Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA 153


__ADS_3

Byuurrr.....


Alya sengaja menarik tangan Rhea dan Khey saat keduanya mengulurkan tangan untuk membantu Alya keluar dari dalam kolam renang.


Membuat kedua sahabatnya yang tengah duduk berjongkok mengulurkan tangan di pinggir kolam renang ikut tercebur ke dalam kolam.


"Elo apa apaan sih Al, basah kan baju gue!" Rhea kesal.


"Lo kira baju gue nggak basah kuyup apa..." Alya dengan tertawa senang melihat kekesalan Rhea.


"Yang bikin lo jatuh ke kolam kan Fabian bukan gue. Kenapa lo balesnya ke gue sih..." Rhea tidak terima.


"Biar sama sama. Setia kawan ini namanya." Alya dengan tergelak.


"Salah suami lo ini Khey. Gimana coba cara gue pulang nanti." Rhea mendelik kesal pada Khey.


"Halah gampang. Ntar pakek baju gue juga bisa kan." Khey santai.


"Bian, Farrel turun sini kalian!" suruh Jackson pada kedua sahabatnya.


"Ogah. Dingin." Farrel yang menyahut.


"Enggak. Siapa bilang dingin. Airnya anget kok." Jackson membujuk. Namun Farrel mencebik tidak percaya.


"Nggak usah percaya sama omongan bule kampung itu Rell. Dingin banget ini Rell." sanggah Alya dengan pura pura menggigil seraya menangkup bahu dengan kedua tangannya. Karena sesungguhnya air kolam renang tersebut terasa hangat efek sinar matahari yang masih bersinar cukup terik meski hari menjelang sore.


"Enggak lah Al, orang anget kok. Enggak dingin kan Khey... Rhe..." Jackson dengan mengalihkan pandangan ke arah Khey dan Rhea.


"Kita sih anget. Iyakan Khey." Rhea dengan memeluk Khey di sampingnya. "Kalau kalian dingin, kita sih nggak tau." Rhea sengaja menggoda Alya dan Jackson.


"Emang dingin kok." Alya.


"Gue biasa aja, nggak dingin kok." Jackson tetap menyanggah.


"Dingin."


"Anget."


"Dingin."


"Anget."


Jackson dan Alya silih berganti.


"Dingin Jack!" Alya kesal.


Grep...


"Elo apaan sih Jack." Alya meronta karena Jackson dengan tiba tiba mendekap tubuhnya dari belakang.


"Katanya dingin. Gini kan hangat." Jackson dengan lembut tepat di telinga Alya.


Membuat bulu kuduk Alya meremang karena hembusan nafas Jackson menyusup tengkuk lehernya hingga merayapi seluruh tubuh yang menghadirkan sensasi gelenyer aneh dalam tubuhnya.


Jantung Alya pun terpompa semakin cepat. Bagaimanapun Alya menyanggah tidak menyukai Jackson tetap saja ini adalah pertama kalinya Alya mendapatkan dekapan seorang cowok.


"Jack." Alya dengan degub jantung yang rancak menggila.

__ADS_1


Alya dan Khey saling pandang sesaat lalu memberikan senyum penuh arti.


"Jackson." Alya sedikit berseru dengan menggerakkan tubuh meronta. Namun Jackson semakin mengeratkan tangannya, menolak melepaskan tubuh Alya.


"Ingat Jack... junjung tinggi norma, elo bule indo tulen." Fabian berseru mengejek.


"Pinter banget sih nyari kesempatan." Farrel ikut menimpali.


"Ijab sah dulu, baru ***** *****." Fabian lagi.


"Nyicil, buat kenalan." Jackson santai dengan melepaskan tubuh Alya karena gadis itu tidak berhenti menggerakkan tubuhnya.


Jackson memilih melepaskan tubuh ramping itu karena gerakan Alya tanpa sadar menyentuh inti tubuhnya yang membuatnya takut tidak dapat menahan diri. Bagaimanapun Jackson adalah seorang ciwok yang telah memiliki hasrat jika jiwa kelakiannya tersentuh oleh kaum hawa.


"Dasar bule gila lo!" Alya kesal lalu melangkahkan kaki menjauhi Jackson seraya menghampiri tepian kolam renang. Dimana Khey dan Rhea berada.


"Tega lo berdua sama gue." Alya kesal pada kedua sahabatnya.


"Nggak gitu Al, bukane kita tega sama lo. Justru kita itu bantuin lo." sanggah Rhea.


