
"Assalamualikum.....," suara mom terdengar membuka pintu kamar perawatan Rizki.
"Hayooo....bang Ki ngapain pegang-pegang mbak Nay....," teriak Rena di belakang mommy.
"Walaikumsalam....," jawab Rizki dan Nayna berbarengan.
"Makanya cari cowok Ren, jadi nggak ngiri aja kerjaannya," jawab Rizki pada adik perempuannya itu.
"Ihhh bang Ki....," sungut Rania.
"Kamu di sini aja, deket abang," ujar Rizki menggenggam tangan Nayna erat begitu Nay berusaha sedikit menjauh.
"Widiihhhh........pake pegangan tangan, kayak mau nyebrang aja bang," ejek Roby yang sudah berada dekat Nayna dan Rizki.
"Sirik aja kamu dek.....," jawab Rizki menatap Roby.
Robypun cuma bisa tersenyum membalas abangnya itu.
"Mommy udah menghubungi dokter, siang ini bang Ki udah bisa pulang," ujar mom menengahi keributan ketiga anaknya itu.
"Tapi mommy akan mengurus adminitrasinya dulu," ujar mom kembali.
"Biar Nay aja yang mengurus semua adminitrasinya mom," tawar Nayna pada mom.
"Nggak usah sayang, kamu di sini aja. Biar Rena dan Roby yang mengurusnya," cegah Rizki pada Nayna.
"Tapi bang.....," jawab Rena dipotong mommy.
"Iya sayang. Kamu bantu mom di sini aja. Biar Roby dan Rena aja yang urus," ujar mom menimpali setuju.
"Iya mbak, biar Rena sama Roby yang urus administrasinya. Mbak Nay di sini aja, daripada ntar bang Ki digondol sama pelakor," ucap Rena tersenyum.
"Emangnya abang ikan pake di gondol kucing dek," ejek Rizki pada Rena.
"Abang itu bukan ikan tapi daging merah, karena yang ngegondolnya harimau betina," balas Rena lagi.
"Waduhhh mbak Ren, syerem amat," ketus Roby.
"Ini udah bukan syerem lagi dek, tapi horor. Yukk kita cepet urus administrasi bang Ki aja, biar cepet balik ke rumah. Bahaya kalau lama-lama di sini, ntar bisa diterkam sama harimau betina," ajak Rena pada adiknya.
Rena dan Robypun pergi mengurus semua administrasi untuk kepulangan Rizki. Sementara mommy dan Nayna kompak membereskan semua barang-barang Rizki yang akan di bawa pulang. Nay dan mommy tampak begitu kompak, mereka benar-benar sudah terlihat seperti menantu dan mertua. Bahkan di mata Rizki perlakuan mommy ke Nayna melebihi perlakuan mom pada Rizki, anaknya sendiri. Mom itu menyayangi Nayna sama seperti mom menyayangi Rena.
__ADS_1
Dan benar saja kata Rena. Ketika mom dan Nayna sudah selesai membereskan semua barang-barang Rizki yang akan di bawa pulang, tampak harimau betina, maksudnya dokter Melia datang ke ruangan Rizki.
"Selamat siang.....," sapanya masuk ke dalam.
"Siang. Eee, dokter Melia," jawab mombegitu melihat siapa yang masuk.
"Udah siap pulang tante," tanya dokter Melia mendekati mom.
"Iya nih dok. Udah selesai beres-beres, tinggal nungguin Roby sama Rena lagi urus administrasi," jawab mom ramah.
"Saya boleh ikut mengantar dokter Rizki juga tante," tanya dokter Melia cuek tanpa memperdulikan keberadaan Nayna.
"Nggak perlu dok. Bang Ki udah tunangannya mbak Nay yang nemenin," jawab Rena tiba-tiba masuk ke ruang perawatan Rizki diikuti Roby sang adik.
"Ren.....," mom mengingatkan Rena.
Mommy nggak ingin Rena berlaku kasar pada dokter Melia. Walau bagaimanapun dokter Melia adalah dokter yang diserahi merawat Rizki selama di rawat di Rumah Sakit.
"Rena cuma ngingetin mom. Kan ada mbak Nay di sini," jawab Rena melembut mendekati dan memeluk calon kakak iparnya itu.
"Tapi kalau dokter memang masih ngotot mau ikut anter bang Ki juga, dokter terpaksa nyusul pake mobil sendiri," ujar Rena lagi.
"Karena mbak Nay ke Rumah Sakit nggak bawa mobil. Jadi mobil Rena cuma pas banget buat kami be lima termasuk bang Ki," lagi-lagi Rena menjelaskan dengan nada sinis.
"Ayo mom, bang, mbak kita pulang. Semua udah selesai," ujar Rena mengajak semuanya meninggalkan ruang perawatan Rizki.
"Mari dokter Melia....," pamit mom merasa tidak enak hati.
"Iya tante, hati-hati ya. Mungkin besok saya baru bisa ke rumah tante," jawab Melia masih dengan sombongnya.
"Oooo, silahkan saja dokter," jawab mom.
"Selamat kembali ke rumah dan beraktifitas dokter Rizki," kali ini dokter Melia menatap Rizki.
"Terima kasih dokter," jawab Rizki singkat saja.
Sementara Rena mencibir tidak suka interaksi yang terjadi antara dokter Melia dan abangnya itu. Dengan cepat Rena menggandeng tangan bang Ki di sisi sebelah kirinya, karena di tangan kanan abangnya itu sudah menggenggam erat tangan mbak Nay, yang sedari tadi tidak dilepaskannya sama sekali.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hiii views tercintaaahh🤩😍
__ADS_1
Maaf baru bisa up🙏🏻
Karena Author juga meski membagi untuk up novel Author yang satu lg.
Novel "Mengejar Cinta Ustad" yang saat ini mengikuti Kontes Menulis Novel "You Are A Writer S4"
Mohon baca dan dukungannya juga🙏🏻🤩😍
Selanjutnya kisah cinta akan banyak diwarnai kisah antara Nayna dan Rizki🤩😍😘
Tentu saja dengan diselipi kisah cinta lain sebagai pemanis🤗✌
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
__ADS_1
Fav