
"Nay....nggak ngantor sayang," tanya bunda pada putri sulungnya itu.
"Nggak bun. Ntar siangan Nay ada meeting sama pak David, temannya bang Rendi, yang ngasih Nay tender untuk projek baru," jawab Nay tidak bersemangat.
"Kamu kenapa sayang," tanya bunda kembali melihat Nayna tampak tidak bersemangat.
"Nay bingung banget bun....," keluh Nayna.
"Bingung kenapa? Masalah kerjaan?" bunda kembali bertanya.
Nayna menggelengkan kepalanya perlahan.
"Kalau bukan kerjaan, pasti masalah Rendi dan Rizki?" selidik bunda.
Nay terdiam lama. Benar sekali dugaan bundanya itu.
"Nay bingung sama perasaan Nay sendiri bun," ujar Nayna setelah beberapa saat.
Bunda memperhatikan putrinya itu. Tidak berbicara sama sekali. Hanya ingin mendengarkan lebih dulu semua keluhan Nayna.
"Nay seperti makan buah simalakama bun. Nay tidak bisa memilih antara bang Ki dan bang Rendi," ujar Nayna tertunduk lesu.
"Kau bisa memilah perasaanmu lebih besar kepada siapa nak," ibu mencoba membantu tanpa seperti mengajukan pilihan pada Nayna.
"Bang Rendi itu cinta pertama Nay bun. Bahkan mungkin cinta itu tidak pernah berubah hingga detik ini, bahkan dari hati Nay sendiri. Nay tahu bang Rendi sudah melakukan pengkhiatan dengan menduakan Nay dan akhirnyamenikah dengan gadis lain dulu. Tapi Nay juga sudah memaafkan bang Rendi. Karena bagi Nau, ini adalah bagian dari takdir yang harus Nay dan bang Rendi jalani bun. Ini semua adalah ujian dari cinta bang Rendi dan Nay," jelas Nayna menjabarkan penilaiannya tentang Rendi.
Bunda kembali hanya diam. Mendengarkan semua yang dikatakàn Nayna. Bunda bisa merasa bahwa cinta itu masih ada, nyata.
__ADS_1
"Bang Rizki adalah laki-laki yang pada akhirnya melengkapi kisah dari pahitnya perjalanan sebuah cinta. Kami menjadi dua orang yang disatukan oleh satu rasa kecewa dari sebuah pengkhiatan. Pengalaman pahit masa lalu akhirnya menyatukan hati Nay dan Rizki kini. Kami salìng mencintai setelah saling membuang jauh sakitnya dikecewakan. Nay tahu posisi bang Rizki tidaklah salah. Kecelakaan dan amnesia yang menimpanyalah yang akhirnya membuat jarak diantara kami berdua. Nay juga sudah memaafkan bang Rizki bun. Lepas dari amnesia yang dialami bang Rizki, takdir akhirnya menyentuh cinta di hati bang Rizki kembali. Hilangnya semua memorinya tentang Nay, tidak menghalangi hatinya yang pada akhirnya berkata sendiri, siapa wanita yang ternyata ada di hatinya," Nayna kini mengungkapkan fikirannya mengenai Rizki.
Dan bunda lagi-lagi adalah pendengar setia Nayna. Bunda tahu sisi hati Nay sebenarnya sudah terisi, sejak cinta mempertemukan Nayna dan Rizki. Tapi kehadiran Rendi kembali, jadi memperumit masalah hati.
"Nay selalu meminta dan berdoa pada Allah. Cukup satu saja perasaan dari rasa cinta untuk Nay yang setia dan tidak pernah mendua. Nay tidak pernah minta banyak, hanya kebagiaan dari seseorang yang mencintai Nay tulus, selamanya, dan membawa Nay pada sebuah hubungan serius, menuju sebuah pernikahan. Yang selama ini seperti enggan mendekati Nay. Yang datang menjanjikan bahrera biduk rumah tangga, akhirnya pergi dengan meninggalkan luka di hati Nay," ujar Nay kembali berpuitis.
"Nay benar-benar tidak bisa memilih bun. Dua-duanya ada di hati Nay. Nay mencintai keduanya," keluh Nay dalam tangis kebingungan.
"Kalau bang Rendi tidak pernah berfikir mengkhianati Nay. Kami berdua pasti sudah bersama. Kalau saja bang Rendi tidak mencoba menyakiti Nay, setelah Nay memaafkannya dan menerima bang Rendi kembali waktu itu, kita mungkin sudah jadi pasangan saat ini. Dan Nay tidak perlu memutuskan memilih menerima perjodohan dengan bang Ki." keluh Nayna lagi.
"Dan akhirnya bisa merasakan perasaan cinta kembali bersama bang Rizki. Lagi-lagi kecelakaan bang Ki harus merenggut kebahagiaan Nay. Kami sudah menjadi pasangan suami istri dalam ikatan suci yang sudah kami rancang berdua kalau saja ambesia itu tidak menghancurkan semuanya. Karenanya bang Rizki jadi berubah. Karenanya bang Ki bahkan memutuskan sepihak pertunangan kami dan mencoba dekat dan berhubungan dengan gadis lain. Kenapa Tuhan seakan tidak membiarkan Nay bahagia bun," keluh Nayna kembali.
"Jangan menyesali semua yang terjadi sayang. Karena apapun yang terjadi, itu sudah takdirnya. Pasti ada hikmah dari setiap peristiwa. Ujian yang Nay terima, akan membuat Nay menjadi orang yang lebih sabar. Ujian ini juga akan menunjukkan siapa orang terbaik yang akan mendampingi Nay kelak," bunda berusaha memberi pengertian.
"Shalat istikharah kalau Nay bingung untuk memutuskan. InsyaAllah akan mendapatkan petunjuk yang terbaik," ujar ibu kembali menenangkan.
Dan sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda
Artinya: Jika di antara kalian hendak melakukan perkara/urusan, maka rukuklah (sholatlah) dua rakaat, kemudian berdoa...(HR. Bukhori)
Nay sedikit lega setekah berbicara dengan bunda. Bunda memang satu-satunya yang bisa mèmberi ketenangan pada hati Nay. Menyalurkan energi cinta yang paling tulus.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hii🖐🖐
Views Tercintahh🤩😍
__ADS_1
Maaf bangetz yang udah nunggu up cerita Novelnya🙏🏻 Author baru bisa up hari ini, karena 3 hari ini Author liburan bersama keluarga🙏🏻✌🤗
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
__ADS_1
Like 👍
Favorit ❤