Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA23


__ADS_3

"Enggaaakkk!!" seru Khey kesal dengan melempar bantal pada tubuh Fabian.


Fabian berhasil menangkap bantal yang dilempar Khey ke arahnya.


"Gak kena wekk." Fabian menjulurkan lidah mengejek.


Mengganggu dan membuat Khey kesal sudah menjadi hobbynya, bahkan jauh sebelum dirinya menikah dengan Khey.


Khey mengeram kesal, memutar setengah tubuhnya meraih bantal di belakang tubuhnya untuk dilemparkan kembali pada Fabian.


Saat mengetahui itu Fabian segera beranjak mendekat.


"Gak usah lempar lempar bantal lagi ke gue." ucap Fabian dengan meletakkan bantal yang ditangkapnya ke sisi Khey.


Khey kembali menghadapkan tubuhnya ke arah depan.


Hek...


Khey menelan salivanya kelat saat kembali menoleh, perut sixspack Fabian kembali terpampang tepat di depan wajahnya.


Sial!! Kenapa deket banget sih, bikin jantung gue deg degan aja. Khey membatin kesal dengan menggerak gerakkan bola matanya memandang roti sobek Fabian.


Hek...


Lagi lagi Khey tersentak, kedua matanya membulat sempurna saat mendapati resleting celana pendek Fabian masih dengan posisi turun ke bawah, dan itu tepat sejajar dengan wajahnya.


Meskipun benda yang menonjol di balik celana pendek Fabian itu masih tertutupi oleh boxer Fabian, tetap saja membuat Khey kesusahan bernafas. Seumur umur dirinya belum pernah melihat ataupun memperhatikan dengan sedekat ini bagian tubuh bawah lelaki.


Khey mematung tanpa sadar memperhatikan tubuh bagian bawah Fabian, bagaimanapun bagian itu tepat sejajar dengan wajahnya. Jantungnya pun berdegub dengan kencang, diiringi dengan deru nafas yang cukup memburu.


"Seneng banget dapat kesempatan liat pabrik kecebong gue." ejek Fabian dengan tanpa malu menarik resleting celana pendeknya tepat di depan wajah Khey yang masih memandang tubuh bagian bawahnya tersebut.


Khey tersentak. Raut wajahnya merah padam.


Buru buru memalingkan wajah. Malu, kesal bercampur aduk menjadi satu, hingga membuat nafasnya menderu semakin keras karena merasa sangat kesal dengan ulah Fabian yang menurutnya tidak punya urat malu.


"Sorry gue gak nafsu sama punya lo, mendingan punya Doni ke mana - mana." ucap Khey sembari beranjak dan berlalu meninggalkan Fabian.


Khey harus segera menjauh, dari cowok mesum bin tengil suaminya itu jika ingin jantungnya tetap sehat.


Baru beberapa langkah Khey menjauh. Terdengar Fabian berucap marah, hingga membuat Khey menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


"Jangan lo sebut nama dia di depan gue lagi!" ucap Fabian dengan nada kesal yang berubah dingin sembari menoleh ke arah Khey yang posisinya kini membelakanginya.


Khey membalikkan tubuhnya.


"Kenapa? Elo gak suka? Gue bakal sebut nama Doni berkali kali, karena Doni adalah cowok gue dan Doni adalah orang yang gue cintai. Jika tiba saatnya nanti gue bakal pisah sama lo dan menikah dengan Doni!" Khey berucap tegas dengan penuh emosi lalu membalikkan tubuhnya kembali untuk menjauh dari Fabian.


Khey tidak dapat menahan emosinya yang naik turun semenjak menjalani pernikahannya dengan Fabian.


Padahal baru tiga hari dia menjalani statusnya sebagai isteri Fabian, namun berhasil membuat tensi darahnya meninggi.


Fabian maju selangkah lalu mencekal salah satu tangan Khey.


"Jangan pernah berfikir buat pisah dari gue, karena gue gak bakalan mengabulkan keinginan lo. Kita gak bakal bercerai, gue menikahi lo bukan buat main main Ra!" ucap Fabian dengan kilatan penuh emosi pada kedua bola matanya.


"Itu niat elo bukan gue! Dan gue, gak pernah nerima pernikahan ini. Gue pastiin kita bakal bercerai suatu saat nanti!" Khey tak kalah sengit.


"Jaga ucapanmu Khey, ucapan adalah doa. Elo mau ucapan lo jadi kenyataan?!" peringat Fabian.


"Elo jahat Bi... elo yang bikin masa remaja gue seperti di neraka!" teriak Khey marah, dengan memandang Fabian marah. Dirinya tidak dapat membendung emosinya yang memuncak.


Fabian menghirup nafas dalam, berusaha meredam emosinya agar tidak membuat Khey semakin kalap.


