Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)
MBA 166


__ADS_3

"Seneng ya kalian berdua bohongin gue." Khey berdiri dengan bersidekap dada di depan Alya dan Rhea yang sedang asyik bergosip di pagi hari.


"Khey!"


Seru Alya dan Rhea setempak mendongak.


"Jadi sekarang gue nggak dianggep nih ceritanya." Khey masih memasang wajah masam.


Alya dan Rhea saling bertukar pandang.


"Maksud lo apaan sih Khey, kita nggak ngerti deh." Rhea yang menyahut.


Rhea dan Alya memang tidak memperhatikan benar apa yang diucapkan Khey saat datang tadi.


"Nggak usah pura pura budeg lo berdua." Khey mendudukkan bokongnya dengan kasar karena merasa kesal kedua temannya tidak jujur padanya. Mading terngiang jelas kata kata Fabian yang mengatakan kalau bukan cuma Alya dan si Javjson yang menjalin hubungan. Melainkan Rhea dan Farrel juga.


"Kita berdua beberan nggak denger yang lo bilang tadi Khey." Kali ini Alya dengan raut wajah benar benar tidak memahami maksud Khey.


"Emangnya lo tadi ngomong apaan sih Khey?" Alya tidak pura pura.


Khey membuang nafas pendek.


"Elo sama si Jack dan elo sama Farrel. Kalian berdua kenapa kompak nggak ngasih tau gue sih." Khey kesal.


Rhea terkejut akan ucapan Khey, membuat tubuhnya menegang dengan mulut yang terbuka.


Sedangkan Alya juga sama terkejutnya namun arah pandangan matanya menuju Rhea.


"Gue sama Jack kan udah bilang sama lo kemaren Khey. Tapi soal Rhea sama Farrel gue... baru tau dari lo ini." Alya tidak bohong. Dia mengatakan yang sebenarnya.


Khey memandang Alya dengan kening mengerut, kemudian beralih pada Rhea.


"Lo mau simpen sendiri sampai kapan Rhe?" Khey sekarang tau jika dirinya dan Alya sama sama tidak tahu mengenai hubungan Rhea dan Farrel.


Rhea tersenyum canggung. Segera menunjukkan dua jari sebagai permintaan maafnya.


"Hehe... bukan maksud gue nyembunyiin ini dari kalian. Cuma... kalian kan nggak ada yang nanya."


Sontak ucapan Rhea tersebut membawa jemari Khey dan Alya bergerilya menggelitiki tubuh Rhea secara serempak.


"Auw... www... iyaaa.... Gue ngaku salah!" Teriak Khey masih dengan tidak berhenti menggerakkan tubuhnya karena kegelian.


Alya dan Khey pun menghentikan maksudnya dengan menarik tangan mereka seraya tertawa senang.


"Lo berdua tega sama gue." Rhea dengan wajah merah serta bibir yang mengerucut. "Jadi berantakan kan penampilan gue." lanjut Rhea dengan merapikan beberapa bagian seragamnya yang koyak. Segera mengambil tas dari dalam laci meja kemudian meraih sesuatu di sana.


Kedua sahabat Rhea menghentikan tawa dan saling pandang saat mendapati sebuah cermin kecil di tangan Rhea.

__ADS_1


"Luntur deh bedak gue." Rhea dengan menelisik wajahnya menggunakan cermin kecil di tangannya. "Mana keringetan lagi. Rusak deh penampilan gue."


Alya dan Khey sontak memandang Rhea dengan kening mengerut.


"Gara gara kalian ini." Rhea dengan mengrucutkan bibir. Telunjuknya tidak berhenti mengkoreksi sesuatu yang pada wajah serta poninya yang berantakan.


Sebuah aksi yang tak pernah Alya dan Khey temui sebelumnya, di mana Rhea peduli dengan penampilannya. Biasanya gadis bar bar itu tak peduli dengan wajah dan penampilannya.


Tapi sekarang....


Lihatlah Rhea tak berhenti menelisik penampilannya. Bahkan entah sejak kapan jemari Rhea sudah memegang saput bedak di wajahnya. Memoles lembut belang pada wajahnya menggunakan bedak.


Dan itu membuat Alya dan Khey yakin jika sang sahabat telah mengalami indahnya jatuh cinta.


"Pulang sekolah ntar kita jalan." Khey kemudian.


