Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA13


__ADS_3

"Khey ... duduk sini dong!" Fabian menepuk sisi ranjang di sebelahnya saat melihat Khey duduk di depan meja rias dan telah selesai melepas hiasan kepala untuk pernikahan mereka beberapa saat lalu.


Khey menoleh sesaat pada Fabian yang duduk di atas ranjang milik Khey yang tidak seberapa lebar tersebut.


Khey mencebik serta memutar bola mata malas lalu setelahnya kembali menatap cermin di depannya untuk membersihkan wajah dari sisa - sisa make up.


"Khey ..." lagi Fabian memanggil nama isterinya dengan nada lembut.


"Apa?" Khey bertanya kesal tanpa mengalihkan pandangan dari cermin besar di depannya.


"Ngadep sini dong say ..." Fabian memohon dengan merajuk.


Khey menoleh dengan raut wajah kesal. "Apaan sih Bi, gak usah pakek sayang - sayangan!"


Fabian tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. "Kita ibadah yuk?!" ucapnya enteng masih dengan menepuk sisi ranjangnya yang kosong.


Khey bergidik dan mencebik.


Ternyata Fabian tetaplah Fabian si cowok tengil yang tetap saja tidak merasa bersalah telah membuat dirinya menjadi seorang isteri untuknya.


"Ogah ... gue gerah, belum ganti baju. Belum mandi jugak!" Ketus Khey sembari melanjutkan memoleskan kapas yang sudah diberi cairan toner pada pipi mulusnya.


Khey paham ibadah yang dimaksud oleh cowok tengil di belakangnya tersebut adalah hubungan suami isteri layaknya dilakukan oleh pasangan pengantin saat malam pertama.


"Khey ... kita udah nikah, udah sah jadi pasangan suami isteri. Jangan galak - galak napa, kalau masih suka marah gak jelas gitu ntar Allah marah tau rasa."


Khey menghirup oksigen banyak - banyak, menahan kesal. Ternyata Fabian tetap saja tengil dan semakin berani menggodanya, padahal jelas - jelas dirinya meminta Fabian memasang dinding pemisah untuk mereka sesaat sebelum cowok itu mengucapkan ijab kabul di depan bapak penghulu siang tadi.


"Khey ... lo mau dilaknat Allah sampai pagi karena gak mau nurutin keinginan suami?!" Fabian tetap saja berusaha menggoda Khey.


Khey mengeram kesal, tidak menjawab ucapan Fabian.


Hatinya mengumpat pada Fabian. "Dasar cowok nyebelin!!"


"Gue mau mandi!" Khey beranjak dari duduknya lalu gegas memasuki kamar mandi.


Braakkk.


Khey menutup pintu kamar mandi dengan keras, hatinya mengeram kesal. Tidak peduli jika suara gaduhnya akan terdengar hingga keluar kamar dan menbuat seluruh anggota keluarganya mendengar.


"Khey kok lo gak ngajakin gue mandi bareng sih?!" teriakan Fabian terdengar oleh Khey yang masih duduk termenung di atas closet kamar mandi.


"Khey ... Khey ... gue kan juga belum mandi, buka pintunya dong." Fabian mengetuk pintu kamar mandi dengan tersenyum tengil.


"Lo mandi ntar habis gue!" teriak Khey dari dalam kamar mandi.


Fabian mendekatkan wajahnya pada pintu kamar mandi. "Mandi barengan ngapa Khey, kita udah sah gak usah malu ... biar kita saling bantu gosokin punggung. Kan asyik tuh ... mandi bareng juga disunnahkan lho buat pasangan suami isteri ..."


Hampir saja Khey terjungkal saat mendengar ucapan Fabian.


"Anjir ... itu mulut gak tau sopan santun apa ... gak tau malu banget sih." Geram Khey masih dengan membenarkan duduknya di atas closet.


Khey kembali mendesah, lalu memikirkan nasibnya nanti setelah keluar dari kamar mandi. Akankah Fabian si tengil itu akan tetap meminta dirinya untuk menjalani malam pertama mereka.


Khey menggelengkan kepala berulang. "Gak itu gak boleh terjadi. Gue gak suka sama dia, dan lagi gue masih pacaran sama Doni. Gak mungkin gue bisa tiba - tiba putusin dia." Khey berusaha menampik bayangan Fabian tengil yang bakal tidur satu ranjang dengannya nanti.

__ADS_1


"Tapi gimana caranya?!" tanya Khey mengetukkan ujung jarinya pada bibir tipisnya.


Sesaat setelahnya Khey bergidik saat mengingat wajah Fabian tengil yang tersenyum mesum ke arahnya.


Entah bagaimana nasibnya jika saat tidur si Fabian tengil itu memeluknya, menggerayangi tubuh polosnya serta menciumnya tanpa henti seperti adegan mesum dalam film yang pernah ia tonton.


Lagi - lagi Khey bergidik, saat membayangkan hal itu.


Perlahan Khey pun beranjak dari closet, melepaskan satu persatu baju yang menutupi tubuhnya. Memutuskan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air shower hingga menempa pucuk kepalanya agar otaknya refresh. Sejenak melupakan sosok tengil Fabian yang menyebalkan, sungguh sangat menyebalkan.


"Khey ... belum selesai? Lama banget sih?!" Terdengar kembali teriakan Fabian dari balik pintu sambil mengetuk pintu.


Khey mengeram.


