Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Mencintai Lalu Sekarang Membenci


__ADS_3

"Kenapa masih datang lagi kemari," ketus Rizki begitu dilihatnya Nayna masuk ke dalam kamar rawatnya.


"Sudah kukatakan padamu. aku akan terus datang kemari hingga ingatanmu kembali," balas Nayna tidak kalah ketusnya.


"Hei, bukankah sudah kukatakan, aku itu tidak mengenalmu. Jadi tidak perlu menunggu ingatanku kembali, karena tidak ada yang akan kuingat tentang gadis sepertimu," ucap Rizki lagi.


"Jangan kepedean, nanti kau malah kangen padamu,"" balas Nayna kembali.


"Iisss dasar wanita ini, ada saja dia menjawab," geram Rizki.


Nayna tersenyum mendengar Rizki menggerutu. Nay jadi kembali mengingat pertemuan awal-awal mereka dulu. Ternyata dingin dan ketus memanglah sifat aslinya. Manusia es balok ini kembali, gumam Nayna dalam hati.


"Hei, kenapa kau senyum-senyum begitu memandangku," tanya Rizki kembali bingung.


Nayna makin tersenyum. Ini kesempatan aku mendekati bang Ki, ucap Nayna dalam hati.


Dengan sedikit ragu dia berjalan mendekat ke arah tempat tidurRizki.


"Heiii, kenapa jadi penasaran dengan senyumanku," ucap Nayna sudah berdiri dekat tempat tidur pasien.


"Haiisss, siapa juga yang penasaran, nggak usah sok kecakepan deh," tantang Rizki kembali.


Nayna makin mendekat ke arah Rizki. Laki-laki di atas ranjang pasien itu sudah sedikit panik sekaligus heran.


"Coba kau lihat aku lebih dekat manusia es balok," ujar Nay mendekatkan wajahnya pada Rizki.


"Heiii, kau menyebutku apa.....," Rizki sontak menjauhkan tubuhnya.


Heiii, kenapa dadaku berdegup kencang begini, gumam Rizki dalam hati.


"Kau lihat saja, aku ini nggak kecakepan. Aku asli memang cantik, kau bisa melihat dengan jelas jarak sedekat ini bukan," ucap Nayna kembali


Yahh memang kuakui, gadis benar-benar sempurna. Dia mempunyai kecantikan alami. Lihatlah, tanpa perlu make up tebal, dia sudah sangat manis, Rizki mengakui perkataan Nayna.


Mata Rizki terus menyapu wajah Nayna. Wajahnya mungil, dihiasi kedua lesung pìpitnya itu yang akan jelas terlihat ketika dia tersenyum atau tertawa. Lesung pipit itu yang semakin mempermanis wajahnya. Hidungnya bangir mungi, bibirnya juga mungil tapi sangat sexy. Ahhh, gadis ini tidak berbohong, kalau raganya amatlah cantik, bisik hati Rizki kembali.


"Cup.....," tiba-tiba Nay mencium kilas bibir Rizki.


Ciuman yang cuma sekilas saja, sekedar menempel. Tapi membuat Rizki semakin bengong dan melototkan kedua matanya.

__ADS_1


"Ini ciuman perpisahan dariku," ucap Nayna akhirnya.


Rizki masih terdiam, bungkam tidak berbicara. Belum selesai rasa terkejutnya mendapat ciuman kilas barusan, gadis ini sudah kembali membuatnya kaget dengan mengatakan perpisahan. Alis Rizki tampak terangkat.


Kemarin gadis ini sendiri yang terus bersikukuh untuk tetap disampingku, hingga ingatanku kembali. Dia dengan tidak tau malunya, terus berusaha berada di dekatku, saat di usir pergipun dia tetap bertahan. Lalu sekarang, dia mengatakan perpisahan. Apa dia akn menyerah. Apa cuma segini saja perjuangannya untul memukihkan ingatanku. Apa cuma segini saja usahanya yang sering dia katakan kata cinta itu, Rizki bertanya-tanya sendiri.


"Jangan asal berfikir dan berspekulasi sendiri. Harusnya kau meminta penjelasanku akan alasanku untuk pergi," ucap Nayna kembali begitu tidak ada jawaban dan bantahan dari pasien amnesia di hadapannya ini.


"Jangan asal menebak apa yang kufikirkan," ucap Rizki ketus.


"Aku tahu kau pasti mempertanyakan kesungguhan kata-kataku sebelumnya. Kata-kataku yang mengatakan akan terus berada dibsampingmu hingga ingatanmu kembali," tebak Nayna.


"Kau seperti cenayang saja, yang membaca fikiran orang," balas Rizki kembali.


Naynapun tertawa, sudah di duganya pasti orang yang sekritis dia akan mempertanyakan keputusan yang kuambil, ujar Nayan kembali di dalam hati.


"Tapi benar bukan yang kukatakan," selidik Nayna menatap Rizki.


Nayna masih belum menarik wajahnya yang begitu dekat pada Rizki. Setidaknya dia juga bisa menikmati wajah ganteng sang dokter, yang seharusnya tidak lama lagi akan menjadi suaminya.


"Bukankah sudah kukatakan, ini perpisahan sementara," ujar Nayna


"Heiii, apa kau mulai perduli padaku," goda Nayna.


"Jangan kegeeran sendiri. Siapa juga yang perduli. Aku bertanya karena kau berpamitan padaku. Jika kau mengatakannya, aku juga tidak akan bertanya," jawab Rizki tidak terima.


"Apapun alasanya, kuanggap kau sudah mulai perduli," Nayna tersenyum menang.


"Aku berpamitan karena mungkin selama satu mingguan ini, aku tidak akan menjengukmu ke Rumah Sakit," jelas Nayna akhirnya mencoba memutus perdebatannya dengan Rizki.


Rizki ingin bertanya kenapa? Tapi dia mengurungkan niatnya. Gadis ini pasti akan menjelaskan sendiri alasannya, Rizki bergumam dalam hati.


"Sahabatku akan menikah. Dia sahabatku satu-satunya. Aku pernah menceritakan tentang sahabatku itu padamu, walaupun belum sempat memperkenalkanmu padanya," ucap Nayna memberikan undangan berwarna coklat itu pada Rizki


Rizki menatap undangan bersampul coklat di tangannya. Alisnya sedikit berkerut membaca tulisan pada undangan itu yang ditujukan kepada "Nayna & Rizki"


"Ya di undangan itu, Winda juga menuliskan namamu. Dia sangat mengharapkan aku bisa datang di hari bahagianya itu bersama kekasihku," jelas Nayna seolah membaca apa yang di fikirkan Rizki.


"Tapi tidak mungkin aku mengajakmu. Disamping saat ini ingatanmu tentangku belum kembali, kau bahkan tidak menganggapku sebagai kekasihmu. Kondisi kesehatanmu yang baru pulih juga tidak memungkinkan aku mengajakmu," penjelasan Nayna seakan menusuk langsung Rizki.

__ADS_1


Gadis itu bicara begitu lugas, tanpa tendeng aling-aling. Dia seolah kecewa padaku, gumam Rizki.


"Aku pamit yah. Jangan merindukanku satu minggu ini," ucap Nayna tersenyum.


Nay tidak ingin berlama-lama lagi. Biar laki-laki ini merasakan bagaimana jika tanpa kehadirannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬

__ADS_1


__ADS_2