Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA 170


__ADS_3

Khey menghembuskan nafas pelan lalu menatap restoran mewah yang pernah dia datangi dengan Doni beberapa bulan lalu saat keduanya masih menjalin hubungan.


"Elo harus terima dengan lapang jika itu memang kenyataannya." Ucap batin Khey seakan memberikan kekuatan pada dirinya sendiri.


Lalu setelah merasa siap, Khey melanjutkan langkah kakinya yang sempat berhenti guna memasuki restoran tersebut.


Hari ini Khey datang ke restoran tersebut untuk bertemu dengan Doni. Setelah sebelumnya dia menghubungi Doni untuk meminta bertemu. Tanpa sepengetahuan Fabian tentunya. Bukan karena Khey ingin selingkuh di belakang sang suami melainkan Khey ingin memastikan tentang hubungan mamanya dengan lelaki yang ia duga sebagai papa Doni.


Khey merasa malu untuk bercerita tentang aib mamanya pada Fabian. Khey tak ingin Fabian mengetahuinya saat ini. Setidaknya sampai dirinya yakin akan perselingkuhan mamanya.


Khey mengedarkan pandangan pada seluruh ruangan di lantai dua restoran guna mencari sosok Doni. Sebelumnya Doni telah mengirim pesan jika cowok itu telah sampai di restoran lebih dulu.


Hingga pandangan mata Khey menemukan sosok Doni yang duduk di pojok ruangan menghadap dinding kaca dengan menunduk menatap layar ponsel pintarnya.


Khey pun mengayunkan langkah untuk mendekat.


"Sorry bikin lo nunggu." Khey seraya mendudukkan diri di hadapan Doni.


Sontak Doni pun mendongakkan kepala, seraya menyunggingkan senyum pada wajahnya yang masih saja terlihat tampan, meski tidak setampan Fabian. Menurut Khey saat ini. Karena dulu Khey sangat memuja ketampanan Doni.


"Nggak papa. Gue belum lama kok." Doni dengan memandang Khey penuh senyum yang terlihat menggoda seraya meletakkan ponsel pintarnya di atas meja.


Sesaat Khey terpesona akan senyum Doni yang dulu pernah digilai olehnya. Hingga detik berikutnya Khey memilih membuang pandangan untuk menepis rasa itu. Khey sungguh tak ingin mengingat apapun kenangan tentangnya dan Doni.


"Kenapa nggak pilih di rooftoop aja sih?"


Pertanyaan Doni membuat Khey mau tak mau kembali memandang Doni.


"Gue udah bilang kan, gue ngajakin lo ke sini bukan buat kencan." Khey mengingatkan Doni dengan raut wajah sedatar mungkin. Khey tidak ingin terbawa emosi, mengingat dirinya yang mengajak Doni untuk bertemu.


"Iya gue tau. Siapa tau aja lo kangen sama momen kencan kita dulu." goda Doni tersenyum dengan santai.


Sebuah godaan receh yang tak pernah Doni lakukan saat dirinya dan Khey masih menjalin hubungan kekasih.


"Gak bakal gue kangen momen itu. Lagian gak ada yang istimewa waktu kita pergi ke sini saat itu." Jawab Khey dengan berusaha menahan kesal.

__ADS_1


Bagaimana tidak kesal jika Doni terus menggoda dirinya. Padahal Khey jelas jelas mengatakan ingin membahas hal penting dengan mantan ketos most wanted SMU Gama yang telah menjadi mantan kekasihnya itu. Bukan untuk bernostalgia tentang hubungan mereka yang telah berlalu.


"Lo kalau kesel gitu jadi menggemaskan. Pengen deh gigit bakpao lo." Lagi Doni dengan senyum menggoda. Tangan kanannya terulur hendak menyentuh pipi Khey yang menggembung karena kesal.


"Doni!" Khey memundurkan wajah dengan mengeram seraya menepis tangan Doni sebelum mendarat pada pipinya.


Doni menarik tangannya seraya terkekeh melihat raut wajah Khey yang terlihat menahan kesal padanya.


"Lo pernah tergila gila sama gue kalau lo inget."