"Semua sudah terjadi Ra, gak ada gunanya saling menyalahkan. Gue ingin hubungan kita semakin dekat dan saling mengenal lebih dalam. Gue gak mungkin membiarkan elo berpisah dari gue, karena gue sudah berjanji di hadapan Allah saat ijab qabul kemaren. Elo tau kan Allah membenci perceraian..." ucap Fabian merendahkan nada bicaranya seraya menatap Khey yang menunduk dengan terisak.


"Tapi gue gak cinta sama elo Bi, gue punya Doni... gue bingung, gue bingung harus bagaimana..." sahut Khey di sela isakannya. Dirinya pun menurunkan nada bicaranya yang sempat meninggi.


Emosi Khey saat ini bagai rolercoster yang naik turun dengan cepat. Sesaat di atas lalu sesaat setelahnya turun ke dasar dengan mudahnya.


"Sorry tentang hubungan lo sama Doni, tapi gue bakal mencintai dan menyayangi lo sepenuh hati gue." janji Fabian dengan yakin.


"Tapi ... gue gak bisa Bi, gue gak bisa... cinta gue cuma buat Doni." keukeuh Khey memandang Fabian dengan dengan pandangan mata yang telah berkabut air mata.


"Gue yakin rasa cinta lo ke Doni bisa beralih ke gue Ra." Fabian meyakinkan Khey dengan menatap lekat manik matanya.


Khey menggeleng lemah.


"Gak semudah yang elo kira Bi... perasaan gue ke Doni gak bisa hilang begitu saja." keukeuh Khey dengan nada lemah. Khey mengingat kejadian tadi siang di sekolahnya yang tidak bisa meninggalkan dan mengabaikan Doni, apalagi saat dirinya menatap lekat mata elang sang kekasih. Entah mengapa Khey tidak dapat membuang rasa cintanya dari Doni si ketos tampan yang menjadi most wanted di sekolahnya tersebut.


Ada rasa sedikit sesak di dalam dada Fabian saat mendengar Khey mengatakan perasaannya. Meskipun mungkin belum ada rasa cinta di hatinya untuk Khey, namun dirinya adalah suami sahnya sekarang.


Apalagi Fabian sudah bertekad bahwa akan mencintai Ara dengan sepenuh hatinya.

__ADS_1


"Gue bakal bikin lo jatuh cinta kembali sama gue Ra... gue janji." ucap Fabian dalam hati dengan masih menatap Khey lekat.


Khey segera memutus pandangannya dari Fabian.


Meskipun mulutnya menampik rasa cintanya dengan mengucapkan bahwa dirinya tidak bisa mencintai selain Doni, namun jantungnya tidak dapat menahan detaknya yang selalu berdegub dengan kencang. Apalagi jika pandangan matanya bertemu dengan manik hitam suami tengilnya. Jantung itu berdetak menggila seolah ingin lepas dari tempatnya.


Fabian melengkahkan kaki untuk lebih dekat pada Khey. Kedua tangannya bergerak menangkup kedua bahu Khey yang bergetar lalu meraih dan membawa tempurung kepala gadis yang berurai air mata di depannya itu ke dalam dada bidangnya.


Membiarkan wajah penuh air mata tersebut bersentuhan dengan dada bidangnya yang polos tidak tertutupi sehelai benang pun.


Khey menerima begitu saja, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Fabian dengan terisak. Mengabaikan kondisi Fabian yang bertelanjang dada.


Sesungguhnya Khey berada dalam kondisi yang sangat lemah sekarang ini, dan dirinya membutuhkan sandaran.


Dan Khey tidak menampik jika dada bidang Fabian merupakan sandaran ternyaman untuknya saat ini.


Perlahan tangan kiri Fabian mengusap lembut rambut hitam panjang Khey, sedangkan tangan kanannya membawa helaian rambut ke belakang telinganya. Lalu tangan kanan Fabian beralih ke punggung Khey yang masih saja bergetar. Mengusapnya naik turun dengan perlahan, mencoba memberikan ketenangan pada gadis yang pastinya sangat membutuhkan perhatian dari orang orang terdekatnya itu.


Dan kini Fabian lah orang terdekatnya, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga dan melindunginya.


Fabian menghela nafas perlahan. Jantungnya merasakan detak jantung Khey yang berdegub dengan kencang, karena posisi mereka yang berpelukan saat ini.


Fabian pun tak memungkiri jika jantungnya pun berdegub dengan ritme yang tak kalah cepat dengan milik Khey.


"Gue janji bakal bikin elo bahagia Ra..." bisik hati Fabian dengan mengecup pucuk kepala Khey cukup lama.


😍😍😍😍


My beloved readers, tengyu so much for :


Like πŸ‘πŸ»


Vote πŸ”–


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Komen πŸ’‹


Tambahkan favorit ❀


Salam halu dari author yang narsis abishh πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»

__ADS_1


__ADS_2