya kalau dia ke sana menemui maminya Bayu. Bukan sengaja untuk menemui Bayu, walaupun Nay sendiri belum yakin benar Bayu ada di rumah atau tidak.


"Nay, kamu yakin si wajah angker itu tidak ada di rumah," tanya Winda begitu mereka berada di dalam mobil


Nayna menoleh ke arah sahabatnya itu sambil tersenyum. Sementara Winda mendelik melihat senyum itu. Dia meragukan penjelasan sahabatnya itu kemarin.


"Nayyy.......," teriak Winda


"Iya Windaku sayang. Kemarin tante Ratih nelp nyuruh mampir karena kangen. Mana rumahnya sepi, ketiga putranya tidak berada di rumah. Jelass....,"


Winda cuma memonyongkan bibirnya menanggapi penjelasan Nayna.


Tidak berapa lama sampailah mereka di tujuan. Setelah memencet bel, Nayna langsung di sambut oleh wajah cantik nan ayu perempuan setengah baya, siapa lagi kalau bukan tante Ratih, maminya Bayu. Wanita itu langsung memeluk dan mencium Nay.


"Ayoo masuk sayang, mami udah nungguin dari tadi," tante Ratih langsung mengajak Nay masuk.

__ADS_1


"Heiii, siapa si cantik ini Nay," ujarnya begitu melihat seseorang juga berdiri di belakang Nay.


"Kenalkan ini Winda mi, sahabatnya Nay,"


"Winda tante," ujarnya langsung mencium tangan tante Ratih.


"Jangan tante sayang, panggil mami aja," ujarnya dengan senyum ramah sĂ mbilmenepuk bahu Winda. Winda cuma menanggapi dengan senyum.


"Nayna itu sudah mami anggap anak sendiri. Karena kamu sahabatnya Nay, kamu juga seperti anak mami sendiri," lalu merangkul keduanya menuju meja makan.


"Yakin Nay ini maminya si wajah angker," bisik Winda di telinga sahabatnya itu.


Nay pun menganggung dengan sangat yakin.


"Wuiihhh, mami makan besar nih kita," ujar Nay begitu sudah duduk di meja makan


"Liat aja mami udah masak banyak, itu anak 3 ekor nggak ada di rumah. Semuanya pergi dengan urusannya sendiri ninggalin mami," ujar tante Ratih seolah sedih.


"Ihhh mami masak ekor sih, emangnya anak ayam," Nayna tertawa sambil menutup mulutnya.


"Lagian mami jangan sedih. Ada Nay sama Winda yang akan ngabisin masakan mami," ujar Nay lagi sambil memeluk tante Ratih.


"Nay sengaja ngajak anak ini, dia makannya banyak mi, jadi mami jangan khawatir, makanannya nggak akan mubazir," ucapnya sambil menunjuk Winda.


"Enak aja lo ngatain gue," sanggah Winda

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu gue aja yang ngabisin sendiri masakannya mami," sungut Nayna


"Eee....emang muat perut lo ngabisin segini banyak," Winda nggak rela.


"Udah-udah, jangan ribut lagi. Ayokk kita makan, mami yakin kalian pasti belum makan siang,"


"Beluuummm miii....," ujar mereka kompak dengan nada manja.


Lalu sambil pandang, dan tergelak sendiri.


"Tuh liat, nyautnya aja kompak," ujar mami Bayu geli, membuat Nay dan Winda tertawa lagi.


"Gimana Win masakan mami," tanya tante Ratih pada Winda.


"Enak banget mi. Top Markotop. Lezatos," ujar Winda membentuk jarinya dengan menyebutkan lezat seperti iklan di tv.


"Jiahh, berasa lagi acara kulineran di TV dia mi," ejek Nayna pada sahabatnya itu.


Lalu merekapun kembali tertawa dan melanjutkan santap siang kembali, diselingi obrolan, tawa dan canda.


Siang ini tante Ratih merasa sangat bahagia ditemani dua gadis cantik di sampingnya ini. Begini rasanya punya anak gadis, beda banget, ucapnya dalam hati. Karena ketiga putranya laki-laki.


Selama ini belum pernah tante Ratih sebahagia ini.


Dulu saat Rendi menikah, dia pikir akhirnya akan punya anak perempuan juga. Tapi ternyata semua tidak seperti yang di harapkannya. Gadis itu belum sempat bisa dekat dengannya, karèna Rendi sendiripun berasa asing bersama istrinya sendiri. Hingga akhirmya mereka benar-benar berpisah.

__ADS_1


__ADS_2