
"Kita ke rumah dulu. Makan siangnya di rumah aja, katanya mommy mau ketemu kamu," ujar Rizki pada Nayna datar begitu mobil sudah bergerak meninggalkan rumah Nayna.
"Lagian aku juga baru banget balik dari rumah sakit, pas mommy telp nyuruh jemput kamu, jadi belum sempet ganti baju," ujar Rizki kembali masih dengan wajah dinginnya.
"Ok....," jawab pendek Nayna
Nayna duduk diam di samping Rizki, tatapannya lurus saja ke depan, tanpa berniat bicara. Dia sudah antipati pada cowok dingin sedingin es balok di sampingnya ini.
Rizki menghidupkan musik di audio mobilnya, untuk menghindari suasana tidak enak, diam berdua di dalam mobil tanpa bicara ataupun bercakap-cakap.
Sekilas Rizki juga tampak mencuri pandang pada gadis di sampingnya ini.
Gadis secantik ini, bagaimana mungkin pacarnya tega untuk menyakiti gadis ini, tanya Rizki dalam hati.
Sementara Naynapun sedikit melirik ke arah Rizki. Cowok ganteng, dokter pula, tajir, cowok seprefek ini kok bisa sampai dikhianati pacarnya yah, tanya Nayna pula dalam hatinya.
Dan akhirmya mobil Rizkipun sudah tiba di rumahnya yang mewah. Yah tentu saja mewah, daddynya Rizki itu seorang pengusaha sukses, mommynya seorang pengusaha, pemilik catering dan weeding organizer terkenal di kota ini. Dan Rizki adalah putra sulung keluarganya yang berprofesi sebagai seorang dokter, adiknya dua orang, yang satu perempuan masih kuliah, yang satu lagi laki-laki masih duduk di bangku sekolah menengah. Wajar saja jika bukan jika rumah Rizki semewah ini.
Setelah memarkirkan mobilnya, Rizki turun dari mobilnya, diikuti Nayna. Seorang satpam sudah menyambutnya dari masuk gerbang, membukan pintu untuk tuan mudanya itu. Dari dalam rumah tampak perempuan setengah baya yang sudah membungkuk memberikan hormat.
"Mommy mana bik," tanya Rizki pada pembantunya.
"Ada di belakang tuan muda, dari tadi nyonya besar lagi menata meja makan," jawab bik Lastri.
Rizki langsung melangkahkan kakinya ke belakang, tanpa memperdulikan Nayna yang saat itu datang bersamanya.
"Loh....udah nyampe yah bang Ki....," tanya mommynya begitu dilihatnya Rizki sudah muncul di dapur.
Mami tampak celingak celinguk memandang kiri kanan, depan belakang.
"Trus Naynanya mana?" tanya mommy kembali
"Masih di depan mungkin," jawab Rizki cuek.
"Astaqfirullah. Yang benar aja kamu bang. Ngajak anak orang kamu tinggal aja sembarangan," mommy geram dan meninggaljan putranya itu menuju ruang tamu.
Sementara Nayna juga tampak bingung, rumah ini besar sekali, Nay nggak tahu mesti bagaimana dan kemana.
__ADS_1
"Nayna sayang........," teriak mommy begitu melihat Nayna tampak berdiri mematung.
"Tante......," jawab Nayna ragu.
"Lohh kok tante. Calon mantu mommy, manggilnya mommy juga dong sayang," ujar mommy sudah memeluk menantunya itu.
"Ayo sayang, mommy udah nyiapin makan siang. Kita ke belakang sambil nungguin adek-adeknya Rizki, kalau si daddy sibuk hari ini," mommy mengajak menantunya itu menuju meja makan.
"Rizki ke mana bik," tanya mommy pada bik Lastri begitu dilihatnya putranya itu sudah tidak berada di belakang.
"Tuan muda ke kamarnya nyonya. Tadi kata tuan mau mandi dulu nyonya," jawab bik Lastri.
"Oh...ya udah, makasih ya bik," jawab mommynya.
"Ayo Nay......duduk sayang. Bang Ki mandi dulu, dia baru balik dari rumah sakit waktu mommy memintanya menjemput kamu sayang," jelas mommy menatap Nayna.
"Assalamualaikum.......," sapa seorang gadis cantik.
"Walaikumsalam," balas semua serentak.
"Rena tadi masih ada kelas waktu Angel ajakin. Jadi Angel ke sininya duluan," jawab Angel.
"Bang Ki mana mommy," tanya Angel
"Ada di kamarnya, sekalian panggil suruh turun, kita mkn siang, bentar lagi Rena sama Roby pasri nyampe," jawab mommynya Rizki.
Nayna terdiam. Di tatapnya gadis cantik yang sudah naik ke atas menuju kamar Rizki, bola matanya tampak mengikuti arah gadis itu melangkah.
"Itu Angel. Anak sahabatnya mommy, ruamhnya juga nggak jauh dari sini. Angel udah mommy anggap anak sendiri. Jadi jangan cemburu sama Angel ya sayang," ujar mommy menjelaskan.
"Assalamualaikum......,"
Dua orang wanita dan laki-laki tampak baru datang.
"Waalaikumsalam," dijawab serentak.
"Ini pasti mbak Nay ya mom," tanya seorang pemuda tampan berwajah mirip indo seperti Rizki.
__ADS_1
"Ini Roby Nay anak bungsu mommy, dan satunya Rena adik nomor dua Rizki," mommy Rizki menjelaskan.
"Haii mbak Nay," sapa Rena ramah memgulurkan tangan.
Naynapun menyambut uluran tangan kedua adik Rizki. Mereka sangatlah ramah dan baik persis kedua orang tua mereka. Sepertiya hanya Rizki satu-satunya manusia es yang tidak ramah di rumah ìni, batin Nayna.
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
__ADS_1