Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Kerumitan Cinta Segitiga_David


__ADS_3

Winda sengaja izin tidak masuk kantor 2 hari. Dia sudah menyelesaikan cepat semua pekerjaannya dua hari ke depan. Diapun sudah menitipkan pesan kepada Rini, sekretarisnya untuk menggantikannya dua hari ke depan, dan mengabarkan intens kondisi kantor padanya langsung.


Winda ingin beristirahat, menenangkan hati dan pikirannya. Tapi baru saja Winda selesai mandi dan berdandan, pintu kamarnya di ketuk dari luar.


"Win.....," sapa ibu begitu masuk ke kamar putrinya


"Katanya nggk ngantor, kok udah cantik dan wangi aja," sindir ibunya


"Iihh.....ibu, kalau di rumah aja mesti kucel gitu," sanggah Winda


"Ahhh....ibu tahu, pasti udah punya felling pujaan hati mau dateng," ucap ibu sambil tersenyum.


"Maksud ibu....," selidik Winda


"Tuh ada David di depan," jelas ibu


Winda melirik jam dindingnya, tumben pagi bener, apa nggk dinas, pikir Winda.


Dia sangat enggan rasanya hendak menemui David. Rasa kesal dan kecewanya aja belum hilang.

__ADS_1


"Ibu nggak tahu apa masalah kalian berdua. Tapi sebaiknya temui, bicara dan selesaikan. Menghindar tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan membuatnya semakin berlarut-larut saja," ujar ibu bijak sambil duduk di ranjang sebelah putrinya.


"Ibu akan menemani David sebentar, kamu segera turun," ibu keluar dan menutup pintu kamar Winda kembali.


Setelah mematut dirinya di cermin dan sedikit berdandan, Winda keluar mengikuti saran ibunya, dia harus berani menyelesaikan masalahnya dengan David. Sekali lagi Winda menatap kaca, dia tidak ingin tampak menyedihkan di depan David. Walaupun tidak dapat di hindari, wajahnya memang tak tampak ceria seperti biasanya.


Dari jauh Winda sudah melihat sosok tampan yang tinggi dan tegap itu. Hatinya kembali sakit saat teringat pengakuan David kemarin.


Bagaimanapun sepuluh tahun bukanlah waktu yang sebentar dalam menjalani hubungan, Winda tidak rela, hatinya masih mengakuinya.


Tapi perselingkuhan itu begitu menyakitkan. Winda juga tidak akan bisa dengan mudah menerima dan memaafkan perbuatan David padanya.


"Win......," ibu memanggil Winda yang masih tampak mematung, dan mengembalikan kesadaran gadis itu kembali.


"Aku tadi ke kantormu sayang. Tapi kata Rini, kamu izin tidak masuk kantor selama dua hari," David membuka pembicaraan dari kebisuan yang tercipta sedari tadi.


"Iya.....," jawabnya singkat


"Sayang, aku tahu aku salah. Aku benar-benar khilaf, tidak ada niat sedikitpun di hatiku untuk menyakitimu," David kembali berucap

__ADS_1


"Tapi nyatanya kau telah menyakitiku, menggores luka di hatiku," balas Winda


"Aku tahu sayang. Sekali lagi tolong maafkan aku, beri aku kesempatan mempernaiki semuanya," David masih memohon.


"Tolong ingat hubungan kita yang sudah berjalan sepuluh tahun lebih ini sayang. Ingatlah bahwa aku tidak pernah melukai dan mengkhianatimu selama sepuluh tahun ini," David masih mencoba membujuk.


Winda terdiam. Yah, David menjadi satu-satunya laki-laki dalam hidupnya. Sepuluh tahun sudah laki-laki di hadapannya ini mewarnai harinya sebagai sepasang kekasih. Kisah cinta mereka mulus dan lurus tanpa ada masalah besar sedikitpun. Bahkan cintanya masih ada di sini, di hati ini, walau rasa sakit dikhianati seakan menikamnya.


"Kenapa cintamu itu cuma bisa bertahan hanya sepuluh tahun saja," tanya Winda menuntut


David terdiam, bibirnya terasa keluh, dia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Winda, selain cuma mengucapkan kata maaf lagi dan lagi.


"Maaf.....maafkan aku sayang," David sudah tertuduk lesu.


"Berikan aku waktu Dav. Otakku seakan berhenti berfikir saat ini. Aku tidak tahu harus mengambil sikap bagaimana," jawab Winda meminta pengertian.


Bahkan dia tidak lagi memanggilku sayang dengan manja seperti kebiasaannya. Dia memanggilku Dav, seperti awal saat kami baru bertemu dulu, keluh David sedih.


Winda mengantarkan David sampai mobilnya. Ketika mobil itu sudah menjauh, bahkan menghilang dari pandanganpun Winda masih mematung berdiri di sana.

__ADS_1


Hanya sepuluh tahun saja Dav. Apa memang cukup hanya sepuluh tahun saja kau mencintaiku, ucap Winda dalam tangis.


Aku bahkan mengusir jauh Bayu yang berusaha masuk dalam hidupku. Aku sudah memberi peringaran laki-laki itu untuk menjauh, karena aku tidak ingin dia masuk dalam hatiku. Bukan hanya kau yang diuji godaan cinta lain. Akupun sama Dav, tapi aku memilih mencoba untuk setia, bulir bening itu semakin membanjiri pipinya yang mulus.


__ADS_2