"Doni. Bisa nggak sih lo nggak bahas masa lalu. Urusan gue lebih penting daripada masa lalu kita." Khey dengan tatapan kesal.


"Okey... okey..." Doni dengan sisa kekehannya.


"Emangnya lo mau bahas apaan sih? Lo mau gue kawinin? mau ngajak balikan? atau gimana... gawat banget keknya." Doni masih santai dengan godaan recehnya.


Khey menghirup oksigen banyak banyak seraya memejamkan mata sesaat karena Doni tetap saja menggodanya.


Khey merasa sangat kesal. Apalagi tingkah Doni berubah seratus delapan puluh derajat dari Doni yang Khey kenal saat mereka masih menjalin hubungan dulu.


Padahal Khey membayangkan pertemuan mereka akan kaku dan dan menguras emosi. Doni pasti memberikan tatapan permusuhan padanya. Mengingat cowok itu sempat tak terima dengan keputusannya untuk mengakhiri hubungan mereka.


Dan nyatanya, saat ini Doni malah bertingkah konyol dan menyebalkan menurut Khey.


"Tidak ada bahasan tentang kita. Baik tentang masa lalu maupun di masa yang akan datang." Khey.


"Ck... Baiklah... Gue cuma mencoba bertingkah seperti dia saja. Bukankah sekarang selera lo telah berubah menyukai cowok tengil." Doni tiba tiba berubah kembali pada wajah datarnya. Wajah yang selalu ditunjukkan saat bersama Khey dulu.


"Itu bukan urusan lo." Khey sesungguhnya bertanya dalam hati apakah Doni mengetahui status hubungannya dengan Fabian. Namun setelahnya memilih tak ambil pusing. Toh selama ini diantara dirinya dan Doni tidak melakukan hal di luar batas saat menjalin hubungan dulu. Jadi tidak ada gaperlu dikhawatirkan.


Doni menyandarkan punggung pada sandaran kursi seraya menaikkan salah satu sudut bibirnya. Terlihat meremehkan


"Sudah berapa lama lo sama dia?"


"Gue di sini bukan untuk membahas itu." Khey memilih tidak menjawab pertanyaan Doni.

__ADS_1


"Lo pikir dia beda sama gue. Lo belum tau aja siapa si tengil itu." Doni kembali berucap kata dengan nada meremehkan.


Khey sangat tau siapa yang dimaksud oleh Doni. Namun Khey memilih mengabaikan, dia tidak ingin terprovokasi. Khey segera membuka tas selempang dan meraih ponsel pintarnya.


Jari Khey mengetuk layar seraya membuka ikon galeri di ponsel pintarnya.


"Lelaki ini papa lo?"


Khey menyodorkan ponsel pintar miliknya ke hadapan Doni. Layar ponsel yang menyala itu menampilkan gambar lelaki yang Khey duga sebagai selingkuhan mama Maira dan Doni saat berada di mall kemarin.


Khey sengaja mengabadikan momen Doni berjalan beriringan dengan lelaki perlente yang telah dipanggil papa oleh mantan kekasihnya itu.


Doni menajamkan mata pada layar ponsel pintar milik Khey yang tepat berada di hadapannya.


"Ngapain lo tanya soal itu?"


"Gue minta jawaban lo, bukannya malah balik bertanya." Khey kesal karena Doni tidak memberikan jawaban yang dia butuhkan.


Doni terkekeh kecil seraya menaikkan salah satu sudut bibirnya.


"Kalau gue jawab lo bakal kasih gue apa?" Doni dengan bersidekap dada. Menatap lurus manik hitam Khey dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.


Khey hanya diam memandang Doni cukup lama. Dan setelahnya.


"Gue bukan sedang ngajakin lo negoisasi."


"Okey. Kalau gitu gue nggak perlu kasih jawaban sama lo." Doni beranjak dari duduknya hendak meninggalkan Khey.


Baru saja Doni membelakangi Khey untuk beranjak.


"Lelaki yang lo panggil papa itu ada affair sama mama gue."


Ucapan Khey sontak membuat Doni mengurungkan niatnya untuk beranjak pergi.


😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2