
Nayla, adik kandung Nayna yang pembawaannya sangat menyerupai Nayna itu perlahan baru menyadari. Bahwa ternyata Nayla menyukai Rendi, mantan pacar mbaknya tercinta itu, setelah beberapa kali pertemuan tidak sengaja yang mempertemukan keduanya.
Nayla masih duduk termangu di ranjang king sizenya. Bayangan Rendi semakin melekat di kepalanya. Sosok Rendi seakan terus saja menghantuinya.
Ya Tuhan, kenapa bayangan bang Rendi tidak juga mau pergi, keluh Nayla frustasi.
Nayla mengingat semua yang ada pada diri Rendi. Mengingat betapa manisnya Rendi kala diam atau tersenyum. Mengingat betapa macho dan atletisnya body Rendi yang berbalut seragam Polisinya itu. Dan yang paling Nayla sukai adalah mata teduh dalam coklat milik Rendi. Netra coklat itu seakan bisa menenggelamkan Nayla di dalam keteduhannya. Netra coklat itu seakan magnet yang menarik Nayla untuk terus menatapnya, dan masuk dalam telaga keteduhannya.
Aku bisa gila oleh pesonamu bang. Tapi bagaimana aku bisa dekat dengan bang Rendi, sedangkan kami sekedar saling mengenal hanya karena aku adalah adik kandung dari mantan kekasih yang di cintainya. Dan aku menyukai laki-laki yang di hatinya bertahta wanita lain, keluh Nayla kembali.
Nayla menghela nafas kasar. Hati dan fikirannya sudah benar-banar tidak waras. Bagaimana bisa menyukai laki-laki yang bahkan untuk bisa dekat saja Nayla tidak punya ruang.
Nayla, gadis manis ini memang belum pernah berpacaran. Bukannya karena tidak ada laki-laki yang menyukai Nayla. Nayla adalah gadis yang cantik, wajah imut dan mungilnya seperti perpaduan dari suku Jawa dan bangsa Pakistan. Jika Nayna memiliki wajah yang putih seperti bundanya. Maka Nayla lebih mendominasi ayahnya yang keturunan Jawa. Wajah hitam manis itu justru membuat Nayla begitu cantik dan tidak membosankan.
Dari sejak duduk di bangku sekolah menengah, begitu banyak laki-laki yang menyatakan perasannya pada Nayla. Tapi Nayla selalu saja menghindar dan menolak. Karena tidak satupun dari mereka yang bisa mengetuk ruang terdalam dari hati Nayla. Nayla menganggap mereka sekedar teman, laki-laki biasa dalam pandangan Nayla. Tidak ada satu orangpun yang bisa membuat Nayla terpesona cinta.
Tidak mungkin aku terang-terangan meminta bantuan bunda agar bisa dekat dengan tante Ratih, maminya bang Rendi. Rasanya tidak masuk akal meminta ayah dan bunda melanjutkan perjodohan anak-anak mereka kembali melalui diriku, Nayla masih saja berkata-kata sendiri di dalam hatinya.
Mungkin karena terlalu lelah berfikir, Nayla akhirnya tertidur, hingga tidak mendengar suara bundanya yang sedari tadi memanggil sambil mengetuk pintu kamarnya.
Kreeeeettt
Terdengar suara pintu di buka bunda. Bunda lalu masuk dan melihat Nayla.
""Ternyata tidur, pantas Ay tidak mendengar panggilanku, gumam bunda menatap putri keduanya itu.
Sejak Nayna menikah. Nayna dan Rizki memutuskan tinggal di rumah mereka sendiri. Kini hanya Ay lah teman yang bisa menggantikan Nayna, karena Kayla sebagai si bungsu masih bersekolah.
__ADS_1
Sebenarnya bunda ingin berbicara dari hati ke hati kepada Nayla. Bunda merasa Ay menyembunyikan sesuatu. Sejak pernikahan mbaknya, bunda merasa Ay berubah. Sebagai seorang ibu bunda yang paling faham karakter anak-anaknya itu. Walaupun persis Nayna, Ay itu lebih terbuka dan periang. Ay itu seorang gadis yang sangat amat ramah. Tapi akhir-akhir ini bunda merasa, putriny itu menjadi lebih pendiam dan tertutup. Ay lebih banyak diam dan menyendiri. Wajahnya terlihat seperti menyimpan beban.
Sebagai seorang ibu, bunda tidak ingin Ay menyimpan masalahnya sendiri. Bunda selalu ingin menjadi sandaran bagi putri-putrinya. Bunda tidak ingin Ay menjadi berbeda karena beban fikirannya.
"Tapi semoga saja itu hanya perasaanku saja sebagai seorang ibu," gumam bunda kembali.
Bunda menatap Ay sebentar. Betapa manis putrinya itu, bahkan dalam tidurnya. Semoga kaupun bisa berbahagia seperti mbak Naymu sayang," ucap bunda dengan sangat pelan.
Lalu perlahan berjalan menuju pintu, menutup pintu perlahan seolah takut membangunkan seorang bayi yang tengah tertidur. Lalu pergi berlalu dari kamar Nayla. Dengan banyak pertanyaan yang kini memenuhi benaknya.
Sementara Nayla tengah tertidur dengan tersenyum. Bukan hanya di alam sadarnya, di dalam mimpinyapun di isi dengan kehadiran Rendi. Nayla merasa dalam tidurnya bunda dan tante Ratih, mami bang Rendi yang pada akhirnya membantunya untuk mendekati bang Rendi.
Apalagi tante Ratih, dia terlihat amat sangat bahagia. Karena walaupun mbak Nay tidak menjadi menantunya. Kini dia tetap akan berbesan dengan sahabat tercintanya itu karena Nayla.
Terkadang memang ketika kita terlalu memikirkan seseorang, maka orang tersebut ikut terbawa ke alam sadar kita tanpa kita sadari.
Karena kesibukan Authorโ
Mohon maaf jika baru bisa update๐๐ป
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh๐๐ปโ๐ค๐
Part Novel selanjutnya akan di isi dengan kisah Nayla. Kisah perjuangan cintanya untuk bang Rendi? si babang tamvan๐คฉ๐๐
Kisah Nayna akan di skip sementara karena Nayna dan Rizki masih menikmati kehidupan indahnya sebagai sepasang pengantin baru.
Kisah akan di selipi konflik keduanya dalam berumah tangga nanti.
__ADS_1
Baca terus kelanjutnya kisah mereka ya cintahhh๐๐ป๐
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
๐
Vote
Like ๐
Favorit โค
Coment ๐ฌ
Rate 5
Baca juga Novel Author Lainnya
โ Mengejar Cinta Ustad
โ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
๐
__ADS_1
Vote, Like, Favorit, Coment & Rate 5