Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Winda & Bayu


__ADS_3

Winda mempersilahkan Bayu untuk menunggu Nay di sofa yang ada di depan ruang kerjanya. Kebetulan ruangannya dan Nay bersebelahan.


Bayu mondar mandir di depan muka Winda. Gadis itu memicingkan matanya.


"Halloooo.....apa kau tidak bisa menunggu saja dengan duduk diam di sofa," ujar Nayna kesal


Bayu menatap tajam perempuan itu, dia membuang muka dan terus saja mondar mandir. Winda semakin menjadi geram


"Heii.....kamu budek, atau tidak punya telinga. Aku pusing ngeliatin kamu mondar mandir aja sedari tadi."


"Itu bukan urusanmu," balas Bayu ketus.


"Cihhh...tampangnya aja yang ganteng, tapi mukanya angker," gumam Nayna


"Apa yang kau katakan barusan," tanya Bayu mendengar gumaman Winda.


"Tidak, aku tidak berkata apa-apa. Aku hanya menyuruhmu duduk dan diam," balas Winda tak kalah judes.


"Silahkan diminum sembari menunggu. Siapa tahu teh itu bisa mendinginkan isi kepalamu," ujar Winda begitu office girl selesai meletakkan minuman di Sofa dekat Bayu berada.


Sementara Bayu sudah mendelikkan matanya menatap Winda. Dia tidak ingin meladeni perempuan ini di depan office girl ini.


"Mbak Winda mau dibikinkan minuman apa?" tanya office girl itu ramah


"Nggak usah mbak. Nanti aja kalau aku mau tak panggil yah," balas Winda lembut dengan tersenyum ramah

__ADS_1


Ciiihhh, bisa berkata lembut dan tersenyum juga perempuan ini, batin Bayu


Kukira bisanya marah dan judes aja, ujarnya lagi dalam hati.


Setelah menyeruput beberapa teguk teh dalam cangkirnya. Bayu kembali memandang wanita di hadapannya ini


"Apa Nay akan lama keluarnya," tanyanya lg datar


"Kau bertanya padaku," balas Winda tak kalah datarnya


"Ckckckkkk, apa ada orang lain lagi di ruangan ini yang bisa kutanyai," ujar Bayu kesal


"Yaaa kale aja bicara sendiri," balas Winda dengan santainya.


"Enak saja kau mengetaiku temperamen. Tidak sadar kalau dia itu berwajah angker," balas Winda tidak mau kalah, membalas tatapan Bayu.


Bayu menghembuskan nafasnya kasar. Kalau saja dia tidak penasaran hampir dua bulan ini Nay seperti menghindarinya, Bayu tidak mungkin dengan sengaja menunggu gadis itu di kantornya.


Semua pesannya tidak pernah Nay balas, jangankan di balas dibacanya saja tidak. Apalagi telp, sudah ratusan kali Bayu menelpon, tapi tidak pernah diangkat. Untuk meminta tolong mamanya menghubungi tante Meli dan menanyakan keadaan Nay, Bayu merasa tidak enak.


Dan hari ini, Bayu sengaja mengosongkan jadwalnya agar bisa menemui gadis itu di kantornya.


Tapi yang dia temui malah wanita temperamen ini, Bayu bergidik. Dia barusan membandingkan Nayna dan wanita di depannya ini. Sungguh benar-benar seperti Bumi dan Langit. Yang satu begitu ayu dan lembut, yang satu temperamen dan tidak ada sopan santunnya, gumamnya lagi.


Winda santai mengerjakan pekerjaannya di laptop ketika dilihatnya laki-laki itu sudah lebih tenang, dia meliriknya sekilas sembari kembali pada kesibukannya.

__ADS_1


"Heiii....bapak komandan, tumben nih mampir ke kantor," sapa Nayna begitu dilihatnya dengan jelas siapa yang duduk di sofa ruangan Winda.


Keduanya menoleh ke arah sumber suara. Bayu sudah tersenyum manis melihat kehadiran Nayna.


Sementara Winda mengeryitkan dahinya.


Siapa Nay tadi memanggilnya, bapak komandan, apakah si angker ini juga seorang perwira polisi seperti Rendi, dia bertanya-tanya sendiri.


"Sudah lama Bay," Nayna menyambut uluran tangan Bayu


"Lumayan Nay. Untuk bisa adu kekuatan dengan nenek sihir yang ada di hadapanku ini," Bayu memandang Winda tajam


"Enak aja ninik sihir. Nggak sadar situ si wajah angker," balas Winda sambil menatap nggak kalah tajamnya.


Nayna tersenyum sendiri menyaksikan kedua orang ini. Mereka berdua terlihat lucu jika bertengkar dan saling menyindir seperti itu di mata Nay.


"Udah deh, jangan kayak anak kecil," Nayna berusaha melerai


"Ayo Bay ke ruanganku....," ajak Nay ramah. Bayu tersenyum dan mengangguk. Sekilas dia melirik sahabatnya itu.


"Win, mau ikut masuk," tawar Nay


Sementara yang di tanya bergidik ngeri sambil menjulurkan lidahnya. Sementara Bayu yang melihatnya tidak mau kalah membalas dengan melototkan matanya.


Nay masih tersenyum geli melihat keduanya.

__ADS_1


__ADS_2