"Baru juga mulai, kalau gak sabar pakek kamar mandi yang lain kan bisa Bi!!" teriak Khey dengan kesal tak kalah kencang dari dalam kamar mandi.


Khey pun meneruskan aktivitas mandinya tanpa peduli dengan teriakan Fabian yang bahkan tidak menghentikan tangannya untuk mengetuk pintu kamar mandi.


Dasar cowok tengil bin mesum yang amat sangat menyebalkan.


"Khey ... aku ini suamimu lo!" Fabian kembali teriak.


"Iya ... gue tau, gue inget!! Baru berapa menit lalu sah. Tapi kan gue gak cinta sama lo, jadi gak usah ngarep kita bakal mandi berdua seperti sunnah rosull!!" Khey berucap keras dan tegas.


"Cinta ataupun tidak tapi hubungan kita sah gak seperti hubungan lo sama ketos sombong itu Khey. Jadi gue lebih berhak atas lo, bukan dia."


Haisshh ... kenapa mulut dia lemes banget sih, terbuat dari apa sih sebenarnya cowok itu. Jangan - jangan di otaknya cuma ada pikiran mesum.


Meskipun apa yang diucapkan tentang status pernikahan mereka memang benar, akan tetapi Khey tidak menyangka jika cowok yang baru genap tujuh belas tahun itu begitu mudah dan frontal mengucapkan hal - hal yang berhubungan dengan aktivitas suami isteri. Dia gak punya urat malu apa.


Hal itu bisa saja terjadi bukan?! Mengingat zaman sekarang banyak remaja yang tumbuh dewasa secara karbitan, mereka tumbuh dengan cepat.


Mungkinkah si Fabian tengil itu termasuk golongan tersebut?! Dia tidak dapat menahan nafsu s*ksnya saat melihat perempuan?!


Jika hal itu benar adanya, matilah kau Khey ...!! Khey memukul pelipisnya berulang. Ah, pasti sangat menyeramkan jika setiap hari harus berhadapan dengan singa yang kelaparan ....


Khey pun menyelesaikan aktivitas mandinya. Meraih handuk untuk mengeringkan tubuh basahnya, kemudian menolehkan pandangan pada gantungan baju yang tak jauh dari pintu kamar mandi.


Ah, Khey menepuk pelan dahinya.


"Kenapa gue bodoh banget sih, lupa bawa baju ganti pula!"


"Gimana caranya gue keluar dari sini? Pasti Fabian tengil itu bakal terbakar hasratnya untuk meminta jatah malam pertama jika lihat tubuh gue hanya berbalut handuk kek gini ...."


Khey pun berjalan mondar - mandir sembari mengigit kuku jarinya, memikirkan jalan keluar untuk dirinya.


Khey pun membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, mengintip ke dalam kamar untuk memindai keberadaan Fabian tengil.


Khey membuang nafas kasar, saat mendapati tubuh menjulang itu duduk di tepi ranjang sedang memainkan ponsel pintarnya menghadap kamar mandi.


Sejenak Khey menutup mata, memikirkan cara aman untuk keluar dari kamar mandi.


Setelah berfikir sesaat, Khey memberanikan diri memanggil sang suami. "Bi ..."


Fabian mendongak ke arah Khey yang menyembulkan kepala dari balik pintu kamar mandi. "Apa?"

__ADS_1


"Lo keluar dulu gih, gue mau ganti baju. Lupa tadi gak bawa sekalian."


"Ya udah keluar aja, tinggal jalan ke kamar kan?!" jawab Fabian enteng.


Khey menelan ludah kelat saat mendengar jawaban enteng Fabian.


"Gue cuma pakek handuk doang." sahut Khey pelan.


"Terus?" Fabian menautkan kedua alis mata.


"Ya ... elo keluar dulu biar gue ganti baju."


"Udah ... masuk aja ganti baju lo."


"Gue ... gue ... malu." cicit Khey dengan semakin mengeratkan tangan pada ujung handuk yang dipegangnya di depan dada.


"Ngapain malu ... udah sah kan?! Gue juga gak masalah kok lihat lo telanjang di depan gue ...."


Hek ... Dasar cowok tengil gila! umpat Khey hanya berani berucap dalam hati.


"Untuk saat ini gue malu Bi ... belum terbiasa." Khey berucap selembut mungkin, namun dalam hati mengeram kesal.


Fabian terkekeh kecil.


"Ya udah gue balik badan untuk kali ini, lain kali janji gak perlu malu ...."


Khey mencebik.


Lalu melesat secepat kilat keluar dari kamar mandi saat melihat tubuh jangkung suaminya duduk membelakanginya.


Dengan cepat Khey memakai piyama tidur di walk in closet sebelum cowok tengil itu menghadapkan wajah mesumnya pada Khayyara.


Senyum lega tercetak jelas pada bibir Khey yang mengembang saat selesai memakai baju, Fabian tengil masih memunggunginya sibuk dengan ponsel pintarnya.


Khey pun melangkahkan kaki ke depan meja rias untuk menyisir rambut hitamnya dan memberikan sedikit perawatan pada wajah pualamnya.


Hek ...


Seketika wajah Khey pias saat merasakan tangan kekar melingkar pada perut ratanya.


Tuhan tolong jangan sekarang!


😍😍😍😍


My beloved readers, tengyu so much for :


Like πŸ‘πŸ»


Vote πŸ”–


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Komen πŸ’‹


Tambahkan favorit ❀

__ADS_1


Salam halu dari author yang narsis abishh πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»


__ADS_2