Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Serasinya Nayna & Rendi


__ADS_3

Hari ini resepsi Winda dan Bayu. Hari terakhir dari serangkaian acara mereka. Saat iring-iringan keluarga mengantarkan kedua mempelai menuju pelaminan. Nayna berada di barisan keluarga pengantin wanita di sebelah kanan berdua Kayla adiknya. Sedangkan Rendi berada di sebelah kiri barisan pengantin laki-laki bersama adiknya Rendi.


Tanpa Nayna dan Rendi sadari, mereka berdua berdiri bersebelahan. Jika dilihat Nayna dan Rendi tampak seperti sepasang kekasih. Dengan tampilan yang serasi, dengan wajah yang sama cantik dan gantengnya. Sesaat keduanya menoleh berbarengan beberapa saat, lalu segera mengalihkan pandangan masing-masing. Tidak dapat dipungkiri, kegugupan kini mendera keduanya. Suara degup jantung masing-masing bahkan bisa terdengar.


Kedua keluarga mempelai laki-laki dan wanita sudah duduk di tempat masing-masing, tempat khusus kekuarga dan besan yang disediakan panitia. Bahkan kedua mempelai dan kedua orang tua, sudah duduk di kursi kebesaran mereka masing-masing. Pengantin wanitapun sudah ikut menari tari penyambutan "Pagar Pengantin" yang merupakan tari khas Sumatera Selatan. Para tamu undangan, terutama banyak yang bukan berasal dari tanah Sumatera tampak terkesima bin terpesona oleh keindahan gerak tari "Pagar Pengantin". Gerakan tari yang sangat indah, diiringi musik yang begitu menggema indah dan syahdu. Serta nyanyian dengan syairnya yang syarat makna. Semau tamu undangan seakan terhanyut oleh pertunjukan pertama mempelai wanita dan para penarinya di pembuka resepsi yang sangat indah ini.


Nayna berjalan ke hall depan. Winda memintanya membantu mengurus tamu kantor, rekan-rekan kantor, relasi dan join an perusahaan yang pasti sudah sangat diketahui Nayna. Winda takut mereka tidak dapet di sambut dengan benar, karena tidak dikenal oleh panitia nantinya.


Begitupun Rendi, yang diminta Bayu adiknya itu, mengurus semua tamu yang hadir dari jajaran kepolisian, baik rekan kerja maupun para petinggi POLRI. Karena tugas di tempat yang sama Rendi sudah pasti mengetahui seluk beluknya.


Saking sibuknya keduanya menyambut dan mengantarkan tamu spesial adik-adik mereka. Nayna dan Rendi tidak sengaja bertabrakan. Rendi dengan sigap menangkap tubuh Nayna yang mungil dan oleng tadi karena menabrak tubuhnya. Rendi bwrgegas menangkap Nay agar jangan sampai terjatuh. Sesaat Nay terpaku dalam pelukan Rendi. Pun Rendi yang tanpa kedip menatap Nayna. Beberapa saat mereka berdua terhanyut, dan lupa tengah berada di tengah-tengah pesta resepsi.


"Ba...ba....bang Rendi......," ucap Nayna tergagap dan berusaha berdiri melepaskan tubuhnya dari pelukan Rendi.


"Nay.......," balas Rendi.


Sesaat kemudian keduanya sudah saling melepaskan diri dan terpaku.



Rendi kembali terpaku menatap Nayna. Gadis tercintanya itu terlihat tambah sangat mempesona di matanya. Gaun warna Navy yang jadi pilihan warna bagi keluarga kedua mempelai sangat cocok di kulit Nayna. Model gaun yang cantik sangat selaras dengan kecantikan alami milik Nayna. Bisakah akhirnya aku harus melepaskan gadis ini, gumam Rendi kembali dalam hati.



Naynapun terdiam. Matanya tidak dapat membohongi hatinya. Ya Allah, cobaan apalagi ini, bisik hati Nayna. Kenapa kau datang lagi, bahkan tidak berubah. Membawa sejuta pesona, yang bahkan belum pergi dari ingatanku hingga detik. Jangan siksa aku Tuhan. Jangan buat aku aku akhirnya memilih. Bukannya aku tidak pernah meminta banyak. Aku bahkan tidak pernah berharap untuk lebih. Karena cukuplah bagiku, satu cinta, yang berharap berakhir bahagia. Bagaimana move on ku, jika terus diuji begini, keluh Nayna kembali.


"Wuihh bang Rendi sama mbak Nay serasi banget," tiba-tiba Riko, adik bungsu Rendi, mengagetkan keduanya.

__ADS_1


"Apaan sih dek," Rendi tampak malu.


Naynapun cuma bisa tertunduk dengan wajah merona.


"Sini deh bang.......," Riko menarik Rendi.


"Tuuuuhhh kan. Abang sama mbak Nay serasi bangetz. Emang dasar jodoh bang, mbak...." ucap Riko sambil berdiri agak jauh memperhatikan keduanya.


Rendi dan Nayna yang sudah berdiri bersisihan tampak diam tidak berkutik.


"Senyum bang Rendi....mbak Nay....aku fotoin buat kenangan," Riko sudah mengekuarkan kamera handponenya.


"Deketan dikin sih bang.....," perintah Riko.


Karena abangnya masih saja mematung, Riko menghampiri keduanya. Meletakkan tangan kiri bang Rendi di pinggang Nayna. Lalu meminta tangan kanan bang Rendi memegang tangan mbak Nay.


"Sekali lagi, senyum dong bang....mbak," teriak Riko.


Keduanyapun tampak twrsenyum, meski terpaksa.


"Yang ikhlas dong senyumya....," teriak Riko lagi.


Cekrek....Cekrek....Cekrek.....


Riko mengambil beberapa pose foto abang dan mantan kekasihnya itu.


"Ntar Riko kirim fotonya ke whatsapp bang Rendi dan mbak Nay....," Riko berlalu dengan cuek meninggalkan Rendi dan Nayna dengan senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiiii🖐🖐


Views tercintaahh🤩😍😘


Rendi dan Nayna memang serasi bangetz🤩😍🤩😍


Mohon Vote Author🙏🏻


Like 👍


☆☆☆☆☆


Comentnya💬


Baca dan dukungannya juga tuk Novel Author yang lain🙏🏻


👇


☆ Cinta 90


☆ Mengejar Cinta Ustad


Salam Manis😊


Author

__ADS_1


__ADS_2