πŸ“πŸ“πŸ“


"Lo yang bayarin Rhe."


Kalimat itu bukan kalimat tanya melainkan kalimat perintah dari Khey untuk Rhea.


Mulut Rhea menggerutu. Namun mau tak mau dirinya meraih dompet dari dalam tas punggungnya guna membayar bubbletea yang Khey pesen sebelumnya.


"Bisa bangkrut gue kalau kek gini caranya." gerutu Rhea sembari berjalan menyusul Khey dan Alya yang telah berjalan lebih dulu.


Namun apa daya Rhea hanya bisa melakukannya meski dengan menggerutu kesal.


Khey berdalih bahwa ini adalah pajak jadiannya dengan Farrel. Dan juga biaya sogokan karena tidak memberitahukan tentang hubungannya dengan Farrel. Khey berdalih merasa sakit hati karena dia tahu dari mulut Fabian bukan dari mulut Rhea sendiri.


"Kalau kek gini terus uang jajan gue bisa utuh nih." Alya berucap riang setelah menyesap bubbleteanya.


"Enakkan?" Khey tersenyum pada Alya.


Alya mengangguk.


Rhea memverengut kesal pada kedua sahabatnya yang seolah bahagia di atas penderitaannya.


"Dasar sobat laknat mereka berdua." sungut Rhea mengekori Khey dan Alya memutari mall sesuai janji mereka siang tadi.


Khey dan Alya pun kompak menoleh ke belakang.


"Itu salah lo sendiri." keduanya serempak mengejek Khey.


Khey pun mencebik kesal.


Tapi tunggu.... Rhea seolah tersadar akan sesuatu.

__ADS_1


Rhea segera menghambur diantara Khey dan Alya seraya menopang tangan pada kedua sahabatnya.


"Bukannya yang nggak jujur bukan cuma gue doang, elo juga kan Khey, tapu kenapa cuma gue yang diporotin." Rhea seolah tak terima.


"Gue udah ganti rugi sama kalian berdua kan, yang waktu itu kita makan di kantin gue bayarin." Khey santai.


Rhea mencebik mengingat hal itu.


"Tapi kan nggak sebanding dengan kebohongan lo yang lama. Iya kan Al?" Rhea meminta dukungan pada sahabat lolanya.


"Ah iya juga ya... harusnya bini sultan diporotin yang banyak yak." Alya dengan terkekeh.


"Tenang aja yang penting sekarang giliran morotin lo Al."


Ucapan Khey sontak membuat Alya melebarkan kedua matanya.


"Kok gue?" tunjuk Alya pada dirinya sendiri.


"Iyalah. Elo kan juga nggak jujur soal hubungan lo sama si Jackson." Khey mengingatkan.


Rhea pun tertawa senang saat mendapati Alya menunjukkan muka masamnya.


"Kita impas Al." kekeh Rhea.


Alya pun meracau, memberikan sumpah serapah pada Khey dan Rhea. Lalu tanpa peduli melanjutkan langkah kakinya yang sempat berhenti.


Alya berjalan dengan menghentakkan kaki kesal.


"Al mau kemana lo? Saatnya makan nih, jangan kabur lo." Khey berseru dengan menarik tangan Rhea guna menyusul Alya.


πŸ“πŸ“πŸ“


"Kalian berdua pesen duluan aja, gue ke toilet bentar." pamit Khey pada Alya dan Rhea saat mereka sampai di depan food court ayam goreng kakek jenggot.


"Lo dipesin sekalian nggak?" tanya Rhea sambil berseru karena Khey telah beranjak.


Khey hanya memberikan jempol tangan tanpa bersuara.


Alya dan Rhea pun mengambil duduk di resto makanan cepat saji tersebut.


Sedangkan Khey memasuki toilet yang letaknya cukup jauh.


Beberapa saat setelahnya Khey pun keluar dari toilet seraya membuat tisu yang sempat digunakannya untuk mengeringkan sisa air di telapak tangannya.


Khey menghentikan langkah kakinya dengan kening mengerut saat manik hitamnya mendapati sosok Doni yang sedang menuruni eskalator.


Sebenarnya perhatian Khey bukan pada Doni, melainkan pada sosok lelaki yang tengah berjalan dengan mantan kekasihnya tersebut.

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2