
"Ayo jalan....katanya ngajakin jalan," ingat Karin dilihatnya Reyhan belum menjalankan mobilnya.
"Ii...Iya.....siap nyonya, saya akan menjadi supir anda seharian ini. Kemanapun anda pergi saya siap mengantarkan," jawab Reyhan.
"Jadi cuma nganterin doang," tanya Karin
"Tentu saja tidak nyonya. Apapun yang akan nyonya makan atau beli, tuan yang ganteng ini yang akan membayar notanya,"jawab Reyhan lagi dengan senyum manis.
Karin mengalihkan pandangannya menatap ke luar kaca mobil, membiarkan saja semua senyum dan tingkah manis Reyhan yang dianggap Karin sungguh sangat aneh. Karin tidak ingin lagi terlalu berharap lalu kembali terluka.
"Jadi pertama-tama kita ke mana dulu nyonya," tanya Reyhan tak luput senyum manisnya.
"Makan dulu, aku udah laper," jawab Karin jutek
"Baik. Mari nona silahkan mau makan di mana," ucap Reyhan kembali dengan sangat manis
"Terserah, aku bukan pemilih dan pemakan segala jenis makanan," Karin masih bertahan ketus.
"Okey...baiklah kalau begitu nyonya," jawab Reyhan lagi.
"Bagaimana enak makanannya," tanya Reyhan sebelum melakukan pembayaran ke kasir.
Reyhan sengaja memilih cafe terkenal di dalam mall yang menunya sesuai dengan selera Karin.
__ADS_1
Sedikit banyak Reyhan yang sempat sangat dekat dengan Karin dulu mengetahui selera makanan dari wanita hamil ini.
"Biasa aja....," Karin belum juga mengubah mode ketusnya.
"Jangan lupa bungkuskan untuk bik Yati, mang Ujang dan keluarganya," perintah Karin.
"Asiiiaappp....Baik nyonya," sahut Reyhan segera memesan beberapa menu untuk di bawa pulang.
Lalu mereka berdua keluar dari tempat makan dan mengitari Mall. Karin teringat bahwa dia harus membeli CD dan Bra baru mengingat sejak mengandung ukuran pinggul dan payudaranya menjadin semakin besar.
"Kamu di sini aja, biar aku masuk sendiri," pinta Karin begitu berada di depan sebuah toko perlengkapan dalam terkenal.
"Loh kenapa, aku kan bisa membantumu memilih yang cocok," jawab Rey sambil melihat ke arah ke toko pakaian dalam tersebut.
Reyhand tidak perduli, dia menggandeng tangan Karin dan langsung membawanya masuk ke dalam toko.
"Ada yang bisa dibantu, mbak.....mas," tanya seorang pramuniaga toko ketika Rey dan Karin masuk ke dalam.
"Carikan istrinya saya beberapa pasang CD dan Bra model terbaru yang sesuai ukurannya, karena dia tengah memgandung empat bulan," jawab Rey cepat sebelum Karin sempat membuka mulutnya.
"Baik, akan saya ambilkan beberapa barang yang terbaru, bisa mbaknya pilih," ujar si pramuniaga toko sambil membawa dua kursi untuk Karin dan Rey duduk.
"Saya juga mau beberapa potong jubah yang ada dalemannya itu," Rey menunjuk pada jubah malam yang terpasang pada manequin toko.
__ADS_1
"Night Robe mas. Baik saya juga akan memilihkan beberapa yang sexy untuk mbaknya," balas pramuniaga itu ramah.
Setelah Karin mencoba linggar dadanya dan juga memilih ukuran CD yang lebih besar, lalu Karin memilih beberapa motif.
"Mbak, bungkus saja semua motif terbaru untuk ukuran yang dipilih istri saya tadi. Lalu jubahnya juga, ambil size yang lebih besar agar istri saya lebih nyaman bergerak dalam kondisinya," ujar Reyhan yang membuat Karin memgurungkan nìatnya untuk memilih-milih.
"Itu lucu banget, terlihat sexy dan imut," Reyhan menunjùk maneqin kemabali.
"Itu romper mas," jawab si pramuniaga senang. Sepertinya tuan ini kaya dan murah hati, dia juga sangat perhatian dan mencintai istrinya, ucap pramuniaga itu di dalam hati.
"Tapi sepertinya tidak cocok untuk wanita hamil," jawab Reyhan.
"Semua ada ukurannya mas, ambil yang ukuran gede untuk mbaknya karena kondisi lagi hamil.
"Nggak usah. Nggak enak pake model gini kalau lagi kondisi hamil. Nanti ajalah kalau anak ya udah lahir," jawab Reyhan kembali.
Lalu tak berapa lama sesudah melakukan pembayaran. Reyhan dan Karin keluar dari toko tersebut dengan membawa bebrapa kantong belanjaan.
"Trus setelah ini kita mau ke mana lagi nyonya," tanya Reyhan pada Karin.
"Pulang aja aku udah capek, kepalaku juga agak pusing," jawab Karin.
Rey menatap Karin, wajahnya jadi terlihat khawatir. Rey kemudian menggandeng Karin dengan tangan kanannya di pinggang Karin, sementara tangan kirinya penuh membawa semua belanjaan, berjalan pelan menuju parkir mobil.
__ADS_1