Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Seperti Tom & Jerry


__ADS_3

Saat tante Ratih sudah mengajak Nay dan Winda duduk santai bercengkrama di ruang keluarga, tiba-tiba bel pintu berbunyi.


Tante Ratih memanggil bik ijah menyuruh membuka pintu. Ternyata Bayu yang pulang.


"Siapa bik," tanya tante Ratih begitu bik ijah sudah kembali ke arah depan.


"Den Bayu nyonya," jawab bik Ijah lalu kembali ke belakang melanjutkan pekerjaannya


Bayu. Winda langsung menghembuskan nafasnya kasar. Hadeeehh, kenapa pula si wajah angker itu cepet balik sih, makinya dalam hati.


"Haiii Nay, udah lama ya," sapa Bayu duduk di hadapan Nayna tepat di sebelah Winda


"Dari siang Bay, malah tadi makan siang di sini. Mami masak enak," ucapnya bahagia


"Mami kok nggak bilang sih ngundang Nay ke rumah," sungutnya sambil menoleh ke arah maminya. Dan matanyapun bertemu dengan seorang yang tidak jauh dari samping mamanya, dekat dengan posisinya duduk.


Mata Bayu menatap tajam gadis itu. Tatapannya seakan mau menelanjangi Winda. Perempuan itu bukannya bergidik ngeri malah membalas tatapannya dengan tak kalah tajamnya.


"Nay, kau mengajak gadis jutek ini juga," tanya Bayu tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Enak saja kau mengataiku. Kalau ini bukan rumahmu, kalau saja mamimu tidak sebaik itu, sudah kujahar mulutmu yang sembarangan itu, maki Winda dalam hati.


"Hei...tumben kau menjadi gadis manis yang sok imut begitu. Biasanya sudah jutek dan mulutnya itu sudah membalas seperti petasan," ujar Bayu lagi sambil tertawa.


Winda tampak geram. Dia menghela nafas sebelum menghembuskannya dengan kasar. Aku masih menghargai maminya jadi tidak membalas semua perkataannya. Tapi jangan harap aku masih bisa menahan diri lagi, jika dia masih terus mengejekku, gumam Winda.


Dan sepertinya Bayupun belum juga puas menggoda Winda. Dia semakin menjadi saat gadis itu tetap bungkam sambil menahan amarahnya.


"Ternyata cewek jutek ini punya kepribadian ganda yah," Bayu kembali memulai.


"Satu pribadi judes dan jutek, satu lagi pribadi manis dan sok imut," ejeknya lagi.


"Kalian itu sudah kenal yah," tanya maminya lagi.


"Mereka sudah kenal Mi. Tapi ya begitu tiap ketemu nggak berenti berantem. Nay aja pusing mi kalau mereka udah begitu," ujar Nay menjelaskan pada maminya Bayu.


"Lagian kamu juga Bayu. Laki-laki kok begitu sikapnya," mami menunjukkan ketidaksukaannya akan sikap Bayu.


"Udah Win, jangan diladeni. Jangan diambil hati, itu anak memang dari sononyo susah buat deket sama orang yang baru dikenalnya," mami manatap Winda dengan senyum hangatnya. Windapun mengangguk dan membalas tersenyum.

__ADS_1


"Mungkin cuma dengan Nay dia bersikap manis walaupun baru bertemu," jelas mami


"Mamiii.....mulai deh suka lupa yang mana anaknya kalau udah ketemu sama cewek-cewek. Mulai berasa anak perempuannya sendiri," sindir Bayu.


"Lagian Nay sama cewek jutek jelas aja beda. Ibarat Bumi sama Langit," jelas Bayu lagi.


"Seneng lo ya dibelain mami," Bayu melotot ke arah Winda kembali.


"Bayuuuu.......," teriak mami kembali


"Itu mata ngapain melotot-melotot kayak film horor," lanjut mami


Sontak Nayna dan Winda tertawa mendengar omongan mami Bayu barusan. Windapun mencibir Bayu senang. Sementara Bayu tampak menahan amarahnya. Entahlah, Bayu selalu saja tidak suka bila berhadapan dengan gadis itu. Sejak pertama kali bertemu saat menunggu Nayna di kantornya tempo hari. Bayu sudah memutuskan kalau dia sangat tidak menyukai gadis jutek itu. Bayu sendiri tidak mengerti alasannya.


"Trus kenapa kamu pulang sendiri? Abangmu mana?" tanya mami lagi.


"Abang masih ada pekerjaan, jadi belum bisa pulang bersama Bayu. Jika pekerjaannya selesai, dia akan memginap di rumah katanya," Bayu menjelaskan


"Padahal mami sengaja mengundang Nayna kemari agar kalian semua bisa bertemu," harap mami.

__ADS_1


Sementara Bayu tengah memikirkan ucapan maminya. Mami juga mau mengenalkan Nayna pada bang Rendi? Bukankah kemarin mami mengharapkan aku dan Nay dekat, Bayu masih bingung.


__ADS_2