
Kami semua sudah mengililingi meja makan. Semua makanan yang terhidang benar-benar menggugah selera, Nay merasa sedang makan di tempat pesta. Wajarlah jika menginggat mommy Rizki ini mempunyai catering dan wedding organizer yang sangat terkenal di kota ini. Recehan baginya jika sekedar menyiapkan menu makan malam istimewa. Wedding-wedding besar dan keren semua suksesnya digarap beliau.
Belum habis keterkagumanku menatap menu-menu yang terhidang di atas meja makan. Tiba-tiba mataku menatap Rizki dan Angel yang menuruni tangga. Gadis itu tampak bergelayut manja di lengan Rizki tanpa malu, atau mungkin memang jenis gadis yang tidak tahu malu, fikir Nayna.
Dan dia, dr Rizki yang hebat, santai saja berjalan membiarkan Angel bergelayutan di lengannya. Dia pasti juga sangat menyukainya. Dasar, laki-laki itu ternyata sama saja, tidak ada bedanya, rutuk Nayna dalam hati sambil tampak menatap kesal.
Namun Nay cepat-cepat mengubah ekspresi wajahnya, Nay berusaha tersenyum manis untuk menyamarkan rasa tidak sukanya. Nay bukan berarti mulai mencintai laki-laki salju ini. Tapi Nay memang tidak suka jika melihat laki-laki genit dan wanita agresif. Semua itu jadi mengingatkannya pada wanita-wanita lain yang pernah beehasil merebut cintanya.
"Lo udah nyampe Ngel. Cepet amat," tanya Rena menatap Angel.
"Udah lepasin bang Ki, bergelayutan aja. Ada mbak Nay, nggak enak," ujar Rena kembali.
"Iya nih mbak Angel. Mbak Nay itu calon istrinya bang Ki," Roby ikutan nimbrung.
"Kan baru calon, belum juga jadi istri," jawab Angel cuek lalu duduk di kursi tepat di sebelah kiri bang Ki.
"Ihh ini anak....," geram Rena.
"Udah-udah jangan ribut. Kamu kayak nggak tahu Angel aja Ren. Udah biarin," ujar mommy menengahi.
"Kamu maklum yah Nay. Mereka itu udah kayak kakak adik aja, jangan diambil hati," ujar mommy lagi tulus sambil menatap Nayna.
__ADS_1
"Iya mom, tenang aja. Nay nggak masalah kok," balas Nay tersenyum.
"Mbak Nay cantik banget kalau senyum gitu. Lesung pipinya jadi kentara banget," ucap Roby memuji.
"Ah, kamu bisa aja dek ngegombal," jawab Nay malu.
"Jangan mau mbak Nay digombalin Roby, dia mah tukang rayu," celetuk Rena
"Kalau si manusia es yang ngegombal nah itu baru aneh," ucap Rena lagi merujuk Rizki.
"Gunung es mah mana bisa merayu mbak," jawab Roby tertawa, dan semuanya jadi ikut tertawa.
Kecuali Rizki. Dia satu-satunya orang di rumah ini yang sedari tadi diam mematung tampa mengeluarksn suara. Hati si manusia salju itu sepertinya sudah benar-benar beku. Saat semuanya tampak asyik makan sambil sesekali bercengkrama. Dia tetap cuek dengan wajah super dinginnya. Hhmmmm, Nayna menarik nafasnya dalam, sepertinya akan butuh perjuangan untuk mencairkannya, bisik hati Nayna kembali.
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
__ADS_1
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1
Coment 💬