Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Isi Hati


__ADS_3

"Nay.....kejadian tadi tidak seperti yang kau fikirkan," Rey tidak sabar menjelaskan semuanya pada Nayna.


Nay hanya memandang laki-laki di hadapannya. Aku percaya apa yang kulihat, kalian sedang berciuman, lalu aku harus berfikir seperti apa, keluh Nayna dalam hati.


"Tadi Karin datang ke kantorku berniat mengajakku pergi makan siang bersàma. Aku menolaknya, bahkan sudah menjelaskan bahwa aku akan makan siang berdua denganmu," jelas Rey lagi.


Nay masih saja bungkam, dia berusahà untuk mendengarkan semuannya.


"Aku sudah membujuknya untuk pulang, karena kau sudah berjanji mau datang ke kantorku," Rey menghela nafas berat


"Aku tidak menyangka Karin akan berbuat begitu.Dia tiba-tiba saja menciumku, aku juga kaget Nay. Aku berusaha melepaskan diri, tapi kau sudah keburu melihatnya," ujar Rey lagi lemah.


Nay memandang lekat Rey. Dia berusaha mencari kebohongan di mata laki-laki itu


"Bukankah kau juga menyukainya. Gadis itu bahkan sudah mengalungkan tangannya di lehermu," sindir Nay sinis

__ADS_1


Rey menatap Nayna. Entah mengapa dia menyukai jika Nay terlihat seperti cemburu begini. Dia menjadi lebih menggemaskan jika terlihat sedang marah seperti ini.


Rey iseng, dia ingin mengusili Nayna. Sekali kali Nay yang terbakar cemburu, jangan hanya dirinya yang terus mencemburui gadis itu.


"Sejenak tadi aku sempet terlena. Kau tahu sendiri aku belum pernah mencium seorang gadispun," ucapnya sambil melirik Nayna.


Gadis itu sudah diam seribu bahasa, mukanya menunjukkan ketidaksukaannya akan omongan Rey barusan


"Bibirnya terasa lembut dan manis. Ternyata begitu ya rasanya dicium," tambah Rey lagi yang membuat Nay makin tidak suka.


"Ya sudah, aku kembali saja. Teruskan keinginanmu mencumbu gadis itu," Nay berniat beranjak dari duduknya. Tapi mengingat dia tadi datang naik mobil Rey, dia mengurungkan niatnya. Duduk kembali dengan wajah yang cemberut.


"Kenapa kau tidak suka kalau dia menciumku, apa kau cemburu," tanya Rey lagi


Nayna tergagap mendengar pertanyaan Rey barusan.

__ADS_1


"Bukan...Aa...aku bukan cemburu, itu bukan urusanku. Tapi itu kan di kantor, tidak baik jika karyawanmu melihatmu bermesraan di dalam kantormu," sangkal Nayna.


"Lagipula kalau kau berniat bermesraan dengan gadis itu. Jangan mengundangku untuk makan bersama di kantormu," Nayna kembali kesal mengingat bekal makan siang itu sudah terjatuh di kantor Rey tadi.


Rey kembali menatap Nayna. Tatapan teduh seperti biasa yang selalu dia berikan untuk gadis itu. Tatapan satu-satunya yang dia berikan dari hatinya, hanya untuk Nayna. Dari dulu bahkan hingga detik ini.


"Nay, apa kau masih meragukanku?" tanyanya lagi.


Nayna terdiam. Rasanya tidak ada alasan untuk meragukan laki-laki di hadapannya ini. Bukankah selama ini cintanya sudah teruji," Nay membalas dalam hati.


Tapi saat melihat mereka bercumbu tadi, Nay jadi meragu. Siapapun bisa tergoda, apalagi mesti bertahan selama Rey. Bukankah saat ada cinta lain yang lebih mudah direngkuh, untuk apa mesti memilih cinta yang menunggu," Nay semakin meragu.


"Jangan meragu Nay. Karena aku sudah selama ini bersedia menunggu," ujar Rey seakan mendengar isi hati Nay.


Rey memegang tangan Nay, kemudian mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

__ADS_1


"Kau bahkan tahu pasti, siapa yang membuatku berusaha keras agar bisa menjadi sukses. Siapa yang ada di hati ini tidak bisa pergi," Rey membawa tangan Nay menyentuh dadanya. Dia ingin menunjukkan debaran jantungnya itu hanya untuk Nayna seorang.


Nayna tertunduk, dia dapat merasakan debaran jantung Rey. Bukan hanya dirinya, Naynapun merasakan jantungnya berdebar lebih cepat, seperti genderang mau perang. (🤭😁)


__ADS_2