Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Pertanyaan di benak Nayna


__ADS_3

Bulan demi bulan sudah bergantì. Nayna sudah mulai menata hari-harinya kembali. Nay dan mamanyapun memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga tante Ratih, sahabat mamanya itu.


Mereka sekeluarga memilih untuk menempati rumah mereka yang satu lagi. Sedangkan rumah yang selama ini mereka tempati mereka sewakan.


Baik Nayna ataupun mamanya sudah menutup bagian kisah mereka bersama kelurga Bayu dan Rendi. Mereka bahkan sampai pindah rumah untuk menghindari Rendi ataupun Bayu yang masih sering datang mengunjungi Nayna. Nay bahkan menyerahkan kantornya pada Winda. Dia memilih bekerja di kantornya yang dulu, saat pertama kali dia memulai usahanya dengan join dengan kakak temannya.


"Nay," Rey mendadak ke kantornya siang itu.


Ya semenjak kejadian Rendi, Nay memang memutuskan akan memulai dari awal lagi hubungan dengan Rey.


"Hai.....tumben nggak ngabarin dulu mau ke sini," senyum Nayna begitu dia menjumpai Rey di halaman parkir kantornya.


"Sengaja," balas Rey lembut.


"Untung masih sempet ketemu, aku udah mau keluar makan siang," balas Nayna


"Ayook, naik mobilku aja," ajak Rey.


Belum jauh Rey dan Nayna beranjak, seseorang memanggil namanya.


"Nay....Nayna," teriak laki-laki ganteng itu.

__ADS_1


Nay dan Rey sama-sama menoleh.


"Ada apa yo," tanya Nay pada Rio, temannya yang join mendirikan kantor ini. Jadi kantor ini mereka yang handle berdua.


"Cuma ngingetin kita rapat jam empat, jangan sampe telat," ucapnya dengan ramah dan tersenyum manis


"Siaaapp bos," Nay memberi hormat dengan kedua jarinya.


"Apaaa sih Nayna manis," balas Rio menggoda, kemudian berlalu menuju mobilnya setelah lebih dulu pamit pada Nayna dan Rey.


"Ayo Rey kita berangkat," ajak Nayna berjalan menuju mobil Rey yang terparkir.


"Apa dia marah karena Rio bercanda tadi," tanya Nayna dalam hati.


Mereka sudah duduk dalam mobil, sudah mengenakan sabuk pengaman, mobil Reypun sudah merayap pelan.


"Rey kamu kenapa," tanya Nayna menoleh memandang Rey. Sementara laki-laki di sampingnya itu hanya diam dengan masih terus menampakkan wajah kesalnya.


"Rey, kok diam aja dari tadi," bujuk Nayna lembut.


Rey menoleh sekilas ke arah Nayna. Dia ingin tersenyum memandang wajah imut di sebelahnya itu yang sudah mencoba sedikit manja. Tapi begitu teringat laki-laki yang menggoda Nayna tadi, senyum itu tidak jadi menghias wajahnya.

__ADS_1


Nayna menghela nafas dalam. Awalnya Rey itu memang terlihat sangat dewasa dan soleh. Tingkahkahnya yang sangat santunlahya yang membuat Nayna jadi membuka hati. Tapi semakin lama, semakin mengenal dekat Rey, Nay merasa Rey itu berbeda ketika sedang marah atau cemburu. Rey terlihat bukan seperti dirinya.


Awalya Nay bisa memakluminya. Nay berusaha mengerti. Namanya cowok, kalau lagi jealous ya begitu, amarahnya jadi tidak terkendali.


Nay jadi harus lebih sabar membujuk Rey ketika dia sedang marah atau cemburu. Nay juga harus diam saja ketika Rey marah dan membentak-bentaknya agar emosi Rey bisa segera reda. Nayna harus benar-benar seperti harus rela ditindas saat Rey sudah berubah seperti ìtu.


Tapi fikiran Nayna tampak meragu ketika waktu itu Nay hendak menuju kantor Rey. Tiba-tiba seseorang menggodanya dengan memanggilnya cantik.


"Haiii cantik," laki-laki itu tiba-tiba berada di depan mukanya.


Nayna hanya tersenyum dan berusaha menghindar.


Tapi laki-laki itu terus mengikutinya karena sekedar ingin tahu namanya.


Karena Nay malas dia mengeikuti Nay. Akhirnya Nay menyambut uluran tangannya dan menyebutkan namanya.


Setelah laki-laki itu berlalu Nay meneruskan langkahnya menuju ruangan Rey.


Tapi yang ditemui Nay adalah Rey yang penuh amarah menuduhnya sebagai wanita genit yang sengaja selalu menggoda laki-laki. Saat Nay marah dan tidak terima, Rey menggebrak meja, lalu mendorong Nay ke tembok. Untung saja Nay terdorong tidak terlalu keras, tapi cengkraman keras tangan Ray di rahangnya membuat Nay terdiam penuh ketakutan dan mulai berkaca-kaca.


Nay memilih diam saja, sampai emosi Rey mereda. Nayna melihat Rey seperti orang lain. Lalu saat emosinya sedikit reda, Rey meminum pil yang Nay tidak tau obat apa itu. Namun tidak lama kemudian Rey sudah kembali menjadi Rey yang sopan dan santun kembali, dia menjadi dirinya yang selama ini Nayna kenal.

__ADS_1


__ADS_2