Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Kabar Bahagia Obat Bagi Nayna


__ADS_3

Nayna terbangun, dengan badan yang masih panas, dan perut yang terasa sangat mual hendak muntah. Nay berusaha bangkit dari tempat tidur, tapi rasa pusing yang dideranya mengurungkan niatnya hendak bangun dari tempat tidur.


"Ya Allah. Buatlah Rizki sadar dan pulih kembali. Kalaupun aku dan dia harus berpisah. Meskipun nyatanya kami nanti tidaklah berjodoh. Aku lebih memilih berpisah asalnya dia kembali sehat. Ya Allah tolong kabulkan permohonanku," doa Nayna dalam hati dengan mata yang masih


terpejam.


"Nay......udah bangun nak," tanya bunda yang baru saja masuk ke kamar Nayna.


Bunda mendekat ke arah tempat tidur Nayna, memeriksa kondisi putrinya tersebut. Memegang kening Nayna. Badannya kembali panas, gumam bunda.


"Bun, apa mom sudah menelepon. Bagaimana kondisi bang Ki?" tanya Nayna dengan mata terpejam.


"Bunda sudah menelepon tante Hesti. Keadaan Rizki belum ada perubahan. Bunda juga sudah menjelaskan keadaan Nay. Dan tante Hesti meminta Nay beristirahat dahulu. Dia juga berjanji akan mengabari secepatnya jika ada perubahan pada kondisi Rizki," bunda menjelaskan panjang lebar agar Nay tidak lagi mencecarnya balik dengan berbagai pertanyaan mengenai Rizki.


Saat ini bunda berharap Nay juga memikirkan kondisinya sendiri.


Nayna hanya terdiam. Hatinya perih, memikirkan bagaimana keadaan kekasih hatinya. Laki-laki yang sudah siap meminangnya itu.


"Badan Nay kembali panas, pasti perut Nay juga mual kan," tanya bunda yang mendapat anggukkan kepala dari Nayna.


"Kemarin dokter yang memeriksa Nay mengatakan kalau Nay terkena gejala Types. Types itu akibat capek dan stress. Jadi Nay memang beristirahat nak," pinta bunda lembut.


"Bunda suapin buburnya. Untuk sementara jangan makan makanan yang keras dan pedas dulu sayang," bunda sudah membantu Nay duduk dan menaikkan sedikit tempat tidur rumah sakit agar memudahkannya menyuapi Nayna.


"Sedikit-sedikit aja, satu sendok Nay kunyah pelan biar nggak mual," ucap bunda menyuapkan sesuap bubur pada Nayna.


"Ini minum air hangat kukunya, biar perut Nay nggak mual," bunda sudah membantu memegang gelas minum ke bibir Nayna.


Nayna cukup lama menghabiskan seperempat bagian saja dari bubur itu, karena mual yang menderanya. Setelah meminum obat, Nay kembali beristirahat.


Tiga hari sudah Nayna terbaring sakit. Untunglah makanan dan obat masih masuk ke dalam perutnya. Sehingga kondisi Naynapun semakin membaik.

__ADS_1


Dan kabar yang diterimanya dari Nayla, adiknya itulah yang membuat wajah pucatnya tampak sedikit bersinar.


"Mbak Nay, telepon dari mommy bang Rizki. Katanya bang Rizki sudah sadar," Nayla bergegas memberitahukan kabar bahagia itu pada mbaknya.


"Yang bener Ay......," tanya Nayna tidak percaya.


"Ini teleponnya juga belum Ay matiin," Nayla memberikan teleponnya pada Nayna.


"Assalamualaikum mom," sapa Nayna langsung dengan semangat, walaupun suaranya masih terdengar sangat lemah.


"Waalaikumsalam sayang. Bagaimana kondisi Nay, suaranya masih terdengar belum sehat," tanya mom.


"Nayna sudah mendingan mom. Bagaimana kondisi bang Ki, kata Ay barusan bang Ki udah sadar," Nayna sudah tidak sabar bertanya, air matanyapun sudah mulai bergulir.


"Alhamdulillah, bang Ki udah sadar sayang," jawab mom terisak, dalam hati banyak mengucap syukur atas keajaiban yang terjadi.


"Kalau gitu Nay mau ke rumah sakit mom," ucap Nayna kemudian.


"Tapi Nay mau ketemu bang Ki sekarang mom," pinta Nayna.


"Nay sayang, bang Ki juga baru saja sadar. Bahkan dokter juga masih melakukan visit dan banyak pemeriksaan untuk mengecek kondisi kesehatannya. Bang Ki juga harus banyak beristirahat," mom kembali menjelaakan.


"Jadi sayang, besok saya ke Rumah Sakitnya yah. Besok Rizki sudah semakin baikan, Nay juga fisiknya juga sama-sama membaik. Okey sayang," bujuk mom.


"Baiklah mom. Nay akan sabar satu hari ini aja. Besok pagi-pagi sekali Nay akan langsung ke Rumah Sakit," putus Nayna akhirnya.


"Gitu dong Nay. Ya udah mom tutup telephonenya yah. Nay iatirahat ya sayang. Assalamualaikum," mom memutus telephone.


"Waalaikusalam," balas Nayna tersenyum.


Terima kasih ya Allah. Akhirnya permintaanku kau kabulkan, ucap Nayna bersyukur sekaligus mengingat permohonannya pada Tuhan tadi.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤

__ADS_1


Coment💬


__ADS_2