
Dokter Melia sudah melangkah pergi, keluar dari ruang perawatan Rizki, tentu saja dengan perasaan tidak suka. Akhirnya Nay bisa bernafas lega, setelah hatinya cukup sabar untuk tidak menjadi cengeng. Tetapi setidaknya pembelaan yang Rizki lakukan untuk Nay, juga cara halusnya mengusir dokter Melia. Membuat hati Nayna yang tadinya menguncup jadi mulai mekar kembali. Seiring senyum yang tersungging di bibir Nay melihat sorot mata tidak suka dokter Melia padanya tadi.
"Sayang.....," panggil Rizki begitu dilihatnya Nayna cuma diam saja sedari tadi.
Nayna tersadar dari lamunannya. Menatap kembali Rizki ragu. Nay menjadi sangat kaku, dia tidak tahu harus bersikap bagaimana kini di hadapan Rizki.
Perlahan Nayna melangkahkan kakinya mendekat ke arah sisi terdekat tempat tidur Rizki. Pandangannya masih meragu. Nay masih takut ingatan Rizki belum sepenuhnya pulih. Nay takut Rizki akan bersikap dingin dan ketus seperti sebelumnya. Nay takut Rizki akan kembali membentaknya dan mengusirnya untuk menjauh dan menjaga jarak, seperti saat pertama kali Rizki mengalami kecelakaan waktu itu.
Ditatapnya lekat netra lembut milik Rizki. Memperhatikan Rizki yang sudah bisa duduk di sisi tempat tidur. Infus di tangannya sudah lama dilepas, fisiknyapun terlihat sangat sehat.
"Sayang.....kenapa menjadi seperti ketakutan begitu," tanya Rizki heran menatap lekat Nayna.
"Bener ingatan bang Ki udah balik?" tanya Nayna ragu.
"Bang Ki bener udah inget sama Nay?" Nayna masih berusaha menyakinkan diri.
Rizki menatap wajah sang kekasih hati. Entah mengapa di mata Rizki Nayna jadi tampak begitu imut, dengan tatapan penuh tanya begitu.
"Kamu semakin imut dan menggemaskan saja sayang. Apakah Nay ingin abang kembali amnesia saja," jawab Rizki tersenyum menggoda Nayna.
"Bang...Nay serius," sungut Nayna mendengar jawaban Rizki yang menggodanya.
"Abang juga bertanya serius sayang," balas Rizki masih tersenyum Rizki menatap Nayna.
"Bang.......," sungut Nayna kembali.
Kali ini dengan wajah yang sudah cemberut membalas senyum manis yang di tunjukkan oleh Rizki.
"Iya sayang. Abang benar-benar sadar sesadar-sadarnya sekarang. Semua ingatan abang sudah kembali. Termasuk ingatan abang tentang tunangan abang yang cantik ini," jawab Rizki menatap netra lentik milik Nayna.
Nayna balik menatap lekat Rizki, mencari kebohongan di mata dokter tampan itu.
__ADS_1
"Kenapa diam. Nay masih meragukan abang?" tanya Rizki kembali.
Rizki yang sudah duduk di sisi tempat tidurnya menarik lembut tangan Nayna. Membawanya duduk di sisi tempat tidur tepat di sampingnya. Mereka berdua lalu saling menatap dan berhadapan. Rizki memegang kedua tangan Nayna.
"Sayang.....maafkan abang jika tanpa sadar melupakanmu selama ini," ujar Rizki begitu lembut dengan tatapan yang tak kalah lembut pada Nayna.
"Abang tahu bagaimana kelakuan dan sikap abang selama ini pada Nay. Andai dalam keadaan ingatan abang sadar, abang tidak akan mungkin berbuat begitu sayang," ujar Rizki kembali, kali ini dengan penuh penyesalan.
Rizki sudah mendengar semuanya dari Roby sang adik semalam.
"Maaf abang sudah meminta Nay menjauh dan memutuskan secara sepihak pertunangan kita. Maafkan abang yang memilihkan sendiri jalan yang mesti Nay pilih. Maaf untuk meminta Nay bersama orang lain," lagi-lagi Rizki menyesali semua yang sudah terjadi.
"Maafkan abang sayang.....," kali ini sambil menatap lekat netra yang terkasih.
Nayna terhanyut. Ikut terbawa rasa yang tercipta. Bukan hanya oleh tatapan lembut menghayutkan milik Rizki. Tapi pemintaan maaf tulus dengan nada lembut itu benar-benar mengena ke dalam hati Nayna. Ucapan itu seakan membasuh segala lara juga duka yang sesaat pernah Rizki torehkan di hati Nayna. Walaupun sebenarnya Nay sudah memaafkan semua, bahkan sudah menjatuhkan pilihan hatinya.
"Nay sudah memaafkan bang Ki. Mari kita lupakan saja semua bang," jawab Nayna lembut.
Tangan Rizki sudah membelai lembut pipi Nayna, mengangkat dagu Nayna untuk menatapnya lekat.
Menikmati wajah cantik Nayna yang sudah begitu dekat. Rasanya sudah lama sekali Rizki tidak sedekat ini menatap wajah sang terkasih.
Rizki akui, Naynya teramatlah cantik. Wajahnya itu imut sekali. Bukan hanya bibir sexynya yang bisa menarik perhatian, tapi lihat matanya juga indah, hidung mancungnya yang mungil. Dan lihat lesung pipinya itu, saat dia tertawa lesung pipi itupun makin membuat kecantikannya menjadi sangatlah sempurna. Tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan alami yang Nayna miliki. Meski tidak pernah bermake up tebal, hiasan minimalis yang selalu melengkapi keseharian Nayna, malah membuat kecantikannya semakin nyata. Pantaslah saja bila semua laki-laki masa lalunya itu tidak akan dapat melupakan Nayna. Nayna yang cantik, baik dan lembut. Perpaduan kecantikan wajah dan akhlak yang indah. Sungguh sempurna Allah menciptakannya.
Abang tidak akan lagi melepaskan Nay, kita akan segera menyiapkan pernikahan kita sayang, bisik hati Rizki kemudian.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hiii views tercintaaahh🤩😍
Selanjutnya kisah cinta akan banyak diwarnai kisah antara Nayna dan Rizki🤩😍😘
__ADS_1
Tentu saja dengan diselipi kisah cinta lain sebagai pemanis🤗✌
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
__ADS_1
Fav