Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Ayo Menikah


__ADS_3

"Rey....,"


"Hemmm....,"


"Bagaimana kalau kita menikah saja," ucap Nayna mengangetkan Reyhan.


Reyhan menatap Nayna tidak percaya. Benarkah Nayna memintanya menikahinya. Dia sudah mencintainya dari sangat lama. Dia sangat ingin bisa menikahi Nayna, menjadikannya satu-satunya wanita dalam hidupnya, ibu dari anak-anaknya.


Tapi kenapa masih ada ragu kini di hatinya.


"Nay....," Reyhan memandang Nayna lekat


"Kita udah deket Rey. Tujuan akhir kita juga ke sana kan," tatap Nayna balik


"Alhmdulillah penyakit kamu udah dinyatain sembuh, tinggal terapi menghilangkannya aja. Aku juga, insha allah udah siap. Lalu kenapa kau seperti tidak suka," tanya Nayna.


"Nay, kau sendiri tahu bagaimana hatiku. Sedari dulu, aku hanya ingin kamulah satu-satunya wanita dalam hidupku. Menjadi ibu dari anak-anakku," jawab Rey mantap.


Diusapnya lembut rambut Nayna. Dengan lembut Rey membelai rambut sang kekasìh. Semua pasti bisa melihat betapa Rey sangat mencintai Nayna.

__ADS_1


Dan Naypun diam saja membiarkan kekasihnya itu. Dia masih penasaran kenapa Rey seperti terkesan menolak, walaupun dengan penjelasannya barusan.


Nayna mendingakkan kepalanya menatap Rey, membuat laki-laki itu menghentikan belaian pada rambut Nay.


"Lalu kenapa kamu terlihat sepertinya tidak mau ku ajak menikah," Nay mengerucutkan bibirnya.


Cup. Rey mencium kilas bibir Nay. Dia tersenyum lembut menatapnya.


"Aku nggak bilang menolak Nay. Dan tidak akan mungkin aku menolakmu sayang. Aku sangat senang jika kau sudah yakin. Akupun tentu saja bersedia segera menikahimu," ujar Rey menenangkan sang kekasih.


"Tetapi sayang, lebih baik kita persiapkan semuanya dengan matang. Kita, rencananya, keluarga, banyak yang mesti di urus. Jadi nggak bisa mendadak kayak kamu pingin makan aja," kali ini Rey membelai lembut pipi Nayna.


Nayna kembali menatap Rey, lalu menganggukkan kepala menyetujui pendapat Rey.


"Aku rasa setengah tahun ini cukuplah kita mempersiapkan semuanya. Atau bagaimnana kalau kita bertunangan dulu aja?" tanya Rey kembali.


"Nggak Rey. Aku nggak mau bertunangan dulu, kita langsung menikah saja. Dan kurasa tahun depan waktu yang sangat pas sayang," jawab Nayna mantap.


"Mau kubikinin minum," tawar Nayna sudah berdiri beranjak menuju dapur.

__ADS_1


"Boleh sayang, kopi susu aja, kayak kamu yang manis," goda Rey


Nayna cuma tersenyum menanggapi godaan Rey.


"Sayang, bibik nggak dateng ya hari ini," tanya Nay kembali.


"Nggak, kayaknya besok deh sayang," jelas Rey.


Nayna beranjak menuju dapur, memasak air hangat dan membuatkan Rey kopi susu. Nay juga membuat orange juice untuk dirinya sendiri.


Nay sudah selesai membuat segelas kopi susu untuk Rey. Baru saja hendak memblender es batu dan jeruk.


Tiba-tiba saja tangan Rey sudah melingkar di pinggangnya. Rey memeluknya dari belakang, lalu meletakkan kepalanya di bahu Nay.


"Kau selalu wangi. Aku selalu menyukai wangimu Nay," Rey memejamkan matanya.


Wangi Nay, wangi rambutnya sudah menyeruak masuk melalui hidung menuju paru-parunya. Rey sangat menyukainya, wangi yang sexy, gumam Rey sendiri.


Tiba-tiba ada dorongan kuat dari dirinya saat mencium aroma tubuh Nay tadi.

__ADS_1


Cuupp. Rey mencium lembut bahu Nay sedikit terekspose. Cuupp, dia tidak tahan untuk tidak mencium sedikit leher Nay saat rambut panjangnya sudah menyamping, sehingga leher jenjangnya itupun ikut tersapu oleh tatapan Rey. Cuupp...


Cuupp, Rey kembali menciumnya sekali lagi. Ciuman yang sangat lembut. Dia mencintai gadis ini, Rey akan menahan agar bukan nafsu yang menguasainya. Rey mencium dengan kelembutan cinta, dia ingin itulah yang Nay rasakan.


__ADS_2