Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Efek Patah Hati


__ADS_3

Rendi duduk malas di sofa ruang tengah. Dia tampak diam saja tidak bersemangat.


Tidak lama Bayu menyusul duduk di samping abangnya itu. Kurang lebih dengan wajah dan tampilan yang sama.


Riko adik mereka yang bungsu duduk di sofa lain di ruang tengah itu lagi asyik mengutak atik handponenya.


Sesaat dia tersenyum sendiri, tampak berfikir masih dengan tersenyum, lalu kembali sibuk dengan handponenya.


Bayu dan Rendi yang duduk di hadapan adiknya itu jadi saling pandang.


"Kayaknya lagi jatuh cinta ini anak," ujar Bayu pada Rendi


"Iya dek, lo liat aja mukanya, sumringah banget," balas Rendi.


"Biasalah bang, jatuh cintanya abege, semua endahh kaleee," sindir Bayu lagi.


Sementara Riko yang masih asyik dengan handponenya tidak mengetahui kalau kedua saudaranya itu sedari tadi sibuk mengomentarinya.


"Bang, lo tebak, gebetan apa ceweknya si Riko," Bayu memulai lagi


"Alahhh, paling gebetan Bay. Kalau ceweknya udah ribet dia," sahut Rendi.


"Iya bener banget bang. Kalau masih gebetan gitu tu kelakuan. Ketawa sendiri, senyum sendiri, mikir, senyum lagi, kayak orang gila," sambil memandang adiknya.


"Ntar kalau udah jadian, udah jadi ceweknya, dia yang ribet bang. Mau koncow ma temen-temen dilarang, maen game kagak bisa lama, belum lagi di telponin. Ditanyain segala macem. Parahnya lagi bentar lagi bakak jadi sopir," tambah Bayu.

__ADS_1


Lalu kedua kakak beradik itu tampak ngakak berdua. Suaranya sudah nyampe ke telinga Riko yang dari tadi terlihat nggak perduli.


"Apaan sih bang Rendi sama mas Bayu dari tadi berisik banget," Riko menghentikan mengutak atik handponenya menatap kedua saudaranya itu.


Ditatap begitu Rendi dan Bayu malah tertawa makin kencang


"Ditanyain malah tambah ketawa," emosi Riko.


Melihat Riko yang mulai emosi, bukannya membuat Rendi dan Bayu berhenti tertawa, mereka berdua sudah seperti orang yang kerasukan.


"Efek jomblo gini nih," sindir Riko pada kedua saudaranya itu.


"Pasti naluri kejombloan bang Rendi dan mas Bayu tercabik-cabik, meronta melihat adik bungsunya ini berbahagia bersama cintanya," Riko memegang dadanya, seolah menyindir kalau ada satu nama terukir di dadanya itu.


Rendi dan Bayu yang sudah menghentikan tertawanya tampak mencibir adiknya.


"Sekolah yang bener, jangan sibuk pacaran mulu," tambah Bayu lagi.


"Yaelahhh mas Bayu, cinta itu yang bikin sekolah jadi tambah bersemangat," bela Riko


"Awalnya semangat, lama-lama ketinggalan pelajaran, sibuk, ribet ngurusin cewek lo aja," sela Bayu lagi.


"Itu sih mas Bayu, kalau Riko kagak. Waktunya udah diatur semaksimal mungkin mas," ujar Riko sambil tertawa


"Lagak lo....," ejek Bayu.

__ADS_1


Riko memperhatikan abang dan masnya itu. Kedua orang saudaranya itu tampak kusut, rambut acak-acakan, pakaian kucel, jangan-jangan belum pada mandi nih orang, pikir Riko.


Wajah merekapunpun ikutan kusut kayak belum di strika. Riko jadi penasaran, nggak biasanya kedua saudaranya ini jadi kompak.


"Bang Rendi sama mas Bayu kenapa sih?" tanya Riko menyelidik


"Kenapa?" balas mereka kompak.


"Ditanya malah balik nanya," Riko kesal


"Abang sama mas kenapa? Muka udah kayak tumpukan pakaian kotor, kusut kayak belum di srika," ujar Riko lagi.


"Enak aja ngatain. Loh nggak tahu apa gua sama bang Rendi ini idola kaula muda," balas Bayu.


"Idola sih idola bang. Kalau kusut, kucel dan bau gini, cewek juga bakalan kabur," ejeknya lagi.


Sementara Rendi yang malas berdebat, cuma menjadi pendengar setia kedua adiknya saja.


"Riko tahu, bang Rendi sama mas Bayu pasti lagi patah hati," tebak Riko


"Sok tahu lo dek," Rendi yang menyahut


Riko tersenyum memandang kedua saudaranya tercinta itu.


"Apalagi selain patah hati yang bisa membuat dua perwira tampan kayak abang sama mas jadi nggak banget kayak gini," skak Riko.

__ADS_1


Lalu dengan tertawa pergi meninggalkan kedua saudaranya itu.


__ADS_2