Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Kesedihan Nayna


__ADS_3

Nayna duduk di cafe biasanya. Winda sedang keluar kota bersama keluarganya, sahabat satu-satunya itu sudah semalaman menelponnya. Nayna sudah puas bercerita. Mencurahkan semua sedih dan dukanyĆ , mengungkapkan bagaimana kini hatinya kembali terluka. Nay sudah sedikit merasa lebih lega. Walaupun matanya masih sedikit bengkak karena menangis, dan hatinya masih saja belum sanggup menerima semua kenyataan ini. Tapi Nay memutuskan untuk bangkit. Dia tidak akan lagi terpuruk. Nay memutuskan berhenti mencintai, mungkin memang sudah takdirnya untuk tidak pernah bisa bahagia.


Nay masih duduk mematung, menikmati coffe latte pesanannya. Tampak seorang penyanyi bersiap menyanyikan sebuah lagu. Nay tampak menikmati tiap lantunan lirik yang di nyanyikannya. Sesekali matanya terpejam, seakan merasakan tiap rasa sakit dalam alunan lagunya.


Aaahhh, kenapa penyanyi itu seakan menyanyikan lagu ini untuk mewakili perasaan hatiku saat ini, gumam Nay dalam hati. Bila rasaku ini rasamu, Sammy Simorangkir.


Aku Memang Terlanjur Mencintaimu


Dan Tak Pernah Ku Sesali Itu


Seluruh Jiwa Telah Ku Serahkan


Menggenggam Janji Setiaku


Kumohon Jangan Jadikan Semua Ini


Alasan Kau Menyakitiku

__ADS_1


Meskipun Cintamu Tak Hanya Untukku


Tapi Cobalah Sejenak Mengerti


Bila Rasaku Ini Rasamu


Sanggupkah Engkau Menahan Sakitnya


Terkhianati Cinta Yang Kau Jaga


Coba Bayangkan Kembali


Semua Telah Terjadi


Nayna bahkan ikut bersenandung ketika pada lirik,


Bila Rasaku Ini Rasamu

__ADS_1


Sanggupkah Engkau Menahan Sakitnya


Terkhianati Cinta Yang Kau Jaga


Seketika ingatannya kembali pada Rey. Yah, laki-laki itu mengkhianati sendiri cinta yang telah dia jaga. Bagaimanapun semua tahu jatuh bangunnya Rey mencintai, rasanya tidak perlu Nay jelaskan. Kalau akhirnya dia sendiri pulalah yang melepaskan perjuangan cintanya selama ini. Semula Nayna mengira Reylah yang akan menjadi pelabuhan terakhir cintanya saat mereka memutuskan akan menikah di awal tahun nanti.


Dan nyatanya Nay harus menerima kenyataan pahit ketika kembali dikhianati. Bahkan kali ini rasanya jauh lebih sakit. Dulu saat dikhianati Rendi, Nay hanya tengah manis-manisnya merasakan cinta pertama. Tapi kali ini, saat Nay sudah memberikan sepenuh hatinya. Memutuskan akan menikah dengan Rey. Keputusan menikah bukanlah keputusan yang mudah. Kita selamanya akan menyerahkan hidup kita, cinta kita, jiwa dan raga kita, hanya pada satu orang laki-laki. Dan itu Reyhan.


Di tengah semua rencana indah yang sudah mulai mereka persiapkan, sebuah kejutan besar menghantam dadanya. Bagaimana bisa, Reyhan, laki-laki baik dan soleh itu, akhirnya dengan terpaksa menyerah, dan menjadi bagian dari sebuah akhir kisah mereka.


Wanita itu, Kania, telah hamil dan mengandung anak Reyhan. Lalu masih mungkinkah Nayna mempertahankan hubungan mereka, meneruskan semua rencana indah tersebut. Saat dia tahu pasti yang menjadi jawabannya.


Selamat tinggal Rey. Terimakasih untuk cinta yang selama ini selalu kau beri. Mungkin inilah yang namanya takdir. Ternyata tidak ada nama kita yang tertulis di Lauhul Mahfudz. Jodoh kita tidak tertulis di sana, ucap Nayna begitu sedihnya, air matanyapun sudah tidak bisa lagi di bendungnya.


Beruntung dia memilih meja paling sudut, sehingga tidak tampak terlihat oleh pengunjung lainnya.


Nay tampak semakin terluka. Isak tangisnya sedikit terdengar, meski dia berusaha menutupi mulutnya dengan tangan, agar jangan sampai suara isaknya terdengar orang lain di cafe itu. Tetap saja sepasang mata yang mengawasinya dari kejauuhan masih bisa meliihat semuanya.

__ADS_1


Nayna tampak begitu bersedih. Andai saat ini dia membutuhkan pundaknya untuk bersandar. Butuh dadanya untuk menumpahkan tangisnya. Atau sebuah pelukan dan usapan lembut pada punggungnya, agar bisa merasa dilindungi dan di hibur, aku bersedia Nay, gumamnya dengan tatap mata yang sama. Rasa sakit itu seakan juga ikut mengoyak dadanya. Dia merasakan jauh lebih sakit dari yang Nayna rasakan saat ini. Melihat wanita yang dicintainya terluka dan bersedih seperti itu, hatinya sakit, seperti sebuah belati yang menusuk ke dalam ulu hati. Perasaannya bahkan jauh lebih sakit.


__ADS_2