"Bantuin gue?! Bantuin apaan?! Yang ada kalian bantuin si Jack bukan gue." Alya masih kesal.


Hehehe...


Khey dan Alya terkekeh meski Alya menunjukkan raut wajah kesal.


"Elo harus tanggung jawab pinjemin baju ganti buat gue Khey. Eh nggak deng, elo harus kasih baju ganti yang paling mahal buat gue." godong Alya pada Khayyara.


"Iya deh iya. Elo pilih sendiri ntar. Ambil yang lo berdua pengen." Khey pada Alya dan Rhea.


"Wokey... elo emang temen gue paling baik deh." Alya mencubit kedua pipi Khey gemas.


"Elo juga baik sih, meski kadang nyebelin hehehe..." Alya pada Rhea.


"Elo bener Al." Khey menyetujui ucapan Alya.


"Sobat laknat lo berdua." Rhea dengan bibir mengerucut. Namun akhirnya ketiganya terkekeh bersama.


Di sisi lain.


"Rell sini deh bentar." Fabian pada Farrel.


"Ngapain?"


"Dahlah sini bentar." Fabian mengayunkan tangan memberi tanda pada Farrel untuk mendekat padanya. Farrel pun akhirnya mendekat dan duduk di samping Fabian.


"Sini kuping lo, gue bisiskin."


"Apan sih Bi kek cewek lo." Farrel jengah.


"Dahlah sini." Fabian memaksa.


Fabian pun membisiki sesuatu tepat di telinga Farrel.


"Lah... trus gue pulang sama Rhea gitu?" Farrel mendelik setelah mendengar rencana Fabian yang telah dibisikkan padanya beberapa saat lalu.


"Ayolah Rell, sapa tau lo juga bisa deket sama Rhea."

__ADS_1


"Gue nggak bisa nawar kan?"


Fabian mengangguk tersenyum smirk.


Farrel pun menghela nafas panjang. "Baiklah nasib upik abu mah harus nurut."


"Good boy. Tanks brother." Fabian menepuk bahu Farrel.


"Sayang naik gih. Ntar lo kedinginan." Fabian beralih ke arah Khey yang terlihat asyik bercengkerama dengan kedua sahabatnya.


"Bentar." Khey mengacuhkan Fabian.


"Udah sore yang, kasian Alya sama Rhea ntar kesorean pulangnya. Mandi sekalian kan, gak mungkin mereka berdua pulang dalam kondisi basah kek gitu." Lagi Fabian.


"Jam berapa sih?" Khey menoleh ke arah Fabian.


"Empat lebih sepuluh menit." Fabian dengan menatap pada ponsel pintarnya.


"Baiklah." Khey pun mengajak kedua sahabatnya untuk keluar dari kolam renang.


Baru saja khey berdiri di tepi kolam, Fabian segera berlari menyambar tubuh Khey dan menggendongnya.


"Auw... Bi! Elo apaan sih." Khey berseru kaget.


"Udah diam. Nurut sama gue, daleman lo keliatan." Fabian berbisik lirih seraya mengayunkan langkah kakinya memasuki rumah.


Beberapa saat kemudian.


"Khey, Rhea mana?" tanya Alya pada Khey yang sedang duduk bercengkerama dengan Fabian.


"Udah pulang." Khey dengan mengunyah kue dalam mulutnya.


Alya membola.


"Kok bisa?! Gue ditinggal dong!" panik Alya.


Khey menganggukkan kepala enteng.


Kyaa!


Alya memukul bahu Khey cukup keras, hingga membuat Khey tersedak.


Khey pun mendelik kesal, Fabian dengan cepat memberikan air minum pada Khey. Khey pun menegaknya hingga tandas.


"Gimana sih Khey kok elo biarin Rhea pergi duluan?!" Alya tanpa peduli dengan pandangan Khey yang kesal padanya.


"Gue nggak tau Al, gue keluar Rhea udah nggak ada. Kata Bian udah pulang sama Farrel tadi." jelas Khey pada Alya.


"Apaan ini pada ribut?"


Jackson datang dari arah belakang Alya seraya menggosok rambut basahnya dengan handuk.


"Pulang bareng Jackson aja Al, dia pasti mau kok nganterin lo." Fabian dengan mengusap punggung sang isteri dengan lembut untuk membuatnya nyaman. Efek tersedaknya beberapa saat lalu.


Alya menoleh ke belakang.


"Elo sengaja kan ngelakuin ini sama gue!" Tuduh Alya pada Jackson.

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2