Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Berada diantara Rizki & Rendi


__ADS_3

Rendi sudah sedari tadi hendak menghampiri Nayna. Tapi kemudian dia mengurungkan niatnya. Rendi meredam emosi yang seketika menggelayutinya saat sontak matanya menatap Rizki yang menghentikan langkah Nayna. Memandang dengan lekat tanpa berkedip keduanya yang tengah berbicara.


Rendi menghela nafas kasar sebelum dihembuskannya pula dengan kasar. Tenang Rendi, jangan terbawa emosi. Jangan sia-siakan kesempatan dan harapanmu untuk bisa dekat dengan Nayna, Rendi berbicara sendiri mengaburkan rasa cemburu yang menggebu di dadanya.


Dipandangi Rendi kembali dua orang yang tengah berbicara tersebut. Kenapa Rendi seolah menangkap ketegangan di tengah keduanya. Rendi bisa melihat pertengkaran yang terjadi diantara mereka. Laki-laki itu pasti mencemburui Nayna, gumam Rendi.


Salah dia sendiri melepaskan jelas-jelas wanita yang telah menjadi tunangannya. Mungkin laki-laki itu berfikir wanita lain itu lebih baik dari Nayna, gumam Rendi lagi dalam hati.


Saat Nayna tampak terkejut dengan kedatangan Rizki. Ditambah penjelasan Jenderal yang mengatakan kalau Rizki itu seorang dokter. Rendi bertambah yakin jika dokter Rizki inilah tunangan Nayna yang tengah amnesia itu. Ternyata dunia memang sempit. Tanpa memulai untuk menyelidiki yang mana laki-laki tunangan Nayna, orangnya datang sendiri ke hadapannya. Ini memang takdir yang mempertemukan, atau kemujuran saja yang memang sedang berpihak padanya. Kalau saja ambesia sang dokter tidak membuatnya mengambil sikap membebaskan Nayna, mungkin belum tentu Rendi bisa kembali dekat dengan Nayna kembali.


"Nay......," Rendi akhirnya menghampiri Nayna setelah cukup bersabar.


"Bang Rendi......," ucap Nayna setelah menoleh ke arah sumber suara.


"Bang Rendi udah selesai. Nay nyariin abang tadi....," ujar Nay kembali sudah tersenyum kembali.


Rizki kembali bergejolak. Bagaimana bisa dia twrsenyum semanis itu pada laki-laki lain. Kali ini di hadapanku pula, tunangannya, geram Rizki.


"Ada apa Nay?" tanya Rendi lembut.


Ciihhh. Jenderal muda ini bisa bersikap selembut itu pada Nayna. Ini pasti taktiknya untuk bisa dekat dengan Nayna, maki Rizki kembali.


"Nay mau ngajakin abang pulang, nggak apa-apa kan bang?" tanya Nayna berhati-hati.


"Nggak apa-apa. Abang juga udah menyapa sebagian temen dan atasan tadi. Lagipula tadi juga sudah bertemu dengan yang empunya acara," jawab Rendi lagi masih dengan lembut.


"Oh iya bang Rendi. Ini dokter Rizki, masih ingat kan," ujar Nayna begitu dilihatnya Rizki belum beranjak dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Seorang tunangan yang membebaskan tunangannya demi wanita lain, dengan alasan ambesia yang di dideritanya," ujar Nayna lagi ambigu.


Rizki terdiam. Matanya menatap lekat Nayna. Kata-kata yang dilontarkan Nayna barusan membuat Rizki makin bertambah emosi, cemburu yang sudah sedari tadi menguasai hatinya, menjadi semakin membara. Kenapa harus berkata demikian, di depan laki-laki lain pula, kesal Rizki.


Rendi yang sedang merasa di atas angin segera mengambil tindakan.


"Abang berharap ingatan laki-laki itu tidak pernah kembali. Jadi abang akan dengan senang hati menggantikan posisinya di hati Nay," ujar Rendi dengan tersenyum sinis menatap Rizki.


Kau tidak akan bisa bertindak ceroboh dengan emosimu bung. Atau kau akan membuat Nayna nanti bertambah jauh, ancam Rendi dalam hati penuh senyum kemenangan. Rendi sengaja melakukannya, karena Rendi yakin, Rizki tidak akan bertindak emosi di hadapan Nayna.


Rizki balik menatap Rendi tajam. Kedua tangannya sudah mengepal geram. Kalau saja mereka hanya berdua, sudah diajaknya duel laki-laki ini, bisik hatinya menahan penuh amarah.


Laki-laki ini benar-benar ancaman baginya. Ancaman bagi hubungannya dan Nayna. Dan sialnya Rizki sendirilah yang telah menggiring hubungan tersebut.


Kau kira bisa dengan mudah masuk dan mencari celah hubungan antara aku dan Nayna. Ayolah man. Tidak akan semudah yang kau fikirkan, itu janjiku, ancam Rizki pula dalam hati.


"Ayo bang Ren, kita pamitan.....," ajak Nayna meredam ketegangan di antara keduanya.


Nayna sebenarnya sengaja membuat Rizki kesal. Karena sebenarnya Nayna tidak menerima keputusannya membebaskan Nayna begitu saja. Walaupun mereka tetaplah masih bertunangan, tapi keputusan itu terang-terangan melukai perasaan Nayna sebagai wanita. Rizki seakan meragukan hubungan mereka, sekaligus berfikir bahwa dirinya belumlah pilihan terbaik dengan kebebasan yang membuat mereka masing-masing bisa memiliki hubungan lagi bersama orang lain.


Rizki hanya menatap nanar saat Nayna dan Rizki sudah beranjak dan pamit pulang. Menatap keduanya berlalu dengan perasaan yang sudah tidak karuan. Akhirnya Rizkipun ikut panit tidak berapa lama kemudian. Setelahnya dokter Melia yang merasa tidak senang. Kedatangan Rizki yang begitu diharapkannya, sekaligus ingin memperkenalkan pada orang tua dan keluarganya. Tidak sesuai dengan harapan dokter Melia. Kedatangan Nayna dan Rendi, justru jadi mengacaukan semua harapan dan rencananya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiii🖐🖐


Views tercintaahhh🤩😍

__ADS_1


Kadang emang bener "Kalau kita jangan asal mengambil keputusan selagi emosi"


Karena keputusan yang diambil selagi emosi itu selalulah tidak Rasional. Sehingga pada akhirnya kita akan menyesali keputusan tersebut👌✌


Jangan lewatin up up selanjutnya yah cintahh🙏🏻🙏🏻😘


Yang suka baca Novel Author ini


Mohon Vote Author🙏🏻


Like 👍


☆☆☆☆☆


Comentnya💬


Tip


Biar Author juga semangaatt up episode berikutnya💪💪💪


Baca dan dukungannya juga tuk Novel Author yang lain🙏🏻


👇


☆ Cinta 90


☆ Mengejar Cinta Ustad

__ADS_1


Salam Manis😊


Author


__ADS_2